Arahan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang Dengan Konsep Livable Settlement

aris, ibrahim (2022) Arahan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang Dengan Konsep Livable Settlement. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08211840000079-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
08211840000079-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Tingginya angka urbanisasi dan tidak adanya penataan permukiman yang baik, tentunya permukiman tersebut akan menjadi permukiman yang kumuh. Keterbatasan kemampuan masyarakat baik secara ekonomi maupun kemampuan untuk mengelola ruang juga menjadi penyebab terbentuknya permukiman kumuh. Permasalahan ini pun terjadi pada RW 01, RW 07, dan RW 09 Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang. Dalam penataan permukiman kumuh harus memandang aspek lingkungan fisik, sosial budaya dan ekonomi. Dengan konsep livable settlement, penataan permukiman kumuh dapat membuat permukiman menjadi permukiman yang layak dan nyaman bagi penghuni untuk tinggal maupun bekerja di sekitar permukiman. Berdasarkan permasalahan tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk menentukan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh di Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang dengan konsep livable settlement. Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu adanya sasaran yang akan dicapai, yaitu: Pertama, menentukan variabel yang berpengaruh untuk peningkatan kualitas permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang menggunakan teknik analisis delphi. Kedua, menilai permukiman kumuh terhadap konsep livable settlement pada permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang berdasarkan preferensi penghuni menggunakan teknik Importance Performance Analysis (IPA). Ketiga, menentukan arahan peningkatan kualitas permukiman kumuh Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang yang berfokus pada kuadran I IPA sebagai prioritas utama menggunakan teknik analisis delphi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada lima sub variabel livable settlement yang berada pada kuadran I, artinya memiliki tingkat kinerja rendah namun tingkat harapan dari masyarakat sangat tinggi. Kelima sub variabel livable settlement tersebut antara lain Kondisi jalan lingkungan, perbaikan jalan yang berlubang dan jalan yang belum diperkeras aspal. Pendapatan per bulan, melakukan evaluasi program-program kesejahteraan sosial untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Jenis drainase, perbaikan jaringan drainase yang berwawasan lingkungan/ecodrain. Penjaga keamanan, pembangunan pos satpam/hansip yang multi fungsi beserta penjaganya. Sistem pengelolan air limbah, pembuatan IPAL Komunal yang dapat mengolah air limbah kawasan permukiman.
==============================================================================================================================
With the high rate of urbanization and the absence of a reasonable settlement arrangement, these settlements will become slum settlements. The limited ability of the community, both economically and in the ability to manage space, also causes the formation of slum settlements. This problem also occurred in RW 01, RW 07, and RW 09 Petamburan Village, Tanah Abang District. Structuring slum settlements must consider physical, socio-cultural, and economic aspects. With the concept of livable settlements, the arrangement of slum settlements can make settlements into decent and comfortable settlements for residents to live or work around settlements. Based on these problems, this study aims to determine the direction of improving the quality of slum settlements in Petamburan Village, Tanah Abang District, with the concept of livable settlement. To realize these goals, it is necessary to achieve targets, namely: First, determine the variables that affect the quality of slum settlements in Petamburan Village, Tanah Abang District using the Delphi analysis technique. Second, assessing slum settlements against the concept of livable settlement in slums in Petamburan Village, Tanah Abang District, based on residents' preferences using the Importance Performance Analysis (IPA) technique. Third, determine how to improve the quality of slum settlements in Petamburan Village, Tanah Abang District, which focuses on quadrant I IPA as the main priority using delphi analysis techniques. The results show that five sub-variables of livable settlements are in quadrant I, meaning that they have a low level of performance. Still, the level of expectations from the community is very high. The five sub-variables of the livable settlement include environmental road conditions, repair of potholes, and roads that have not been paved with asphalt. The income per month, evaluates social welfare programs for low-income people. Type of drainage, improvement of drainage network that is environmentally sound/eco drain. Security guards, construction of a multi-function security post and guards. Wastewater management system made by Communal IPAL which can treat residential area wastewater.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSPW 711.5 Ari a-1 2022
Uncontrolled Keywords: Permukiman Kumuh, Konsep Livable Settlement, Peningkatan Kualitas Permukiman. Slum Settlement, Livable Settlement Concept, Improving Settlement Quality.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 24 Jun 2026 02:16
Last Modified: 24 Jun 2026 02:16
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/134011

Actions (login required)

View Item View Item