Feriansyah, Ardian (2026) Pengaruh Pengungkapan Lingkungan, Sosial, Dan Tata Kelola Terhadap Risiko Perusahaan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5031221088_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini didasari oleh adanya kesenjangan kualitas tata kelola perusahaan di negara-negara ASEAN-5 serta inkonsistensi hasil penelitian terdahulu mengenai dampak pengungkapan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) terhadap risiko keuangan. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji dan membuktikan secara empiris pengaruh pengungkapan LST terhadap risiko perusahaan pada perusahaan publik di kawasan ASEAN-5 (Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia). Risiko perusahaan dalam studi ini diproksikan melalui dua pendekatan utama, yaitu risiko kebangkrutan yang diukur dengan Altman Z-Score dan risiko utang yang diukur dengan rasio leverage (Debt to Equity Ratio/DER). Data penelitian menggunakan data sekunder yang bersumber dari database Bloomberg dengan periode pengamatan selama 11 tahun, mulai dari tahun 2013 hingga 2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan melibatkan variabel kontrol seperti Tobin's Q, asset growth, sales growth, dan employee growth untuk meningkatkan presisi model. Landasan teoretis yang digunakan dalam penelitian ini mencakup Teori Pemangku Kepentingan (Stakeholder Theory) dan Teori Legitimasi (Legitimacy Theory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan LST berpengaruh positif dan signifikan terhadap risiko utang (leverage), yang mengindikasikan bahwa pemenuhan ekspektasi transparansi LST membutuhkan biaya tinggi sehingga mendorong perusahaan untuk meningkatkan pendanaan eksternalnya. Sebaliknya, pengungkapan LST tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan risiko kebangkrutan (Altman Z-Score). Hal ini membuktikan bahwa stabilitas dan kesehatan keuangan jangka pendek pada perusahaan di kawasan ASEAN-5 lebih banyak didikte oleh nilai perusahaan di mata pasar (Tobin's Q) serta efisiensi operasional (pertumbuhan penjualan dan aset), bukan semata-mata dari tingginya skor pengungkapan keberlanjutan.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan literatur manajemen keuangan serta manfaat praktis bagi manajemen perusahaan dalam mengevaluasi efektivitas kinerja LST sebagai instrumen strategis untuk menurunkan profil risiko perusahaan. ======================================================================================================================================
This study aims to empirically examine and prove the influence of Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure on corporate risk in public companies across the ASEAN-5 region (Singapore, Malaysia, Thailand, the Philippines, and Indonesia). The background of this research is driven by the significant gap in corporate governance quality among ASEAN-5 countries and the inconsistencies in prior research findings regarding the impact of ESG disclosure on financial risk. In this study, corporate risk is proxied through two main approaches: bankruptcy risk, measured by the Altman Z-Score, and debt risk, measured by the leverage ratio (Debt to Equity Ratio/DER). The research utilizes secondary data sourced from the Bloomberg database, covering a 11-year observation period from 2013 to 2023. The analytical method employed is panel data regression, incorporating control variables such as Tobin’s Q, asset growth, sales growth, and employee growth to enhance model precision. The theoretical framework of this study is built upon Stakeholder Theory and Legitimacy Theory. The results indicate that ESG disclosure has a significant positive effect on debt risk (leverage), suggesting that meeting the demands for ESG transparency incurs high costs, thereby driving companies to increase their external financing. Conversely, ESG disclosure has no significant effect on bankruptcy risk (Altman Z-Score). This proves that short-term financial stability and health in ASEAN-5 companies are dictated more by the company's market value (Tobin's Q) and operational efficiency (sales and asset growth), rather than merely a high sustainability disclosure score.This research is expected to provide a theoretical contribution to the development of financial management literature, as well as practical benefits for company management in evaluating the effectiveness of ESG performance as a strategic instrument to reduce the company's risk profile.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengungkapan LST, Risiko Perusahaan, ESG Disclosure, Firm Risk, ASEAN-5, Altman Z-Score, Leverage. |
| Subjects: | H Social Sciences > HC Economic History and Conditions > HC79.E5 Sustainable development. (circular economy) |
| Divisions: | Faculty of Creative Design and Digital Business (CREABIZ) > Business Management > 61205-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Ardian Feriansyah |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 03:07 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 03:07 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/140063 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
