Bagaskara, Muhammad Bagaskara Nataningrat (2026) Analisis Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat Di Kawasan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5033221089-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Surabaya memiliki potensi wisata alam pesisir perkotaan yang ramah lingkungan, salah satunya adalah Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Penelitian ini membahas pengembangan wisata berbasis masyarakat di kawasan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar dengan tujuan menganalisis potensi kawasan serta peran masyarakat lokal dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan. Penelitian dilakukan untuk memahami bagaimana partisipasi masyarakat berkontribusi terhadap pengelolaan, pelestarian, dan pengembangan kawasan wisata, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong dan menghambat pengembangan wisata berbasis masyarakat di salah satu destinasi ekowisata Kota Surabaya tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi yang melibatkan masyarakat sekitar, pengelola, nelayan, Kelompok Tani Bahari, pelaku UMKM, serta pihak-pihak lain yang terkait dengan pengembangan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Penelitian juga mengidentifikasi berbagai strategi yang diterapkan dengan melibatkan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan operasional dan ekonomi, seperti penyediaan jasa wisata susur sungai dan pengoperasian perahu oleh nelayan, penyediaan bibit serta penanaman mangrove oleh Kelompok Tani Bahari, dan penyediaan layanan makanan dan minuman oleh pelaku UMKM. Bentuk partisipasi tersebut telah mencerminkan prinsip Community Based Tourism, yaitu pemanfaatan sumber daya lingkungan secara optimal, penghormatan terhadap keaslian sosial dan budaya lokal, serta penciptaan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat. Pengembangan wisata juga didukung melalui integrasi pengalaman wisata, akses transportasi, atraksi, fasilitas, dan informasi promosi guna meningkatkan kualitas pengalaman pengunjung. Faktor pendorong utama partisipasi masyarakat meliputi peluang ekonomi, jaringan sosial, serta kesadaran ekologis terhadap fungsi mangrove dalam mencegah abrasi dan banjir pesisir. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan kewenangan masyarakat dalam pengambilan keputusan, dampak kebijakan tarif tiket terhadap pendapatan masyarakat, serta permasalahan pengelolaan sampah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan wisata berbasis masyarakat di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan penguatan partisipasi masyarakat, evaluasi kebijakan tarif, peningkatan fasilitas, serta edukasi lingkungan untuk mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memperkaya literatur mengenai strategi pengembangan wisata berbasis masyarakat.
==================================================================================================================================
Gunung Anyar Mangrove Botanical Garden in Surabaya is an urban coastal ecotourism destination that serves functions in conservation, education, research, and community empowerment. This study aims to analyze local community involvement in community-based tourism development and to identify the supporting and inhibiting factors influencing such participation. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. The informants included site managers, public relations staff, fishers, members of the Kelompok Tani Bahari, and food and beverage MSME vendors. The findings indicate that local communities actively participate in both operational and economic activities, with fishers providing river tour and boat services, farmers supplying seedlings and conducting mangrove planting activities, and MSME vendors offering food and beverage services. This community involvement reflects the principles of Community-Based Tourism by promoting the sustainable use of environmental resources, preserving local social and cultural authenticity, and generating long-term economic benefits for local residents. The tourism development strategy also integrates visitor experience, transportation, attractions, supporting facilities, and promotional information to improve the overall tourism experience. The primary factors encouraging community participation include economic opportunities, strong social networks, and ecological awareness of the role of mangrove ecosystems in preventing coastal erosion and flooding. Meanwhile, the main constraints consist of limited community involvement in decision-making processes, the impact of ticket pricing policies on local income, and waste management challenges. The study concludes that community-based tourism at the Gunung Anyar Mangrove Botanical Garden has been successfully implemented but requires stronger community participation, evaluation of ticket pricing policies, improvements in tourism facilities, and enhanced environmental education to support the long-term sustainability of tourism development.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pelibatan Masyarakat, Kebun Raya Mangrove, Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G155.A55 Tourism and city planning |
| Divisions: | Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Developmental Studies > 60201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Muhammad Bagaskara Nataningrat |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 03:59 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 03:59 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/135624 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
