A'yun, Qurrotul (2026) Kajian Pola Aliran Setelah Penanganan Pada Tikungan Luar Studi Kasus: Sungai Cisanggarung Daerah Kalibuntu, Cirebon. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
2036221041-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (5MB) | Request a copy |
Abstract
Sungai Cisanggarung yang mengalir dari Kabupaten Kuningan menuju Laut Jawa memiliki bentuk aliran berkelok dengan limpasan air yang tinggi. Aktivitas perubahan lahan di hulu meningkatkan kecepatan aliran dan debit di hilir yang berpotensi mempercepat erosi pada tebing serta sedimentasi. Pada tikungan sungai di Daerah Kalibuntu, Cirebon, permasalahan tersebut berdampak pada kerusakan infrastruktur sekitar dan penurunan kapasitas tampung sungai. Meskipun telah dibangun struktur krib, kerusakan pada bangunan tersebut menyebabkan penanganan menjadi tidak optimal. Pada tahun 2024, dilakukan pembangunan struktur penahan tebing di tikungan luar dan normalisasi di tikungan dalam sungai, namun dampaknya terhadap pola aliran sungai belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola aliran dan dampaknya setelah pembangunan struktur penahan tebing terhadap sistem aliran di sekitarnya. Penelitian ini menganalisis pola aliran menggunakan HEC-RAS dengan membandingkan kondisi sebelum penanganan dan setelah penanganan. Metode yang digunakan yaitu analisa hidrologi untuk mengetahui debit banjir rancangan dan debit aliran dengan bangkitan setelah penanganan, selanjutnya analisa permodelan yang menghasilkan kecepatan dan pola aliran sebelum dan setelah penanganan dan yang terakhir analisa penanganan yang menghasilkan alternatif penanganan dan kontrol terhadap stabilitasnya. Hasilnya menunjukkan bahwa pada kondisi sebelum penanganan, debit aliran memicu gerusan lokal di tikungan luar, sementara debit banjir rancangan 25 tahun memperluas gerusan secara signifikan. Setelah penanganan, kecepatan aliran tinggi masih terjadi dan gerusan lokal semakin dalam di sekitar struktur, menunjukkan bahwa bangunan penahan tebing belum efektif mengendalikan gerusan. Ada 3 alternatif pilihan yang tidak hanya mampu mengalirkan debit banjir rancangan dengan kapasitas yang mencukupi, tetapi juga memberikan keamanan terhadap bidang longsor dengan kondisi muka air banjir, normal, kosong, serta kondisi rapid drawdown, Proyek akhir ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi pengelolaan sungai yang berkelanjutan pada area yang mengalami pengendapan dan gerusan sedimen akibat adanya bangunan dinding penahan tanah.
=======================================================================================================================================
The Cisanggarung River which flows from Kuningan Regency to the Java Sea has a winding flow form with high water runoff. Upstream land change activities increase the speed of flow and discharge downstream, which has the potential to accelerate erosion on cliffs and sedimentation. At the bend of the river in the Kalibuntu Area, Cirebon, the problem has an impact on damage to the surrounding infrastructure and a decrease in the capacity of the river. Even though the krib structure has been built, damage to the building causes the handling to be suboptimal. In 2024, the construction of cliff retaining structures at the outer bends and normalization at the inner bends of the river will be carried out, but the impact on the river flow pattern has not been studied. This study aims to analyze flow patterns and their impact after the construction of cliff retaining structures on the surrounding flow system. This study analyzed the flow pattern using HEC-RAS by comparing the conditions before and after treatment. The method used is hydrological analysis to determine the design flood discharge and flow discharge with the rise after handling, then modeling analysis that produces flow speed and patterns before and after handling and finally handling analysis that produces alternative handling and control of its stability. The results showed that under pre-handling conditions, the flow discharge triggered local erosion in the outer bends, while the 25-year design flood discharge significantly expanded the erosion. After handling, high flow velocities still occur and local erosion deepens around the structure, indicating that cliff retaining buildings have not been effective in controlling erosion. There are 3 alternative options that are not only able to drain the planned flood discharge with sufficient capacity, but also provide security for landslide fields with the same flood water level, normal, empty, and rapid drawdown conditions, This final project is expected to provide recommendations for sustainable river management in areas that experience sediment deposition and erosion due to the existence of soil retaining wall buildings.
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Setelah Penanganan, Pola Aliran, Dampak, HEC-RAS, After Treatment, Flow Pattern, Impact |
| Subjects: | T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC175.2 Sediment transport |
| Divisions: | Faculty of Vocational > 22301-Civil Infrastructure Engineering (D4) |
| Depositing User: | Qurrotul A'yun |
| Date Deposited: | 04 Aug 2026 07:57 |
| Last Modified: | 04 Aug 2026 07:57 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/143487 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
