noviyanto, risvi surya (2022) Faktor Kerentanan Covid-19 Pada Permukiman Kumuh Di Kelurahan Ciptomulyo, Kota Malang. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
08211840000069-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Kota Malang memiliki beberapa titik daerah dengan indikasi kekumuhan salah satunya adalah Kelurahan Ciptomulyo dengan luasan kumuh 59,85 hektar dan sekaligus memiliki luasan permukiman kumuh terbesar di Kota Malang. Kelurahan Ciptomulyo memiliki jumlah penduduk 12.767 jiwa dan kepadatan penduduk yang cukup tinggi yaitu 15.382 jiwa/km2 . Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan munculnya pandemi COVID-19 di Indonesia dimana proses transmisi sangat berkaitan dengan faktor lingkungan dan faktor perilaku masyarakat. Permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo tidak menunjukkan adanya ciri-ciri perbaikan berarti dari tahun 2016 hingga tahun 2018 yaitu 62.60 hektar pada tahun 2016 dan 59.80 hektar permukiman kumuh di tahun 2018, hal tersebut secara tidak langsung dapat memicu transmisi COVID-19 di Kelurahan Ciptomulyo. Hal ini dibutkikan dengan adanya penambahan kasus COVID-19 hingga mencapai 417 kasus positif dan 26 orang meninggal dunia. Oleh karena itu diperlukan pengkajian lebih lanjut terkait bagaimana faktor kerentanan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo terhadap transmisi COVID-19. Metode yang digunakan untuk menganalisa faktor yang berpengaruh terhadap transmisi COVID-19 di permukiman kumuh Kelurahan Ciptomulyo memiliki dua tahapan. Tahapan pertama yaitu menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kerentanan COVID-19 pada permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo dengan menggunakan analisis Likert. Tahap kedua dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengaruh faktor kerentanan COVID-19 pada permukiman kumuh di Kelurahan Ciptomulyo dengan menggunakan analisis AHP. Stakeholder sendiri memaksimalkan peran instansi yang memiliki pengaruh dan pengetahuan terkait transmisi COVID-19 di Kelurahan Ciptomulyo seperti Dinas Kesehatan Malang, Dinas Cipta Karya Malang, dan Puskesmas. Berdasarkan hasil analisis likert didapatkan bahwa faktor potensi transmisi COVID- 19 antara lain : tingkat kepadatan penduduk, rata-rata jumlah anggota keluarga, angka penderita penyakit ISPA, kepadatan bangunan, tingkat pelayanan air, kondisi sanitasi lingkungan, ruang terbuka, tingakt kemiskinan, ketersediaan fasilitas kesehatan, budaya menggunakan alat protektif diri dan kebiasaan menerapkan kebijakan isolasi dan pembatasan sosial. Selanjutnya dengan hasil analisis likert dapat dilanjutkan untuk melakukan analisis AHP untuk menentukan faktor apa saja yang memiliki pengaruh rendah hingga tinggi. Faktor yang memiliki pengaruh tinggi meliputi : kepadatan penduduk, kebiasaan menerapkan vi kebijakan isolasi dan pembatasan sosial, budaya menggunakan alat protektif diri. Faktor yang memiliki pengaruh sedang meliputi : rata-rata jumlah keluarga dalam satu KK, angka penderita penyakit ISPA, kepadatan bangunan, dan fasilitas kesehatan. Faktor yang memiliki pengaruh rendah meliputi : ketersediaan dan kualitas air, ketersediaan dan kondisi sanitasi, ruang terbuka, dan tingkat kemiskinan. Hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa faktor lingkungan dan faktor perilaku masyarakat dalam menghadapi pandemi COVID-19 memiliki andil dalam tranmisi COVID-19 di Kelurahan Ciptomulyo.
==============================================================================================================================
Malang City has indications of slums, one of which is Ciptomulyo Neighbourhood with an area of 59.85 hectares and at the same time has some of the most significant areas in Malang City. Ciptomulyo Neighbourhood has a population of 12,767 people and a relatively high population density of 15,382 people/km2. This condition was then exacerbated by the COVID- 19 pandemic in Indonesia, where the transmission process was closely related to environmental and community behaviour factors. Many Ciptomulyo Neighbourhood’s slum settlements have not shown any significant improvement from 2016 to 2018, namely 62.60 hectares in 2016 and 59.80 hectares in 2018. This is evidenced by considering COVID-19 cases to 417 positive cases and 26 deaths. Thus, further studies about vulnerability factors of the area used in Ciptomulyo Neighbourhood toward COVID-19 transmission are needed. Two stages were deployed to answer the research questions. Firstly, Likert analysis is utilised to analyse the influential factors of the transmission of COVID-19 in the Ciptomulyo Neighbourhood’s slum areas. Afterwards, using AHP analysis, this study examined the significant element of COVID-19 susceptibility in Ciptomulyo Neighbourhood’s slum areas. Stakeholders in this research maximised institutional function that has knowledge and power regarding COVID-19 in Ciptomulyo Neighbourhood, such as Malang Health Agency, Malang Public Work Agency, and Local Health Facilities. The Likert analysis depicts 11 factors that influence slum settlements: population density, average household size, acute respiratory infections (ARI) patients, building density, water service level, natural sanitary conditions, open space, poverty level, health service availability, the practice of using personal protective equipment, and practice on community regulation and curfew. viii Furthermore, with the results of the Likert analysis, it can be continued to perform an AHP analysis to determine what factors have a low to strong influence. Factors that have a strong influence include population density, the practice of community regulation, and the practice of using personal protective equipment. Factors that have a medium influence include average household size, ARI patients, building density, and health service availability. In contrast, factors that have a low influence include water service level, natural sanitary conditions, open space, and poverty level. The research result concluded that environmental and community behaviours factors in envisaging the COVID-19 pandemic have contributed to the COVID-19 transmission in Ciptomulyo Neighbourhood.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSPW 711.5 Nov f-1 2022 |
| Uncontrolled Keywords: | COVID-19, Kerentanan, Permukiman Kumuh, Pandemi, Transmisi, COVID-19, Pandemic, Slum Settlements, Tranmission, Vulnerability. |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Mr. Marsudiyana - |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 01:36 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 01:36 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/134006 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
