Evaluasi Kapasitas Dan Rekomendasi Alternatif Lokasi Intake Air Baku Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Dengan Pemodelan WEAP

Gani, Sandy Fairuz (2026) Evaluasi Kapasitas Dan Rekomendasi Alternatif Lokasi Intake Air Baku Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Dengan Pemodelan WEAP. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5014221102_Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5014221102_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Kota Surabaya menggantungkan pemenuhan air minumnya pada Sungai Surabaya yang dikelola IPAM Karangpilang dan Ngagel. Namun, pertumbuhan penduduk memicu lonjakan kebutuhan di tengah ancaman penyusutan debit hilir akibat ekstraksi industri dan pencemaran berat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas neraca air, menguji keandalan tingkat pelayanan PERUMDA Air Minum Surya Sembada hingga 2050, serta merumuskan kapasitas optimal dan relokasi intake.
Metode yang digunakan adalah pemodelan kuantitatif menggunakan perangkat lunak Water Evaluation and Planning (WEAP) dengan pembagian 7 segmen spasial. Input data mencakup debit historis 10 tahun (2016–2025) untuk menentukan Debit Andalan 90% (Q90) Skenario Tahun Kering, persentase Non-Revenue Water (NRW), dan data pelanggan. Proyeksi kebutuhan dihitung secara Geometrik dengan pertumbuhan 1,8% per tahun, sedangkan kualitas air menggunakan prinsip neraca massa (mass balance).
Hasil pemodelan menunjukkan debit andalan hulu (Q90) sebesar 21 m³/detik pada kemarau, sementara kebutuhan total melonjak dari 8,19 m³/detik (2026) menjadi 12,56 m³/detik (2050). Pada kemarau 2050, sisa aliran Segmen 5 menyusut kritis hingga <2 m³/detik. Kapasitas eksisting (11,7 m³/detik) tidak lagi andal, ditandai penurunan coverage dari 94,28% (2025) menjadi 59,41% (2050) serta defisit (unmet demand) puncak 5,10 m³/detik. Dengan Faktor Hari Maksimum 1,3, dirumuskan tambahan kapasitas optimal 6,6 m³/detik (total kapasitas 18,33 m³/detik). Berdasarkan aspek kelayakan kuantitas dan kualitas, lokasi eksisting Segmen 5 (BOD 4,45 mg/L; COD 21,52 mg/L; TSS 563,05 mg/L) dan Segmen 7 (BOD 3,08 mg/L; COD 23,20 mg/L; TSS 168,77 mg/L) dinyatakan kurang layak. Rekomendasi terbaik adalah memindahkan intake ke Segmen 4 karena debitnya melimpah (rata-rata 460,19 m³/detik), kualitas lebih bersih (BOD 4,35 mg/L; COD 14,11 mg/L; TSS 79,93 mg/L), dan jarak perpipaan paling ekonomis.
========================================================================================================================================
Surabaya City relies on the Surabaya River, treated via the Karangpilang and Ngagel WTPs, for its drinking water. However, rapid population growth drives rising demand amidst downstream discharge depletion from industrial extraction and heavy pollution. This study aims to evaluate the river's water balance, assess the service reliability of PERUMDA Air Minum Surya Sembada up to 2050, and formulate optimal capacity expansion and intake relocation.
The method employs quantitative water resources modeling using the Water Evaluation and Planning (WEAP) software across 7 spatial segments. Input data includes a 10-year historical daily discharge (2016–2025) to determine the 90% Reliable Discharge (Q90) under a Dry Year Scenario, Non-Revenue Water (NRW) rates, and customer statistics. Demand is projected geometrically at a 1.8% annual growth rate, while water quality is simulated based on mass balance principles. Results show that dry-season upstream reliable discharge (Q90) is 21 m³/s, while total demand climbs from 8.19 m³/s (2026) to 12.56 m³/s (2050). By the 2050 dry season, the remaining flow in Segment 5 drops critically to <2 m³/s. The existing capacity (11.7 m³/s) is inadequate, as service coverage declines from 94.28% (2025) to 59.41% (2050), triggering a peak deficit (unmet demand) of 5.10 m³/s. Using a Maximum Day Factor of 1.3, an optimal additional capacity of 6.6 m³/s (totaling 18.33 m³/s) is formulated. Due to quantity and quality constraints, existing intakes in Segment 5 (BOD 4.45 mg/L; COD 21.52 mg/L; TSS 563.05 mg/L) and Segment 7 (BOD 3.08 mg/L; COD 23.20 mg/L; TSS 168.77 mg/L) are deemed unfeasible. Relocating the intake to Segment 4 is recommended due to its abundant discharge (average 460.19 m³/s), cleaner quality (BOD 4.35 mg/L; COD 14.11 mg/L; TSS 79.93 mg/L), and highly economical piping distance.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: air baku, intake, neraca air, WEAP, Sungai Surabaya raw water, intake, water balance, WEAP, Surabaya River
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD481 Water distribution systems
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Sandy Fairuz Gani
Date Deposited: 26 Jul 2026 03:32
Last Modified: 26 Jul 2026 03:32
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/137228

Actions (login required)

View Item View Item