Analisis Daerah Rawan Banjir Menggunakan Metode Skoring Dan Pembobotan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Sidoarjo).

Ramandany, Vera (2022) Analisis Daerah Rawan Banjir Menggunakan Metode Skoring Dan Pembobotan Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Sidoarjo). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03311840000060-UNDERGRADUATE_THESIS.pdf] Text
03311840000060-UNDERGRADUATE_THESIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rentan akan terjadinya bencana alam salah satunya adalah banjir. Banjir merupakan peristiwa atau keadaan dimana terendamnya suatu daerah atau daratan karena volume air yang meningkat. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2021 bencana yang paling sering terjadi yaitu banjir dengan total kejadian sebanyak 1.298 kejadian. Banjir juga terjadi di Kabupaten Sidoarjo tepatnya pada Minggu 17 Januari 2021 yang terjadi sore hingga malam dengan intensitas curah hujan yang tinggi membuat dua kecamatan terendam yakni Kecamatan Tanggulangin dan Kecamatan Porong. Dengan adanya bencana banjir tersebut maka diperlukan analisis lebih lanjut terkait penyebab terjadinya banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan metode skoring dan pembobotan berbasis sistem informasi geografis. Pembuatan peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo menggunakan enam parameter yaitu, ketinggian lahan, kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, kerapatan aliran sungai dan tutupan lahan. Hasil akhir pada penelitian ini adalah peta rawan banjir di Kabupaten Sidoarjo yang terbagi menjadi tiga kelas kerawanan yaitu, kelas kerawanan dengan potensi rendah, sedang dan tinggi. Untuk wilayah kerawanan yang berpotensi rendah terhadap banjir memiliki luas 1100,844 Ha (1,71%), kerawanan banjir dengan potensi sedang dengan luas 58143,325 Ha (90,52%), dan kerawanan banjir dengan potensi tinggi memiliki luas 4987,059 Ha (7,76%) dari total luas wilayah Kabupaten Sidoarjo. Wilayah yang memiliki kerawanan rendah di wilayah Kabupaten Sidoarjo sebanyak 10 lokasi yang berada pada Kelurahan/Desa Sebani, Kramat Temanggung, Miliprowo, Keboharan, Barengkrajan, Tempel, Kel. Taman, Tambak Sawah, Kleten dan Kel. Ketegan. Sedangkan untuk wilayah yang mempunyai tingkat kerawanan sedang hampir keseluruhan Kelurahan/Desa di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Dan wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi sebanyak 14 lokasi yang berada pada Kelurahan/Desa Banjar Kemuning, Tambak Cemandi, Kalanganyar, Sekardangan, Banjar Panji, Kupang, Kedungpandan, Tambakkalisogo, Permisan, Plumbon, Kedung Peluk, Gebang dan Pepe.
===================================================================================================================================
Indonesia is a country that is very vulnerable to natural disasters, one of which is flooding. A flood is an event or condition where an area of land is submerged due to an increased volume of water. According to the records of the National Disaster Management Agency (BNPB), throughout 2021 the most frequent disasters were floods with a total of 1,298 incidents. Floods also occurred in Sidoarjo District, precisely on Sunday, January 17, 2021, which happened in the afternoon and into the evening with high rainfall intensity, causing two sub-districts to be submerged that is, Tanggulangin District and Porong District. With the flood disaster, further analysis is needed regarding the causes of flooding in the Sidoarjo District using a scoring and weighting method based on geographic information systems. Making a flood-prone map in Sidoarjo Districts uses six parameters that are, land height, slope, rainfall, soil type, river flow density, and land cover. The final result of this research is a map of flood hazards in Sidoarjo Districts which is divided into three classes of vulnerability that is, class of vulnerability with low, medium, and high potential. Areas with low potential for flood vulnerability, it has an area of 1100.844 Ha (1.71%), flood vulnerability with moderate potential with an area of 58143.325 Ha (90.52%), and flood vulnerability with high potential has an area of 4987.059 Ha (7.76%) of the total area of Sidoarjo Districts. There are 10 areas with low vulnerability in the Sidoarjo District which are located in village of Sebani, Kramattemanggung, Miliprowo, Keboharan, Barengkrajan, Tempel, Kel. Parks, Tambaksawah, Kleten and Kel. Ketegan. As for the areas with a moderate level of vulnerability, almost all of the villages in the Sidoarjo District area. And areas with a high level of vulnerability as many as 14 locations are in the village of Banjar Kemuning, Tambak Cemandi, Kalanganyar, Sekardangan, Banjarpanji, Kupang, Kedungpandan, Tambakkalisogo, Permisan, Plumbon, Kedung Peluk, Gebang and Pepe.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSG 526.028 5 Ram a-1 2022
Uncontrolled Keywords: Banjir, Skoring, Pembobotan, Sistem Informasi Geografis. Flood, Scoring, Weighting, Geographic Information System.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.212 ArcGIS. Geographic information systems.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 20 May 2026 03:30
Last Modified: 20 May 2026 03:30
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133264

Actions (login required)

View Item View Item