Kajian Aspek Teknis Dan Finansial Peningkatan Sanitasi Layak Dan Sanitasi Aman Kabupaten Bangkalan

Azizy, Berry (2026) Kajian Aspek Teknis Dan Finansial Peningkatan Sanitasi Layak Dan Sanitasi Aman Kabupaten Bangkalan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5014221083-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5014221083-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (8MB) | Request a copy

Abstract

Kabupaten Bangkalan hingga tahun 2024 baru mencapai 2,9% akses sanitasi aman dan 50,3% sanitasi layak. Capaian tersebut masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bangkalan yang menargetkan 10,74% sanitasi aman pada tahun 2030 serta 100% sanitasi layak sesuai kebijakan Provinsi Jawa Timur. Dari sisi pendanaan, pelayanan air limbah domestik harus bersaing dengan bidang pendidikan dan transportasi. Hal ini menunjukkan adanya tantangan teknis dan finansial dalam pengelolaan air limbah domestik. Kondisi ini menuntut pemerintah untuk melakukan strategi peningkatan layanan sanitasi yang mampu menjamin pengelolaan lumpur tinja yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar permasalahan teknis dan finansial berdasarkan kondisi eksisting yang menjadi tantangan dalam pengelolaan sanitasi, serta menyusun proyeksi kebutuhan teknis dan finansial guna mendukung pencapaian target sanitasi layak dan sanitasi aman di Kabupaten Bangkalan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara, serta data sekunder dari instansi terkait. Teknik analisa data dilakukan dengan menentukan pola sanitasi masyarakat dan wilayah prioritas untuk mendapatkan proyeksi kebutuhan teknis dan finansial pencapaian target sanitasi hingga tahun 2030. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan teknis meliputi belum tersedianya IPLT, capaian sanitasi aman IPAL Komunal yang hanya 0,12%, masih terdapat 61 desa dengan warga yang belum memiliki tangki septik, 143 desa dengan warga yang tidak bersedia melakukan pengurasan lumpur tinja, serta keterbatasan akses truk tinja di 54 desa/kelurahan. Permasalahan finansial ditunjukkan oleh keterbatasan pagu APBD sebesar Rp7,57 miliar dan masyarakat hanya berkenan membayar < Rp.50.000 per tahunnya untuk layanan pengurasan. Peningkatan sanitasi layak direncanakan melalui pengadaan 2.981 tangki septik pada 2026– 2030 serta sosialisasi di beberapa desa. Peningkatan sanitasi aman direncanakan melalui pembangunan IPLT berkapasitas 42 m³/hari di Desa Masaran, didukung 5 truk tinja, 4 motor tinja, penerapan layanan lumpur tinja tidak terjadwal pada 2029, pengembangan LLTT pada 2030, serta sosialisasi sanitasi aman.
=======================================================================================================================================
Bangkalan Regency had only achieved 2.9% access to safely managed sanitation and 50.3% access to basic sanitation by 2024. These achievements remain far below the targets set in the Regional Medium-Term Development Plan, which aims to achieve 10.74% safely managed sanitation by 2030 and 100% basic sanitation in accordance with the policy of East Java Province. From a financial perspective, domestic wastewater services must compete with other sectors, such as education and transportation, for public funding. This situation indicates the existence of both technical and financial challenges in domestic wastewater management and highlights the need for strategies that can ensure sustainable fecal sludge management. This study aims to analyze the technical and financial root causes based on existing conditions that hinder sanitation management and to develop projections of technical and financial requirements to support the achievement of basic and safely managed sanitation targets in Bangkalan Regency. A descriptive-analytical approach was employed using primary data collected through field observations and interviews, as well as secondary data obtained from relevant institutions. Data analysis was conducted by identifying community sanitation patterns and priority service areas to estimate the technical and financial requirements needed to achieve sanitation targets through 2030. The results indicate that technical challenges include the absence of a Fecal Sludge Treatment Plant, only 0.12% safely managed sanitation coverage from communal wastewater treatment systems, households without septic tanks in 61 villages, unwillingness to desludge septic tanks in 143 villages, and limited truck access in 54 villages. Financial challenges include a Regional Revenue and Expenditure Budget allocation of only IDR 7.57 billion and residents’ willingness to pay less than IDR 50,000 annually for desludging. Improvement strategies include providing 2,981 septic tanks, constructing a 42 m³/day FSTP in Masaran Village, implementing on-call desludging, introducing Scheduled Fecal Sludge Management, and conducting sanitation awareness campaigns.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: IPLT, Kabupaten Bangkalan, Lumpur Tinja, Sanitasi Aman, Sanitasi Layak, Bangkalan Regency, Basic Sanitation, Fecal Sludge, FSTP, Safely Managed Sanitation
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD767.7 Sewage sludge treatment and disposal
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Berry Azizy
Date Deposited: 20 Jul 2026 14:21
Last Modified: 20 Jul 2026 14:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/135818

Actions (login required)

View Item View Item