Evaluasi Kebutuhan Ruang Penampung Sampah Dalam Perencanaan Tata Ruang Kota

Budiyasa, I Made Agus (2005) Evaluasi Kebutuhan Ruang Penampung Sampah Dalam Perencanaan Tata Ruang Kota. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3303202701-Master_Thesis.pdf] Text
3303202701-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (44MB)

Abstract

Perkembangan dan pertumbuhan penduduk memberikan pengaruh terhadap berbagai sektor yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan penduduk. Perkembangan yang mengikuti kejadian tersebut salah satunya adalah bertambahnya timbulan sampah yang dihasilkan oleh penduduk. Jumlah penampung yang ada sebanyak 85 buah dan 4 buah kontainer dengan kapasitas tampung sebesar $139,6\text{ m}^3$. Banyaknya jumlah penampung dalam kenyataannya tidak selalu penuh terisi. Jumlah ini memerlukan ruang untuk penempatan. Permasalahan lain muncul karena penempatan tidak sesuai dengan standar SK SNI, 1990 dan konsep budaya tata ruang tradisional Bali. DKPLH sebagai institusi pengelola belum mampu memberikan pelayanan yang maksimal dengan adanya keterbatasan baik secara internal dan eksternal.

Metode yang digunakan dengan melakukan analisa dari aspek teknis, budaya dan kelembagaan. Aspek teknis dilakukan analisa untuk mengevaluasi kondisi eksisting kebutuhan penampung dan ruang yang dibutuhkan untuk saat ini dan mendatang. Aspek budaya dilakukan analisa terhadap penempatan penampung dalam ruang berdasarkan konsep-konsep tata ruang tradisional budaya Bali sehingga diperoleh kesesuaian ruang saat ini dan alternatif penempatan baik secara teknis dan budaya. Aspek kelembagaan dilakukan analisa terhadap kinerja dengan mendasarkan pada sasaran pada *National Action Planning* bidang Persampahan, 2003.

Hasil analisa diperoleh, tahun 2003 kapasitas penampung melebihi timbulan sampah kota sebanyak $46,61\text{ m}^3$ dengan jumlah penampung 62 buah berbagai kapasitas. Berdasarkan BWK diperoleh hasil pada BWK I terdapat kelebihan kapasitas $56\text{ m}^3$, BWK II kekurangan kapasitas $3,20\text{ m}^3$ dan BWK III kekurangan $6,16\text{ m}^3$. Penggunaan ruang seluruh penampung untuk 62 buah adalah $885,07\text{ m}^2$ terdapat kelebihan penggunaan ruang di BWK I: $501,49\text{ m}^2$, BWK II dan III perlu penyediaan ruang $42,23\text{ m}^2$ dan $70,75\text{ m}^2$. Penempatan penampung sampah dalam ruang berdasarkan SK SNI, 1990 sebagian besar tidak sesuai. Demikian pula terhadap beberapa konsep tata ruang tradisional budaya Bali. Kinerja lembaga menunjukkan kategori berhasil dengan nilai $74,19%$.
===================================================================================================================================
The developing and growth of population had been gave an influent in many sector especially related to fulfill the needs. One of them followed by generation of solid waste. The amount of storage are 85 units and 4 containers with $139.6\text{ m}^3$ capacity need space about $1,273.58\text{ m}^2$. In fact these weren't always full of solid waste. They need spaces to place. Another problems appeared cause of incomformable with National Standard of Indonesia (SNI) and Balinese Cultural Traditional of Spatial Planning. The Institution that responsible with solid waste management couldn't served appropriate because of their limited through internal and external conditions.

The methods that used by doing analyzing aspect of technic, cultural and Institution. Using aspect of technic is to evaluate conditions of storage and space requirement now and future. Cultural aspect was by analyzing storage placement based on Balinese cultural traditional spatial planning concepts so the conformable space and alternative placement that related to aspect of technic and cultural could be afforded. Aspect of institutional was analyzing the institution performances based on ideal targets so its value could be afforded in categories.

Based on the result of analysis, in the year 2003 storage capacities was over compared with generation of solid waste about $46,16\text{ m}^3$ with 62 units (storage and container) in every kind capacity. In City Area Boundary (BWK) showed that BWK I was over capacity about $56\text{ m}^3$, BWK II and III lack of capacity $3,20\text{ m}^3$ and $6,16\text{ m}^3$. Space that used by 62 units storage was $885.07\text{ m}^2$, it showed an overuse in BWK I $501.49\text{ m}^2$, BWK II and III need preparation about $42.23\text{ m}^2$ and $70.75\text{ m}^2$ for storage added. Placement of solid waste storage based National Standard of Indonesia, 1990 and a large part of them incomformable as well as with a few Balinese cultural traditional spatial planning concepts. Institution performances showed in categories of success with value performance $74.19%$.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Kebutuhan Ruang Penampung, Tata Ruang Kota, Tata Ruang Budaya Tradisional Bali , Storage space requirement, Urban spatial planning, Balinese cultural traditional of spatial planning
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD789 Refuse and refuse disposal
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 22 Sep 2026 02:15
Last Modified: 22 Sep 2026 02:15
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144768

Actions (login required)

View Item View Item