Analisis Perencanaan Timbunan Eksisting dan Perencanaan Alternatif Timbunan dengan Sisi Tegak Menggunakan Material Ringan (Mortar Busa)(Studi Kasus: Jembatan Overpass 2 STA 26+781)

Amar, Muhamad Rizqi (2026) Analisis Perencanaan Timbunan Eksisting dan Perencanaan Alternatif Timbunan dengan Sisi Tegak Menggunakan Material Ringan (Mortar Busa)(Studi Kasus: Jembatan Overpass 2 STA 26+781). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5012221175-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5012221175-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Jakarta–Cikampek II Selatan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas wilayah serta mengurangi beban lalu lintas pada ruas tol eksisting. Pada Jembatan Overpass 2 STA 26+781, terdapat timbunan belakang abutment setinggi ±10 m yang dibangun di atas tanah dasar dominan lempung. Kondisi ini memerlukan evaluasi terhadap stabilitas timbunan, pemampatan tanah dasar, serta alternatif perencanaan yang dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan kinerja geoteknik.Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi timbunan eksisting serta merencanakan alternatif timbunan tegak menggunakan perkuatan geotextile dan material ringan mortar busa. Tiga alternatif timbunan dikaji, yaitu sirtu 100%, kombinasi sirtu 75% dan mortar busa 25%, serta kombinasi sirtu 50% dan mortar busa 50%. Analisis geoteknik yang dilakukan meliputi daya dukung tanah dasar, stabilitas lereng, pemampatan primer dan sekunder, perencanaan preloading, perencanaan geotextile, serta evaluasi pondasi bore pile abutment.Hasil analisis menunjukkan bahwa timbunan eksisting memenuhi persyaratan daya dukung dengan faktor keamanan sebesar 1,779. Namun, timbunan dengan tinggi 9,6 m dan 7,6 m memerlukan perkuatan geotextile untuk mencapai faktor keamanan minimum 1,5. Penggunaan mortar busa terbukti mengurangi settlement secara signifikan; pada tinggi timbunan 9,6 m selama 15 tahun, settlement berkurang dari 0,208 m pada timbunan tanpa mortar busa menjadi 0,174 m pada mortar busa 25% dan 0,137 m pada mortar busa 50%, sekaligus menurunkan laju pemampatan dan kebutuhan tinggi preloading. Evaluasi pondasi bore pile menunjukkan kapasitas kelompok tiang memenuhi persyaratan, namun beban maksimum tiang dan respon lateral memerlukan evaluasi lebih lanjut terhadap konfigurasi pondasi.
=====================================================================================================================================
The development of the Jakarta–Cikampek II Selatan Toll Road is one of the efforts to improve regional connectivity and reduce traffic load on existing toll road sections. At Overpass Bridge 2 STA 26+781, there is an abutment backfill embankment approximately 10 m high constructed on a predominantly clay subgrade. This condition requires evaluation of embankment stability, subgrade consolidation settlement, and alternative planning to improve land use efficiency and geotechnical performance.This study aims to analyze the existing embankment condition and design alternative vertical embankments using geotextile reinforcement and lightweight foamed mortar material. Three embankment alternatives were examined, namely 100% gravel-sand fill, a combination of 75% gravel-sand and 25% foamed mortar, and a combination of 50% gravel-sand and 50% foamed mortar. Geotechnical analyses carried out include subgrade bearing capacity, slope stability, primary and secondary consolidation settlement, preloading design, geotextile design, and evaluation of abutment bore pile foundation.The analysis results indicate that the existing embankment meets bearing capacity requirements with a safety factor of 1.779. However, embankments with heights of 9.6 m and 7.6 m require geotextile reinforcement to achieve the minimum safety factor of 1.5. The use of foamed mortar significantly reduces settlement; at an embankment height of 9.6 m over 15 years, settlement decreases from 0.208 m without foamed mortar to 0.174 m with 25% foamed mortar and 0.137 m with 50% foamed mortar, while also reducing the rate of consolidation and preloading height requirements. Bore pile foundation evaluation shows that the pile group capacity meets the requirements, however the maximum pile load and lateral response require further evaluation of the foundation configuration.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: timbunan, geotextile, mortar busa, stabilitas lereng, pemampatan, bore pile, embankment, geotextile, foamed mortar, slope stability, consolidation settlement, bore pile
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Muhamad Rizqi Amar
Date Deposited: 29 Jul 2026 07:21
Last Modified: 29 Jul 2026 07:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/138882

Actions (login required)

View Item View Item