Renggana, Khansa Khalisha (2026) Strategi Pengembangan Sangkima Jungle Park Berbasis Pariwisata Berkelanjutan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015221169-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Sangkima Jungle Park (SJP) merupakan kawasan wisata alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional Kutai dengan potensi keanekaragaman flora fauna endemik Kalimantan dan pohon ulin terbesar di Indonesia. Namun, pengelolaannya masih menghadapi tantangan, antara lain pelampauan daya dukung kawasan yang berulang selama tiga periode pada Lomba Lintas Alam Kutai Wana Rally (2018, 2019, 2024), mencapai 756 orang per hari pada tahun 2024 dari batas 573 orang per hari, praktik pembakaran sampah, serta belum optimalnya manfaat ekonomi lokal meskipun fasilitas pemberdayaan telah tersedia. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan di SJP melalui tiga sasaran: identifikasi kondisi eksisting, analisis tingkat keberlanjutan, dan perumusan strategi, menggunakan mixed method yaitu analisis deskriptif kualitatif (Sasaran 1), Multidimensional Scaling dengan pendekatan Rap-Tourism terhadap 31 atribut pada 5 dimensi (Sasaran 2), dan analisis deskriptif kualitatif (Sasaran 3). Hasil Sasaran 1 menunjukkan 22 dari 31 subvariabel tergolong terkelola, dengan permasalahan utama pada dimensi ekonomi dan sosial budaya. Hasil Sasaran 2 menunjukkan status keberlanjutan SJP secara keseluruhan cukup berkelanjutan (indeks 64,59), dengan dimensi lingkungan tertinggi (79,82, sangat berkelanjutan), diikuti fasilitas dan infrastruktur (70,90), kelembagaan (67,50), dan sosial budaya (55,51) yang cukup berkelanjutan, sementara dimensi ekonomi terendah (49,21, kurang berkelanjutan) dengan atribut paling sensitif berupa kontribusi terhadap PADes dan dana pengelolaan wisata. Berdasarkan sintesis kedua sasaran, Sasaran 3 menghasilkan strategi pada empat dimensi prioritas dalam tiga tingkatan. Prioritas tinggi berupa kerja sama formal untuk kontribusi PADes; prioritas sedang berupa sistem kuota dan time slot kunjungan serta aktivasi budaya lokal melalui amfiteater; dan prioritas rendah mencakup perbaikan pengelolaan sampah, formalisasi kerja sama Pokdarwis, pengembangan produk UMKM dan paket wisata birdwatching, perluasan penyerapan tenaga kerja lokal, serta penerapan energi terbarukan bertahap.
=====================================================================================================================================
Sangkima Jungle Park (SJP) is a nature tourism area within the Utilization Zone of Kutai National Park, holding significant potential through its endemic flora-fauna diversity and Indonesia's largest ulin tree. However, its management still faces challenges, including recurring carrying capacity exceedance over three periods of the Kutai Wana Rally event (2018, 2019, 2024), reaching 756 visitors per day in 2024 against a limit of 573, ongoing waste burning practices, and limited local economic benefit despite the availability of empowerment facilities. This study aims to formulate a sustainable tourism development strategy for SJP through three objectives identifying current conditions, analyzing sustainability levels, and formulating strategies using a mixed method approach: qualitative descriptive analysis (Objective 1), Multidimensional Scaling with the Rap-Tourism approach across 31 attributes in 5 dimensions (Objective 2), and qualitative descriptive analysis (Objective 3). Objective 1 results show 22 of 31 subvariables classified as well managed, with major issues concentrated in the economic and sociocultural dimensions. Objective 2 results show SJP's overall sustainability status as moderately sustainable (index 64.59), with the environmental dimension highest (79.82, highly sustainable), followed by facilities and infrastructure (70.90), institutional and governance (67.50), and sociocultural (55.51), all moderately sustainable, while the economic dimension was lowest (49.21, less sustainable), with the most sensitive attributes being contribution to Village Revenue (PADes) and tourism management funding. Based on the synthesis of both objectives, Objective 3 produced strategies across four priority dimensions in three tiers. The high priority strategy involves formal partnerships to integrate tourism's contribution to PADes; medium priority strategies include a quota and time-slot system for visits and revitalizing local culture through the amphitheater; and low priority strategies include improving waste management, formalizing cooperation with Pokdarwis, developing MSME products and birdwatching tour packages, expanding local employment absorption, and gradually implementing renewable energy.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Taman Nasional Kutai, Pariwisata berkelanjutan, Sangkima Jungle Park, Rap-Tourism, kualitatif deskriptif, strategi pengembangan, Kutai National Park, Sustainable tourism, Sangkima Jungle Park, Rap-Tourism, qualitative descriptive, development strategy |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Khansa Khalisha Renggana |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 03:53 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 03:53 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/140477 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
