Halim, Najihun Ghulam (2026) Kajian Kelayakan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya pada Lokasi Terpilih di Maluku Papua Berdasarkan Hasil Pengujian Multi-Criteria Decision Making. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6047241006-Master_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Ketersediaan listrik merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong pembangunan daerah dan juga peningkatan ekonominya. Sebagai salah satu wilayah yang tertinggal, Pemerintah melalui PLN berkomitmen untuk meningkatkan ketersediaan listrik di wilayah Maluku dan Papua. Pembangunan PLTMG yang masif memang untuk meningkatkan ketersediaan listrik menimbulkan kekhawatiran terhadap lingkungan, seperti emisi udara dan timbulan limbah cair. Di sisi lain, letak Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa menjadikan wilayah Maluku dan Papua memiliki potensi yang besar untuk pengembangan PLTS. Untuk dapat mengembangkannya dengan baik, dibutuhkan metode evaluasi dan kajian kelayakan yang komprehensif. Penelitian yang menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) ini menghasilkan Timika sebagai lokasi terpilih pembangunan PLTS. Berdasarkan analisa teknis, lokasi Timika dapat dilakukan pembangunan PLTS+BESS dengan energi yang dihasilkan sebesar 8.525.229 kWh/ tahun dan rasio performa hingga 80,43%. Sedangkan melalui analisa ekonomi, pembangunan PLTS+BESS di Timika ini memiliki nilai LCOE sebesar Rp 2.393/kWH, NPV sebesar Rp 48.432.670.166, ROI senilai 173% dan IRR sebesar 7,20%. Sehingga secara keseluruhan, rencana pembangunan PLTS+BESS di Timika layak untuk dilaksanakan.
======================================================================================================================================
Electricity availability is one of the success factors to accelerate regional development and its economic growth in Indonesia. As one of the underdeveloped regions, The Indonesia Government through PLN has a commitment to increase electricity in Maluku and Papua region. Massive PLTMG development is a big step to reach the commitment, but it’s left a concern about environmental effects such as air pollution and liquid waste from electricity production. Meanwhile, Indonesia’s location around the equator line makes Maluku and Papua region have a huge potential for developing solar power plant. A comprehensive evaluation method and feasibility study are needed to support the development properly. This study is using Analytical Hierarchy Process (AHP) and Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) to give a result that Timika is selected location for developing solar power plant. Then by using technical analysis, a PLTS+BESS can be built at Timika with 8.525.299 kWH/year as energy output. While by using economic analysis, the development of PLTS+BESS Timika has Rp 2.393/kWh as LCOE Value, Rp 48.432.670.166 as NPV Value, 173% ROI and 7,20% on IRR Value. By overall, the development planning of PLTS+BESS Timika is feasible and worth to be executed.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | PLTS, AHP-TOPSIS, Kajian Kelayakan Teknis dan Ekonomi, solar power plant, AHP-TOPSIS, technical and economic feasibility |
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) > T57.62 Simulation |
| Divisions: | Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 78201-System And Technology Innovation |
| Depositing User: | Najihun Ghulam Halim |
| Date Deposited: | 24 Jul 2026 04:03 |
| Last Modified: | 27 Jul 2026 07:11 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/136756 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
