Desain Alternatif Perbaikan Tanah Lunak dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Geotextile untuk Perkuatan Timbunan (Embankment) pada Proyek Jalan Tol Kediri Tulungagung (Akses Tol Bandara Dhoho) Seksi-2 STA. 2+300 - 2+425

Basman, Alif Naufal (2026) Desain Alternatif Perbaikan Tanah Lunak dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) dan Geotextile untuk Perkuatan Timbunan (Embankment) pada Proyek Jalan Tol Kediri Tulungagung (Akses Tol Bandara Dhoho) Seksi-2 STA. 2+300 - 2+425. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2035221014-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
2035221014-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (20MB) | Request a copy

Abstract

Pembangunan jalan tol di wilayah dengan karakteristik tanah lunak memerlukan penanganan khusus untuk mengatasi potensi penurunan berlebih dan ketidakstabilan lereng. Proyek Jalan Tol Kediri–Tulungagung (Akses Tol Bandara Dhoho) pada Seksi-2 STA 2+300–2+425 menghadapi kondisi lapisan lempung lunak dengan nilai N-SPT berkisar 3–6 hingga kedalaman 11 meter. Hasil analisis menunjukkan waktu konsolidasi alami untuk mencapai derajat konsolidasi 90% adalah 7–48 tahun, jauh melampaui jadwal konstruksi yang tersedia, sehingga diperlukan metode percepatan konsolidasi dan perkuatan untuk memastikan stabilitas timbunan.
Penelitian ini melakukan analisis perbaikan tanah lunak menggunakan kombinasi metode Prefabricated Vertical Drain (PVD) dengan preloading dan perkuatan geotekstil. PVD dengan pola segitiga dan jarak pemasangan 1 meter didesain untuk mempercepat konsolidasi dengan memperpendek lintasan drainase. Perkuatan menggunakan geotekstil woven dengan kuat tarik ultimate 200 kN/m dan faktor keamanan 1,5 untuk instalasi, 2,0 untuk rangkak, serta 1,0 untuk degradasi kimia dan 1,1 untuk degradasi biologi. Analisis stabilitas lereng menggunakan metode Bishop melalui software GEO5, sementara verifikasi perilaku penurunan dan deformasi dilakukan melalui pemodelan numerik PLAXIS 2D V24 dengan pemodelan tahapan konstruksi bertahap. Perhitungan kebutuhan perkuatan didasarkan pada defisit momen tahan yang harus dipenuhi lapisan geotekstil.
Hasil penelitian menunjukkan penurunan konsolidasi primer sebesar 0,688 m pada STA 2+300, 1,018 m pada STA 2+350, dan 1,146 m pada STA 2+425. Waktu konsolidasi alami dipercepat dari 7 tahun dan 48 tahun menjadi 8 minggu dan 12 minggu dengan pemasangan PVD dan preloading. Dari analisis stabilitas, STA 2+300 memenuhi persyaratan dengan faktor keamanan 2,48, sedangkan STA 2+350 dan STA 2+425 memerlukan perkuatan geotekstil masing-masing sebanyak 3 lapis dan 7 lapis untuk mencapai faktor keamanan minimum 1,25. Verifikasi numerik menggunakan PLAXIS 2D menghasilkan penurunan 0,66 m, 0,64 m, dan 0,77 m yang mendekati perhitungan manual, memvalidasi rencana perbaikan tanah. Detail Engineering Design dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) disusun dengan total biaya material sebesar Rp 12.813.495.760,51.
=====================================================================================================================================
The development of toll roads in areas with soft soil characteristics requires special attention to address potential excessive settlement and slope instability. The Kediri–Tulungagung Toll Road Project (Bandara Dhoho Access) at Section-2 STA 2+300–2+425 faces conditions of soft clay layers with N-SPT values ranging from 3–6 up to a depth of 11 meters. Analysis results show that the time for natural consolidation to reach 90% consolidation degree is 7–48 years, far exceeding the available construction schedule. Therefore, methods for accelerating consolidation and reinforcement are necessary to ensure embankment stability.
This research conducts soft soil improvement analysis using a combination of Prefabricated Vertical Drain (PVD) method with preloading and Geotextile reinforcement. PVD with triangular pattern and 1-meter installation spacing is designed to accelerate consolidation by shortening the drainage path. Reinforcement employs woven Geotextile with an ultimate tensile strength of 200 kN/m and safety factors of 1.5 for installation, 2.0 for creep, 1.0 for chemical degradation, and 1.1 for biological degradation. Slope stability analysis uses the Bishop method through GEO5 software, while verification of settlement behavior and deformation is conducted through PLAXIS 2D V24 numerical modeling with staged construction simulation. The calculation of reinforcement requirements is based on the moment deficit that must be satisfied by the Geotextile layers.
Research results show primary consolidation settlement of 0.688 m at STA 2+300, 1.018 m at STA 2+350, and 1.146 m at STA 2+425. Natural consolidation time is accelerated from 7 and 48 years to 8 and 12 weeks with PVD installation and preloading. Stability analysis reveals that STA 2+300 meets requirements with a safety factor of 2.48, while STA 2+350 and STA 2+425 require Geotextile reinforcement of 3 layers and 7 layers respectively to achieve a minimum safety factor of 1.25. Numerical verification using PLAXIS 2D produces settlements of 0.66 m, 0.64 m, and 0.77 m that closely match manual calculations, validating the soil improvement plan. Detailed Engineering Design and Budget Plan (RAB) are compiled with a total material cost of Rp 12,813,495,760.51.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: tanah lunak, prefabricated vertical drain, geotekstil, perkuatan lereng, konsolidasi, PLAXIS 2D ; soft soil, prefabricated vertical drain, Geotextile, slope reinforcement, consolidation, PLAXIS 2D
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA455.S6 Soil (Materials of engineering and construction)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA749 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Vocational > 22301-Civil Infrastructure Engineering (D4)
Depositing User: Alif Naufal Basman
Date Deposited: 01 Aug 2026 03:32
Last Modified: 01 Aug 2026 03:32
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/142209

Actions (login required)

View Item View Item