Nur, Sakila Olivia (2026) Penegakan Hukum Lingkungan dalam Pencemaran Limbah Cair: Studi Kasus Perda Kabupaten Banyuwangi No. 3 Tahun 2011. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5033221029-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Kawasan Industri Perikanan Muncar merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Kabupaten Banyuwangi, namun hingga saat ini masih menghadapi permasalahan pencemaran limbah cair pada saluran drainase di kawasan tersebut. Fenomena ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian pencemaran air belum optimal meskipun pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menetapkan Perda No. 3 Tahun 2011 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan evaluasi penegakan Perda Kabupaten Banyuwangi No. 3 Tahun 2011 dalam menangani pencemaran limbah cair di Kawasan Industri Perikanan Muncar, Banyuwangi. Informan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik pusposive sampling yang meliputi Pejabat DLH Kabupaten Banyuwangi, Perangkat Kelurahan Kedungrejo, pelaku usaha pengolahan ikan serta masyarakat di Kawasan Industri Perikanan Muncar. Selain itu, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa in depth interview, observasi, dokumentasi dan studi letaratur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi sebagaimana yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Kemudian, untuk menguji keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Perda Kabupaten Banyuwangi No. 3 Tahun 2011 belum berjalan secara optimal. Sebagian besar mekanisme pengendalian pencemaran air telah bergeser mengikuti Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, sementara keterbatasan sumber daya pengawasan, rendahnya kepatuhan sebagian pelaku usaha, serta lemahnya respon terhadap pengaduan masyarakat masih menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa pencemaran air di Kawasan Industri Perikanan Muncar masih berlangsung, sehingga tujuan kebijakan untuk mewujudkan kelestarian fungsi air agar air yang ada dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan melindungi flora, fauna, dan mikroorganisme yang terdapat pada air belum tercapai. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas pengawasan lingkungan, penyesuaian regulasi daerah dengan kebijakan nasional, peningkatan kepatuhan pelaku usaha, serta penguatan partisipasi masyarakat dalam pengendalian pencemaran air.
========================================================================================================================================
The Muncar Fisheries Industrial Area is one of the largest industrial zones in Banyuwangi Regency; however, it continues to face issues related to wastewater pollution in its drainage channels. This phenomenon indicates that efforts to control water pollution have not been fully effective, even though the Banyuwangi Regency Government has enacted Regional Regulation (Perda) No. 3 of 2011 on Water Pollution Control. Therefore, using a qualitative method and a case study approach, this research aims to analyze the implementation and evaluate the enforcement of Banyuwangi Regency Regional Regulation No. 3 of 2011 in addressing wastewater pollution in the Muncar Fisheries Industrial Area. Informants in this study were selected through purposive sampling and included officials from the Banyuwangi Environmental Agency (DLH), the Kedungrejo Village administration, Fish-processing business actors, and community members in the Muncar Fisheries Industrial Area. Data collection techniques consisted of in-depth interviews, observations, documentation, and literature review. The data obtained were then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conlusion drawing as well as verification, as proposed by Miles and Huberman. To ensure data validity, the study employed source triangulation and technique triangulation. The results of the study indicate that the implementation of Banyuwangi Regency Regulation Number 3 of 2011 concerning Water Pollution Control has not been carried out optimally. Most water pollution control mechanisms have shifted to follow Government Regulation Number 22 of 2021 concerning the Implementation of Environmental Protection and Management, while limited monitoring resources, low compliance among some business actors, and weak responsiveness to public complaints remain major challenges in its implementation. The evaluation results further reveal that water pollution in the Muncar Fisheries Industrial Area persists, indicating that the policy objective to realize the sustainability of water functions so that existing water can be used sustainably and protect the flora, fauna and microorganisms found in the water have not been fully achieved. Therefore, this study recommends strengthening environmental monitoring capacity, harmonizing local regulations with national policies, improving business actors’ compliance, and enhancing community participation in water pollution control efforts.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pencemaran Limbah Cair, Perda Kabupaten Banyuwangi No. 3 Tahun 2011, Kawasan Industri Perikanan Muncar, Environemntal Law Enforcement, Liquid Waste Pollution, Banyuwangi Regency Regulation No. 3 of 2011, Muncar Fisheries Industrial Area |
| Subjects: | J Political Science > JS Local government Municipal government |
| Divisions: | Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Developmental Studies > 60201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Sakila Olivia Nur |
| Date Deposited: | 08 Jul 2026 06:58 |
| Last Modified: | 08 Jul 2026 06:58 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/134305 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
