Sabilla, Meydia (2026) Arahan Pengembangan Healthy Streets Dalam Perspektif Urban Health Di Koridor Jalan Tunjungan Surabaya. Other thesis, Instiitut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015221017-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (7MB) | Request a copy |
Abstract
Koridor Jalan Tunjungan merupakan kawasan heritage sekaligus pusat komersial di Kota Surabaya yang memiliki aktivitas perkotaan yang tinggi. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai tantangan Urban Health, seperti kenyamanan termal, kualitas udara, serta aksesibilitas dan inklusivitas ruang jalan yang belum optimal. Pengembangan koridor perlu diarahkan agar mampu menciptakan ruang jalan yang lebih sehat bagi seluruh pengguna. Penelitian ini bertujuan merumuskan arahan pengembangan Koridor Jalan Tunjungan berdasarkan konsep Healthy Streets dalam perspektif Urban Health melalui identifikasi indikator dan variabel, penilaian persepsi pengguna, serta penyusunan arahan pengembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan metode kuantitatif. Identifikasi indikator dan variabel dilakukan menggunakan metode Modified Delphi yang melibatkan enam responden ahli. Penilaian kondisi koridor dilakukan melalui survei persepsi terhadap 100 pengguna jalan menggunakan skala Likert. Selanjutnya, arahan pengembangan dirumuskan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan membandingkan hasil penilaian terhadap teori ideal dan best practice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh 10 indikator Healthy Streets tetap relevan diterapkan pada Koridor Jalan Tunjungan, namun memerlukan penyesuaian pada tingkat variabel sehingga diperoleh 29 variabel yang disepakati. Menariknya, variabel kebisingan aktivitas komersial tidak lagi dipertahankan karena pada koridor heritage-komersial aktivitas tersebut dipandang sebagai bagian dari vitalitas kawasan, bukan sumber gangguan utama. Hasil penilaian persepsi menunjukkan bahwa Koridor Jalan Tunjungan telah berhasil mewujudkan ruang publik yang menarik melalui konektivitas, fasilitas penyeberangan, dan daya tarik visual kawasan, namun belum sepenuhnya memenuhi aspek manageability dalam teori Salutogenesis karena masih terdapat keterbatasan aksesibilitas dan rasa aman bagi kelompok rentan, terutama penyandang disabilitas dan pesepeda. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan arahan pengembangan secara bertahap sesuai tingkat prioritas setiap variabel untuk mendukung terwujudnya Koridor Jalan Tunjungan sebagai ruang jalan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan dalam perspektif Urban Health.
==================================================================================================================================
Tunjungan Street Corridor is a heritage and commercial area in Surabaya characterized by intensive urban activities that present various Urban Health challenges, including thermal comfort, air quality, and inadequate accessibility and inclusivity. This study aims to formulate development directions for the corridor based on the Healthy Streets concept from an Urban Health perspective by identifying relevant indicators and variables, assessing users' perceptions, and developing planning recommendations. A rationalistic approach with quantitative methods was employed. Indicators and variables were identified using the Modified Delphi method involving six experts, while corridor conditions were assessed through a perception survey of 100 street users using a five-point Likert scale. Development directions were then formulated through qualitative descriptive analysis by comparing the findings with theoretical standards and best practices. The results show that all ten Healthy Streets indicators remain relevant for the corridor, with adjustments resulting in 29 agreed variables. A notable finding is that commercial activity noise was excluded because it is perceived as part of the vitality of a heritage-commercial corridor rather than a major disturbance. The perception assessment indicates that the corridor performs well in connectivity, crossing facilities, and visual attractiveness. However, it has not fully achieved the manageability dimension of Salutogenesis due to limited accessibility and perceived safety for vulnerable groups, particularly people with disabilities and cyclists. Accordingly, phased development directions were proposed based on the priority of each variable to support a healthier, more inclusive, and sustainable street environment.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Healthy Streets, Urban Health, Jalan Tunjungan, Delphi, persepsi pengguna jalan Healthy Streets, Urban Health, Tunjungan Street , Delphi, street users perceptions. |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Meydia Sabilla |
| Date Deposited: | 03 Aug 2026 01:37 |
| Last Modified: | 03 Aug 2026 01:37 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/141914 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
