Arahan Pengembangan Alun-Alun Surabaya Sebagai Pusat Kegiatan Seni Dan Budaya Berdasarkan Perspektif Representasi Stakeholders

sakti, rahadyan samyoga (2022) Arahan Pengembangan Alun-Alun Surabaya Sebagai Pusat Kegiatan Seni Dan Budaya Berdasarkan Perspektif Representasi Stakeholders. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08211840000091-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
08211840000091-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Tingginya kepadatan penduduk kota menyebabkan berkurangnya ruang publik sebagai ruang terbuka untuk berkumpul dan bersosialisasi satu dengan yang lainnya. Ruang terbuka publik sebagai tempat yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai macam kegiatan memiliki manfaat yang signifikan bagi kualitas hidup masyarakat. Kota Surabaya merupakan kota urutan kedua dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Perkembangan secara signifikan juga dirasakan oleh masyarakat Kota Surabaya dari waktu ke waktu; salah satunya ditunjukkan dengan adanya pembangunan alun-alun baru di tengah kota. Pembangunan alun- alun di Kawasan Balai Pemuda Surabaya ini dilatarbelakangi oleh keinginan Wali Kota Surabaya pada masa itu, Tri Rismaharini, supaya Kota Surabaya memiliki tempat khusus yang bisa dijadikan untuk belajar kesenian. Alun-alun Surabaya merupakan alun-alun yang mengalami modernisasi karena adanya perkembangan zaman, sehingga alun-alun ini tidak mengadopsi konsep alun-alun tradisional. Namun mengingat pentingnya peran adanya ruang terbuka publik di dalam sebuah perkotaan, maka Alun-alun Surabaya dapat dikembangkan menjadi pusat kegiatan seni dan budaya dengan mempertimbangkan beberapa aspek karena berada di kawasan cagar budaya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan Alun-alun Surabaya sebagai pusat kegiatan seni dan budaya berdasarkan perspektif representasi stakeholders. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel berdasarkan hasil analisis stakeholders yang kemudian menghasilkan tiga representasi sebagai akademisi dan praktisi yakni Tokoh Budayawan, Tokoh Sejarawan, dan Pihak Pemerintah serta dilengkapi tiga representasi sebagai pengguna berdasarkan hubungan dengan bentuk kegiatan di dalam pusat seni dan budaya yakni Pekerja Budaya/Seniman, Umum/Pengunjung/Wisatawan, dan Pengelola. Metode analisis yang digunakan adalah qualitative content analysis untuk mendapatkan faktor-faktor pengaruh dan kualitatif-deskriptif didukung validasi dengan membandingkan tiga sumber data untuk merumuskan arahan pengembangan Alun-alun Surabaya sebagai pusat kegiatan seni dan budaya. Hasil dari penelitian mengidentifikasi 6 faktor yang memiliki pengaruh dan 14 arahan pengembangan Alun-alun Surabaya sebagai pusat kegiatan seni dan budaya yang disesuaikan dengan faktor-faktornya.
==============================================================================================================================
The sheer height of the urban population density causes the reduction of public space as an open space to gather and socialize with one another. Public open space as a place that can be used to carry out various activities has significant benefits for the quality of life of a community . Surabaya Municipality is the second city with the largest population in Indonesia. Significant development has also been felt by the people of Surabaya Municipality from time to time; one of which was proven by the construction of a new town square in the middle of the city. The development of the town square in the Balai Pemuda Surabaya area was motivated by the Mayor of Surabaya at that time, Tri Rismaharini, so that Surabaya Municipality has a special place which could be used to learn arts. Surabaya Square is a town square which has undergone modernization due to the current development, which leads to this square not adopting the traditional town square concept. However, considering the critical role of public open space in an urban area, Surabaya Square can be developed into a center of arts and cultural activities by considering several aspects because it is located in a cultural heritage area. Therefore, this study aims to formulate development directions of Surabaya Square as a center for arts and cultural activities based on the perspective of stakeholder representations. This study uses a purposive sampling method as a sampling method based on the results of stakeholder analysis, which then produces three representations of academics and practitioners, namely Cultural Figures, Historian Figures, and Government Parties, and is further completed with three representations of user based on the relationship with the form of activity in the arts and culture center, namely Cultural Workers/Artists, Public/Visitors/Tourists, and Managers. The analytical method used is qualitative content analysis, used to obtain influencing factors, and qualitative-descriptive with validation support by comparing three data sources to formulate development directions of Surabaya Square as a center for arts and cultural activities. The results of this study identifies 6 factors which have an influence and 14 development directions of Surabaya Square as a center for arts and cultural activities that are adapted to its factors.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSPW 711.55 Sak a-1 2022
Uncontrolled Keywords: Alun-Alun, Ruang Terbuka Publik, Pusat Seni dan Budaya. Town Square, Public Open Space, Center of Arts and Cultural Activities.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT133 City and Towns. Land use,urban
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 24 Jun 2026 03:34
Last Modified: 24 Jun 2026 03:35
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/134019

Actions (login required)

View Item View Item