Akram, Muhammad Farras (2026) Arahan Pengembangan Nomadic Tourism Di Waduk Sermo Kabupaten Kulon Progo. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015221150-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) | Request a copy |
Abstract
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045 menetapkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu destinasi pariwisata nasional yang pengembangannya dipandu oleh Rencana Induk Destinasi Pariwisata Nasional Borobudur-Yogyakarta-Prambanan. Dokumen yang merupakan rencana induk pengembangan destinasi pariwisata prioritas tersebut menyoroti kebutuhan diversifikasi produk wisata di luar wisata budaya sehingga dibutuhkan inovasi produk wisata baru pada kawasan perluasannya, termasuk Kabupaten Kulon Progo. Salah satu destinasi yang berpotensi menjawab kebutuhan tersebut adalah Waduk Sermo, yang memiliki potensi wisata luar ruangan tinggi dan diarahkan untuk dikembangkan melalui Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA), namun jumlah kunjungan wisatawannya masih rendah dibandingkan destinasi unggulan lain di Kabupaten Kulon Progo. Di sisi lain, status Waduk Sermo sebagai kawasan lindung menyebabkan pembangunan infrastruktur wisata permanen menjadi terbatas akibat regulasi tata ruang. Konsep nomadic tourism dengan karakteristik fasilitas non-permanen dan mobilitas tinggi dipandang sebagai pendekatan yang relevan untuk menjawab kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan pengembangan nomadic tourism di Waduk Sermo menggunakan metode analisis Delphi menentukan variabel berpengaruh, Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan variabel prioritas, triangulasi untuk identifikasi potensi masalah, serta analisis deskriptif kualitatif untuk merumuskan arahan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan 25 variabel mencapai konsensus pada tahap Delphi, dengan 9 subkriteria teridentifikasi sebagai prioritas melalui AHP, yaitu camping, manajemen kapasitas dan ruang, kebijakan zonasi wisata, wisata air, promosi, perizinan dan standarisasi amenitas, konstruksi amenitas temporer , dan ruang terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan nomadic tourism mampu menjadi solusi yang menyeimbangkan optimalisasi potensi wisata dengan pelestarian fungsi ekologis Waduk Sermo sebagai kawasan lindung.
=================================================================================================================================
The National Long-Term Development Plan 2025–2045 designates the Special Region of Yogyakarta as a national tourism destination guided by the Master Plan for the Borobudur-Yogyakarta-Prambanan National Tourism Destination . This master plan underscores the necessity of diversifying tourism products beyond cultural tourism, requiring product innovation within its expansion areas, including Kulon Progo Regency. Sermo Reservoir represents one destination with the potential to address this need, given its considerable potential for outdoor tourism and its designation for development under the Regional Tourism Development Master Plan however, its visitor numbers remain comparatively low relative to other leading destinations in Kulon Progo Regency. Concurrently, Sermo Reservoir's status as a protected area constrains the construction of permanent tourism infrastructure under the spatial regulation. Nomadic tourism, characterized by non-permanent and highly mobile facilities, is considered a relevant approach for addressing this constraint. This study aims to formulate development directives using Delphi analysis to identify influential variables, the Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine priority variables, triangulation to identify potential and challenges and qualitative descriptive analysis to formulate development directives. Results indicate that 25 variables reached consensus at the Delphi stage, with 9 subcriteria identified as priorities through AHP: camping, capacity and space management, tourism zoning policy, water-based tourism, promotion, traffic signage, amenity licensing and standardization, temporary amenity construction, and open space. This study concludes that nomadic tourism development can reconcile the optimization of tourism potential with the preservation of Sermo Reservoir's ecological function as a protected area.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nomadic Tourism, Waduk Sermo, Arahan Pengembangan, Nomadic Tourism, Sermo Reservoir, Development Directions. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G155.A55 Tourism and city planning |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Muhammad Farras Akram |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 03:29 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 03:29 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/140654 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
