Manajemen Risiko Unit Produksi Pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Siwalanpanji Kabupaten Sidoarjo

Mawardiani, Sekar (2026) Manajemen Risiko Unit Produksi Pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Siwalanpanji Kabupaten Sidoarjo. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5014221012-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5014221012-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Air minum aman merupakan kebutuhan penting dalam mendukung kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Sidoarjo mengalami peningkatan kasus penyakit bawaan air, seperti diare dan stunting, pada periode 2021–2023. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah kualitas air minum yang belum optimal. Perumda Delta Tirta Kabupaten Sidoarjo melalui Instalasi Pengolahan Air (IPA) Siwalanpanji memanfaatkan Sungai Afvoer Wilayut sebagai sumber air baku. Namun, kualitas air baku sering tidak memenuhi baku mutu akibat tingginya konsentrasi bahan pencemar serta fluktuasi kualitas air pada musim hujan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi keandalan proses pengolahan air sehingga diperlukan analisis manajemen risiko untuk mengidentifikasi bahaya dan mengendalikan risiko yang dapat mengganggu pemenuhan aspek kualitas penyediaan air minum.Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen risiko meliputi identifikasi kejadian bahaya, penilaian risiko, validasi tindakan pengendalian, kaji ulang risiko, dan penyusunan rencana mitigasi. Penilaian risiko dilakukan menggunakan matriks risiko 5×5 berdasarkan tingkat peluang kejadian dan dampak keparahan. Data yang digunakan meliputi observasi lapangan, hasil pengujian kualitas air baku dan air produksi, wawancara melalui kuesioner, dokumen operasional pemantauan dan pemeliharaan, spesifikasi teknis instalasi, serta dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) dan instruksi kerja.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 52 kejadian bahaya yang teridentifikasi pada unit produksi IPA Siwalanpanji, terdiri atas 2 risiko sangat tinggi, 4 risiko tinggi, 19 risiko medium, dan 27 risiko rendah. Risiko prioritas berkaitan dengan pengendalian kualitas air baku, proses pembubuhan bahan kimia, kesesuaian kriteria desain unit pengolahan, serta kondisi sarana dan peralatan. Hasil validasi dan kaji ulang risiko menunjukkan bahwa 46 kejadian bahaya telah didukung oleh tindakan pengendalian yang memadai, sedangkan 6 kejadian bahaya masih memerlukan perbaikan. Rencana mitigasi difokuskan pada peningkatan pemantauan kualitas air baku, optimalisasi pembubuhan bahan kimia, evaluasi aspek desain unit pengolahan, peningkatan pemeliharaan sarana dan peralatan, serta penguatan kompetensi operator. Implementasi rencana mitigasi diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko dan meningkatkan keandalan operasional unit produksi IPA Siwalanpanji secara berkelanjutan.
============================================================
============================================================
==========
Access to safe drinking water is a fundamental requirement for maintaining public health and community well-being. Between 2021 and 2023, Sidoarjo Regency recorded a rise in waterborne illnesses, most notably diarrhea and stunting, a trend linked in part to inadequate drinking water quality. To address this, Perumda Delta Tirta Sidoarjo operates the Siwalanpanji Water Treatment Plant (WTP), which draws its raw water from the Wilayut Drainage River. This source, however, is characterized by frequent noncompliance with water quality standards, driven by high pollutant loads and marked seasonal variability, especially during the rainy season. Such instability poses a risk to the reliability of the treatment process, underscoring the need for a structured risk management study to identify hazards and establish controls capable of sustaining drinking water service quality.The research applied a risk management framework encompassing hazard identification, risk assessment, control-measure validation, risk review, and improvement planning. Risk levels were assessed through a 5×5 risk matrix that accounted for both the probability of occurrence and the severity of impact. Supporting data were gathered from direct field observation, laboratory analysis of raw and treated water quality, structured interviews using questionnaires, records of operational monitoring and maintenance, technical documentation of the treatment units, and existing SOPs and work instructions.A total of 52 hazard events were identified across the production units of the Siwalanpanji WTP, distributed into 2 very-high-risk, 4 high-risk, 19 medium-risk, and 27 low-risk categories. The most critical risks centered on raw water quality management, chemical dosing accuracy, adherence to unit design specifications, and the state of facilities and equipment. Following validation and risk review, 46 hazard events were found to be adequately managed by existing controls, whereas 6 events remained inadequately controlled and required further improvement. Recommended corrective actions target enhanced raw water quality monitoring, refined chemical dosing practices, reassessment of treatment unit design parameters, improved equipment and facility upkeep, and strengthened operator competency collectively aimed at lowering risk levels and ensuring the long-term operational reliability of the Siwalanpanji WTP.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Bahaya, Instalasi Pengolahan Air (IPA), Kualitas, Manajemen Risiko, Pengendalian Risiko
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences > GE300 Environmental management
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management
T Technology > T Technology (General) > T174.5 Technology--Risk assessment.
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Sekar Mawardiani
Date Deposited: 24 Jul 2026 03:19
Last Modified: 24 Jul 2026 03:19
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/136379

Actions (login required)

View Item View Item