Putra, Raden Fachrengga Ayudha (2026) Monitoring Pergeseran Sisi Jembatan Suramadu Bagian Madura Menggunakan Low-Cost GNSS K801 dan K823 Terintegrasi GNSS Geodetik dan Website: Korelasi terhadap Volume Lalu Lintas Kendaraan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5016221083_Undergraduate_Thesis.pdf.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (10MB) | Request a copy |
Abstract
Jembatan Nasional Suramadu, sebagai jembatan bentang panjang terbesar di Indonesia, memerlukan sistem pemantauan deformasi yang akurat namun tetap ekonomis, sehingga penelitian ini mengembangkan sistem monitoring pergeseran sisi Jembatan Suramadu bagian Madura yang mengintegrasikan low-cost GNSS SinoGNSS K801 dan K823 dengan GNSS geodetik Trimble SPS855 melalui platform website, dengan pengamatan dilakukan pada empat titik benchmark (BM1-BM4) menggunakan metode statik dengan koreksi diferensial dari InaCORS BIG CSBY dalam empat sesi pengamatan mingguan (Week 1-4), yang datanya diolah untuk menghitung Root Mean Square Error (RMSE), dilanjutkan dengan uji-F dan uji-t terhadap referensi geodetik, serta dianalisis korelasi Pearson antara volume lalu lintas kendaraan dan kualitas pengamatan GNSS. Hasil pengukuran menunjukkan rata-rata RMSE sebesar 0,235 m (Easting), 0,314 m (Northing), dan 0,439 m (Height), dengan BM1 menunjukkan kestabilan terbaik (RMSE 3D rata-rata 0,205 m) dan BM4 menunjukkan kestabilan terendah (0,505 m); dari 48 pengujian uji-F, sebanyak 62,5% menerima H0 (varians homogen pada α = 0,10), dan dari 48 pengujian uji-t, sebanyak 91,67% menerima H0 (rata-rata koordinat tidak berbeda signifikan pada tingkat kepercayaan 95%), yang secara konsisten menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians maupun rata-rata koordinat yang signifikan antara kedua jenis receiver pada mayoritas pengujian, sehingga dapat disimpulkan secara statistik bahwa receiver low-cost K801 dan K823 setara dengan receiver geodetik dan layak digunakan sebagai alternatif pemantauan posisi yang ekonomis, sementara analisis korelasi Pearson antara volume kendaraan dan RMSE GNSS menunjukkan hubungan negatif lemah hingga sedang (r = −0,353 hingga −0,521; R² = 0,125-0,271), yang mengindikasikan bahwa volume lalu lintas bukan faktor dominan penentu kualitas GNSS pada lokasi penelitian. Platform WebGIS yang dibangun menggunakan React.js dan Leaflet.js berhasil menampilkan koordinat, grafik deformasi, dan peta lokasi benchmark secara real-time dengan waktu pemuatan rata-rata di bawah tiga detik pada jaringan 4G, serta memperoleh indeks kebergunaan sebesar 89,65% (kategori Sangat Baik) dari 57 responden, sehingga dengan selisih biaya sekitar 20 hingga 60 kali lebih murah dibandingkan receiver geodetik, sistem yang dikembangkan menawarkan solusi pemantauan deformasi infrastruktur jembatan yang akurat, terintegrasi, dan ekonomis.
=======================================================================================================================================
The Suramadu National Bridge is the longest-span bridge in Indonesia and requires an accurate and economical displacement monitoring system. This study developed a displacement monitoring system for the Madura-side section of the Suramadu Bridge by integrating low-cost GNSS receivers (SinoGNSS K801 and K823), a geodetic GNSS receiver (Trimble SPS855), and a website platform. Observations were conducted at four benchmark points (BM1-BM4) using the static method with differential correction from the InaCORS BIG CSBY station across four weekly observation sessions (Week 1-4). The data were processed to obtain the Root Mean Square Error (RMSE), followed by an F-test and t-test against the geodetic reference, and a Pearson correlation analysis between vehicle traffic volume and GNSS observation quality. The results show an average RMSE of 0.235 m (Easting), 0.314 m (Northing), and 0.439 m (Height), with BM1 exhibiting the highest stability (3D RMSE of 0.205 m) and BM4 the lowest (0.505 m). Of 48 F-test trials, 62.5% accepted H0 (homogeneous variance at the 0.10 significance level), and of 48 t-test trials, 91.67% accepted H0 (no significant difference in mean coordinates at the 95% confidence level). These results indicate that the low-cost K801 and K823 receivers are statistically equivalent to the geodetic receiver. The Pearson correlation analysis between vehicle volume and GNSS RMSE yielded weak-to-moderate correlation coefficients (r = -0.353 to -0.521; R² = 0.125-0.271), indicating that traffic volume is not the dominant factor determining GNSS quality at the study site. The WebGIS platform, developed using React.js and Leaflet.js, displays coordinates, displacement graphs, and benchmark location maps in real time, with an average loading time of under three seconds on a 4G network, and achieved a usability index of 89.65% (Very Good category) from 57 respondents. A cost difference of approximately 20 to 60 times lower than the geodetic receiver indicates that the developed system provides an accurate, integrated, and economical solution for bridge infrastructure displacement monitoring.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | low-cost GNSS, deformasi jembatan, Jembatan Suramadu, WebGIS, RMSE, korelasi Pearson, uji kebergunaan, bridge deformation, Suramadu Bridge, Pearson correlation, usability testing. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G109.5 Global Positioning System |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Raden Fachrengga Ayudha Putra |
| Date Deposited: | 15 Sep 2026 04:50 |
| Last Modified: | 15 Sep 2026 04:50 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144505 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
