Analisis Peta Garis Kelongsoran dan Penangannannya Pada Lereng Waduk Bendungan Karangnongko

Saiful, Muhammad (2026) Analisis Peta Garis Kelongsoran dan Penangannannya Pada Lereng Waduk Bendungan Karangnongko. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2036221022-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
2036221022-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (17MB) | Request a copy

Abstract

Pada pembangunan Bendungan Karangnongko pernah terjadi beberapa kali kelongsoran. Dengan material tanah napal yang bersifat sangat lapuk apabila terkena air dan keras apabila kering. Kelongsoran dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kondisi topografi, geologi, curah hujan, serta fluktuasi muka air waduk (rapid drawdown) yang dapat menurunkan stabilitas lereng. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kegagalan lereng sehingga diperlukan kajian untuk mengetahui tingkat kerentanan longsor serta menentukan alternatif penanganan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan longsor, mengevaluasi stabilitas lereng pada berbagai kondisi pembebanan, dan menganalisis efektivitas metode penanganan dalam meningkatkan faktor keamanan lereng.

Metode penelitian meliputi penyusunan peta kerentanan longsor menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) berdasarkan Pedoman Puslittanak (2004), analisis hidrologi untuk memperoleh kondisi muka air waduk, analisis stabilitas lereng kondisi rapid dropdown menggunakan perangkat lunak SEEP/W, serta analisis stabilitas lereng menggunakan SLOPE/W dengan metode Bishop pada kondisi eksisting, muka air normal, muka air banjir, gempa, dan kombinasi rapid drawdown dengan gempa. Upaya penanganan dilakukan melalui penerapan regrading. Berdasarkan dari hasil analisis stabilitas lereng menggunakan software menunjukkan bahwa pada kondisi rapid dropdown dengan gempa merupakan kondisi paling kritis. Hasil analisis menunjukan bahwa pada lereng profil 3, profil 4, profil 5 terjadi kelongsoran dengan nilai faktor keamanan masing-masing adalah 1,019 ; 0,935 ; 1,053. yang menunjukan nilai factor keamanannya kurang dari ketentuan minimum untuk kondisi dengan gempa yaitu memiliki nilai minimum 1,1. Evaluasi penanganan lereng yang diterapkan pada profil 3,4, dan 5 yang terjadi kelongsoran mampu meningkatkan nilai factor kemanan, dengan nilai faktor keamanan sebelum penanganan masing-masing adalah 1,019 ; 0,935 ; 1,053. Sedangkan hasil analisis setelah pengananan didapatkan nilai faktor keamanan terkecil pada kondisi paling buruk masing-masing adalah 1,692 ; 1,301 ; 1,472. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa metode penanganan yang digunakan efektif dalam meningkatkan keamanan lereng sehingga memenuhi kriteria faktor keamanan yang dipersyaratkan untuk kondisi rapid dropdown dengan gempa.
==================================================================================================================================
The slopes of Karangnongko Reservoir are susceptible to landslides due to several influencing factors, including topographic conditions, geological characteristics, rainfall, and reservoir water level fluctuations (rapid drawdown), which may reduce slope stability. These conditions increase the risk of slope failure; therefore, a comprehensive assessment is required to determine the level of landslide susceptibility and identify appropriate mitigation measures. This study aims to identify the level of landslide susceptibility, evaluate slope stability under various loading conditions, and assess the effectiveness of slope stabilization measures in improving the factor of safety. The research methodology consisted of landslide susceptibility mapping using a Geographic Information System (GIS) based on the Puslittanak (2004) Guidelines, hydrological analysis to determine reservoir water level conditions, seepage analysis using SEEP/W, and slope stability analysis using SLOPE/W with the Bishop method under several loading conditions, including the existing condition, normal water level, flood water level, rapid drawdown, earthquake loading, and the combined effect of rapid drawdown and earthquake loading. Slope stabilization measures were evaluated through the implementation of regrading, benching, and toe berm.
Based on the slope stability analysis conducted using the software, the rapid drawdown condition with earthquake loading was identified as the most critical condition. The analysis results indicated that slope failure occurred at Profiles 3, 4, and 5, with safety factors of 1.019, 0.935, and 1.053, respectively. These values are below the minimum required safety factor of 1.1 for earthquake conditions. Therefore, slope stabilization measures were implemented for Profiles 3, 4, and 5. After the implementation of the stabilization measures, the minimum safety factors under the most critical condition increased to 1.692, 1.301, and 1.472, respectively. These results demonstrate that the proposed stabilization method effectively improved the slope stability and satisfied the required safety factor criterion for the rapid drawdown condition with earthquake loading.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Landslide mapping; Slope stability; Rapid drawdown; Factor of safety; Karangnongko Reservoir, Peta Garis Kelongsoran; Stabilitas lereng; Rapid drawdown; Faktor keamanan; Waduk Karangnongko.
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC167 Dams, reservoirs
Divisions: Faculty of Vocational > 22301-Civil Infrastructure Engineering (D4)
Depositing User: Mochammad Saiful
Date Deposited: 04 Aug 2026 02:13
Last Modified: 04 Aug 2026 02:13
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/142635

Actions (login required)

View Item View Item