Setiawan, Carla Angelyn (2026) Strategies For Mitigating Respiratory Health Risks in a Persistent Light Slum. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015221010-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (13MB) | Request a copy |
Abstract
Urban slums remain a persistent global challenge, with approximately 1.1 billion people living in slum-like conditions worldwide. In Indonesia, around 33 million people are estimated to live in slums, posing significant public health concerns. Despite being officially classified as a "very light slum," Petojo Binatu in Central Jakarta continues to exhibit environmental and socioeconomic vulnerabilities that worsen residents' exposure to respiratory diseases. Previous research on slum upgrading has largely prioritized physical interventions, leaving a gap in integrated socio-environmental strategy formulation specifically addressing respiratory health risks in low-severity slum categories. This study aims to formulate strategies for mitigating respiratory health risks in Petojo Binatu by identifying existing slum conditions and determining the priority factors driving respiratory disease vulnerability. Employing a mixed-method approach, this research combined area profiling and SWOT analysis, continued by Analytic Hierarchy Process (AHP), to analyze physical, environmental, and socioeconomic dimensions of the study area. Findings reveal that poor housing quality, high population density, limited open space, air pollution accumulation, inadequate sanitation, and poor waste management are the most critical contributing factors. SWOT quadrant analysis reveals a Turn-Around Strategy is best fitted to solve the respiratory problem in Petojo Binatu. The study recommends integrated strategies encompassing environmental improvement, community-based health interventions, and sustainable urban upgrading are essential to reduce respiratory health risks and strengthen the resilience of persistent light slum settlements.
=====================================================================================================================================
Permukiman kumuh masih menjadi tantangan global yang sulit diselesaikan, sekitar 1,1 miliar penduduk hidup dalam kondisi menyerupai kawasan kumuh di seluruh dunia. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 33 juta penduduk tinggal di kawasan kumuh, sehingga menimbulkan permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan. Meskipun secara resmi diklasifikasikan sebagai permukiman kumuh ringan, kawasan Petojo Binatu di Jakarta Pusat masih menunjukkan kerentanan lingkungan dan sosial ekonomi yang meningkatkan paparan masyarakat terhadap penyakit pernapasan. Penelitian-penelitian terdahulu mengenai penanganan permukiman kumuh umumnya berfokus pada intervensi fisik, sehingga masih terdapat kesenjangan dalam perumusan strategi sosial-lingkungan yang terintegrasi untuk mengatasi risiko kesehatan pernapasan, khususnya pada kawasan kumuh dengan tingkat keparahan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi mitigasi risiko kesehatan pernapasan di Petojo Binatu melalui identifikasi kondisi eksisting permukiman kumuh serta penentuan faktor-faktor prioritas yang memengaruhi kerentanan terhadap penyakit pernapasan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan analisis profil kawasan dan analisis SWOT, yang dilanjutkan dengan Analytic Hierarchy Process (AHP) untuk menganalisis dimensi fisik, lingkungan, dan sosial ekonomi pada wilayah studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas hunian yang buruk, kepadatan penduduk yang tinggi, keterbatasan ruang terbuka, akumulasi polusi udara, sanitasi yang tidak memadai, serta pengelolaan sampah yang buruk merupakan faktor-faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya risiko kesehatan pernapasan. Analisis kuadran SWOT menunjukkan bahwa Strategi Turn-Around (WO) merupakan strategi yang paling tepat untuk mengatasi permasalahan kesehatan pernapasan di Petojo Binatu. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi yang terintegrasi, meliputi peningkatan kualitas lingkungan permukiman, intervensi kesehatan berbasis masyarakat, serta peningkatan kualitas kawasan secara berkelanjutan guna mengurangi risiko kesehatan pernapasan dan memperkuat ketahanan permukiman kumuh ringan yang bersifat persisten.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Permukiman Kumuh, Risiko Kesehatan Pernapasan, Strategi Kesehatan Perkotaan, Petojo Binatu, SWOT-AHP, Urban Slum, Respiratory Health Risk, Urban Health Strategy, Petojo Binatu, SWOT-AHP |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN690.5 Slums |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Carla Angelyn Setiawan |
| Date Deposited: | 01 Aug 2026 06:38 |
| Last Modified: | 01 Aug 2026 06:38 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/141624 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
