Evaluasi Sistem Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah di Kecamatan Banda Raya, Jaya Baru dan Meuraxa Kota Banda Aceh

Nareswari, Ajeng Rudita (2010) Evaluasi Sistem Pengumpulan dan Pengangkutan Sampah di Kecamatan Banda Raya, Jaya Baru dan Meuraxa Kota Banda Aceh. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 3308202003-Master_thesis.pdf] Text
3308202003-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (13MB)

Abstract

Berdasarkan data perkiraan timbulan sampah Kota Banda Aceh sebesar 2,8 liter/orang/hari, maka diperkirakan timbulan sampah yang dihasilkan pada tahun 2009 adalah sebesar 616,20 m³/hari. Namun, volume sampah terangkut di Kecamatan Banda Raya, Jaya Baru, dan Meuraxa rata-rata baru mencapai 79,6 m³. Sedangkan pada tahun 2008 tercatat hanya 284 unit objek retribusi tertagih yang membayar retribusi persampahan dari 12.345 unit objek retribusi yang ada di Kecamatan Banda Raya, Jaya Baru, dan Meuraxa. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap efisiensi sistem pengumpulan dan pengangkutan sampah di Kecamatan Banda Raya, Jaya Baru, dan Meuraxa ditinjau dari aspek teknis, pembiayaan, dan kelembagaan.

Evaluasi teknis dilakukan melalui observasi langsung terhadap waktu ritasi 8 unit kendaraan pengangkut sebanyak 2 kali pengamatan. Penyebaran kuesioner dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting penanganan sampah di sumber dan pengumpulan sampah oleh masyarakat. Evaluasi terhadap aspek pembiayaan ditinjau dari biaya operasional dan pemeliharaan pengumpulan dan pengangkutan serta potensi penerimaan retribusi yang ada. Sedangkan evaluasi terhadap aspek kelembagaan dilakukan melalui wawancara terhadap personel dalam instansi terkait mengenai permasalahan yang dihadapi dalam mengelola sampah. Analisis data dan evaluasi dilakukan dengan berpedoman pada teori dan standar di bidang persampahan.

Hasil evaluasi teknis menunjukkan bahwa pengumpulan dan pengangkutan sampah saat ini belum efisien, sehingga instansi pengelola sampah perlu melakukan langkah perbaikan berupa penambahan 62 unit wadah sampah komunal berkapasitas 1 m³ serta peningkatan jumlah trip pengangkutan hingga menjadi 14 trip per hari untuk dump truck dan 23 trip per hari untuk arm roll truck. Peningkatan jumlah trip kendaraan pengangkut akan meningkatkan biaya operasional dan pemeliharaan menjadi Rp1.547.327.575. Potensi penerimaan retribusi di Kecamatan Banda Raya, Jaya Baru, dan Meuraxa mencapai Rp1.725.600.000. Metode pelaksanaan pemungutan retribusi yang dapat mencakup seluruh objek retribusi adalah dengan menjalin kerja sama dengan pihak RT/RW. Selain itu, perlu diperhatikan penggantian 6 unit dump truck dan 2 unit arm roll truck yang sudah melebihi umur teknisnya, yaitu 5 tahun, sesuai dengan persyaratan dalam SNI 19-3242-1994.
=================================================================================================================================
Waste generation in Banda Aceh City approximately reached 2.8 liters/person/day, which means about 616.20 m³/day of waste was generated by the citizens in 2009. However, the volume of transported waste in Banda Raya, Jaya Baru, and Meuraxa districts was only about 79.6 m³. In 2008, it was recorded that only 284 out of 12,345 municipal solid waste fee objects in Banda Raya, Jaya Baru, and Meuraxa districts had paid their fees. Therefore, an evaluation of the efficiency of the waste collection and transportation system in Banda Raya, Jaya Baru, and Meuraxa was needed.

The technical aspect was evaluated by observing the time required by 8 waste transportation vehicles to transport the waste. Questionnaires were distributed to determine how people handled and collected their waste. The financial aspect was evaluated based on the operational and maintenance costs and the potential revenue from municipal solid waste fees. Interviews with staff and workers in related institutions were conducted to analyze the institutional aspect. Furthermore, the data were analyzed and evaluated using theories and standards for municipal solid waste management.

The technical aspect analysis showed that the collection and transportation system was not yet efficient. Therefore, the institution managing municipal solid waste should take measures such as adding 62 units of 1 m³ communal bins, increasing the number of dump truck transportation trips to 14 trips per day, and increasing arm roll truck transportation to 23 trips per day. Increasing the number of transportation trips could also increase operational and maintenance costs to Rp1,547,327,575. The potential revenue from municipal solid waste fees in Banda Raya, Jaya Baru, and Meuraxa districts was approximately Rp1,725,600,000. The method of collecting solid waste fees that could cover all fee objects was through cooperation with local community representatives, namely RT/RW. The related institution should also consider replacing 6 dump trucks and 2 arm roll trucks that had exceeded their 5-year technical service life, as stated in SNI 19-3242-1994.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTL 628.44 Nar e
Uncontrolled Keywords: sampah, pengumpulan, pengangkutan, biaya operasional dan pemeliharaan, retribusi, municipal solid waste, collect, transport, opartional and maintenance cost, retribution
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD789 Refuse and refuse disposal
Divisions: Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Environmental Engineering > 25101-(S2) Master Theses
Depositing User: magang .
Date Deposited: 21 Sep 2026 04:06
Last Modified: 21 Sep 2026 04:06
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144725

Actions (login required)

View Item View Item