Psychological Restoration: Sebuah Pendekatan Biofilik Sebagai Mekanisme Spasial Untuk Kesejahteraan Psikologis Urban

Bukhori, Naufal Abid (2026) Psychological Restoration: Sebuah Pendekatan Biofilik Sebagai Mekanisme Spasial Untuk Kesejahteraan Psikologis Urban. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5013221116-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5013221116-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (33MB) | Request a copy

Abstract

Alam adalah aspek penting bagi manusia, dimana kita tidak bisa hidup tanpa adanya alam. Namun saat ini khususnya pada daerah urban kepadatan manusia terus meningkat dengan diikuti pembangunan yang tanpa henti terjadi, sehingga alam makin lama makin hilang. Fenomena ini menciptakan sebuah permasalah dimana terjadi diskoneksi antara manusia dengan alam yang sangat fundamental. Peristiwa ini berujung kepada kondisi manusia khususnya psikologis manusia terganggu karena tidak adanya konseksi dengan alam, hal ini disebut sebagai urban psychological penalty. Perancangan tugas akhir ini bertujuan untuk menguji teori dengan melalui arsitektur untuk mewujudkan prototipe co-working space yang bersifat restoratif dengan mekanisme spasial yang mampu memulihkan hubungan manusia dengan alam sehingga dapat menjaga kesejahteraan psikologis di area urban. Perancangan ini merespon permasalahan urban tersebut dengan force-based framework digunakan sebagai metode perancangannya dan juga menggunakan pendekatan biofilik yang restoratif. Metode ini diproses dengan menganalisis forces konteks lokal, lalu menerjemahkannya ke dalam keputusan desain arsitektural. Hasil yang didapatkan adalah kawasan co-working space diatas lahan seluas 9.750 m² yang diharapkan dapat merestorasi hubungan manusia dengan alam. Tata zoning rancangan disusun menggunakan pola mandala dimana dalam perencanaannya berorientasi pada inner-courtyard yang berada di pusat dengan dikelilingi penempatan bangunan untuk mengakomodasi aktivitas pengguna dan dibatasi oleh lapisan buffer alam untuk lapisan terluar-nya. Bangunan ini mengoptimalkan elemen alam dengan menyediakan RTH seluas 7.170 m², juga dengan memaksimalkan sirkulasi yang terjadi antara bangunan dengan inner-courtyard melalui bukaan besar sehingga interaksi sensorik antara manusia dengan alam dapat terjadi sepanjang waktu. Perancangan ini membuktikan bahwa arsitektur dapat ada dengan tidak membuang elemen alam dan dapat menjaga hubungan alam dengan manusia melalui hal produktif dan restoratif.
======================================================================================================================================
Nature is an important aspect for humans, as we cannot live without it. As urban populations grow and development proceeds without restraint, nature is being steadily erased from our cities. This persistent trend has created a deep disconnect between people and their natural environment. This phenomenon has led to a condition in which humans, especially their psychological well-being, are disturbed due to the lack of connection with nature. This is referred to as the urban psychological penalty. This final project project aims to test architectural theories to create a prototype of a restorative co-working space whose spatial mechanisms can restore the human-nature relationship and maintain psychological well-being in urban settings. To address these urban challenges, the design employs a force-based framework as its methodology integrated with a restorative biophilic approach. This process operates by analyzing local contextual forces and translating them directly into architectural design decisions. The resulting design is a co-working space complex developed on a 9,750 m2 site intended to restore the connection between humans and nature. The spatial zoning is organized using a mandala pattern centered around an inner courtyard, surrounded by building volumes accommodating user activities and bounded by a natural buffer layer along its outer perimeter. The complex optimizes natural elements by providing 7,170 m2 of green open space and maximizing spatial circulation between the buildings and the inner courtyard through expansive openings, enabling continuous multisensory interaction between humans and nature. In conclusion, this design illustrates that the built environment and natural elements can coexist without mutual exclusion. It sustains the human-nature connection by seamlessly integrating functional productivity with psychological restoration.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Arsitektur Biofilik, Kepadatan Urban, Psikologi Lingkungan, Human-Nature Relationship, Relaksasi, Biophilic Architecture, Urban Density, Environmental Psychology, Human-Nature Relationship, Relaxation
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA109.G7 Architecture--Conservation and restoration
N Fine Arts > NA Architecture > NA6600 Education buildings
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Naufal Abid Bukhori
Date Deposited: 04 Aug 2026 03:00
Last Modified: 04 Aug 2026 03:00
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/142467

Actions (login required)

View Item View Item