Kajian Konsep Clean Production Dalam Pengelolaan Sampah Kota Sidoarjo Dengan Peran Serta Masyarakat : Studi Kasus Permukiman Di Wilayah Kota Sidoarjo

Rustianingsih, Eni (2002) Kajian Konsep Clean Production Dalam Pengelolaan Sampah Kota Sidoarjo Dengan Peran Serta Masyarakat : Studi Kasus Permukiman Di Wilayah Kota Sidoarjo. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 3200205061-Master_thesis.pdf] Text
3200205061-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (81MB)

Abstract

Saat ini Kota Sidoarjo mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Kondisi tersebut disebabkan oleh potensi internal kota serta posisi Kota Sidoarjo yang relatif dekat dengan Kota Surabaya sebagai hinterland Surabaya. Kondisi ini menyebabkan banyak investasi pembangunan masuk ke Kota Sidoarjo. Dampak lebih lanjut adalah terjadinya migrasi penduduk ke wilayah Kota Sidoarjo untuk mencari pekerjaan serta sebagai alternatif kawasan permukiman bagi pekerja di Surabaya yang tidak mampu membeli rumah di Kota Surabaya. Seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas perkotaan, terjadi peningkatan volume sampah kota. Di sisi lain, kemampuan keuangan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendukung pembiayaan pengelolaan sampah mengalami penurunan. Hal ini menyebabkan menurunnya tingkat pelayanan persampahan. Gejala tersebut dapat dilihat dari penyebaran timbulan sampah yang cenderung mengikuti penyebaran aktivitas manusia. Berdasarkan kajian, kondisi tersebut antara lain disebabkan oleh keterbatasan pembiayaan pengelolaan sampah, terutama untuk biaya transportasi, penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana, serta pengolahan sampah di tempat pemrosesan akhir (TPA). Dengan demikian, dua persyaratan pengelolaan sampah yang efektif, yaitu environmentally sustainable dan economically sustainable, belum dapat tercapai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pengelolaan sampah secara konvensional atau konsep End of Pipe tidak lagi dapat dipertahankan. Saat ini berkembang paradigma baru, yaitu konsep Clean Production (CP), yang merupakan metode pencegahan pencemaran secara proaktif. Masyarakat semakin menyadari bahwa permasalahan lingkungan, termasuk sampah, akan lebih efektif dan efisien apabila ditangani melalui pendekatan Clean Production (CP). Sebagai perwujudan pendekatan CP dalam penelitian ini, prioritas pelaksanaan CP menggunakan strategi daur ulang yang dilakukan sedekat mungkin dengan sumber sampah, yaitu rumah tangga, dengan melibatkan sektor informal sebagai mitra kerja yang potensial dalam kegiatan daur ulang serta pemerintah sebagai fasilitator dan perencana. Hal ini dilakukan mengingat timbulan sampah rumah tangga tidak dapat dihindari dan perilaku masyarakat Sidoarjo masih cenderung berpola End of Pipe. Berdasarkan kondisi tersebut dan dikaitkan dengan lima aspek yang sangat memengaruhi kemampuan pelaksanaan pengelolaan sampah kota, yaitu peraturan, pembiayaan, teknis operasional, peran serta masyarakat, dan lingkungan, penelitian ini lebih memfokuskan pada aspek peran serta masyarakat. Terwujudnya perubahan paradigma dalam strategi pengelolaan sampah dari konsep End of Pipe menuju konsep CP sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) di Kota Sidoarjo. SDM yang dimaksud terdiri atas tiga unsur masyarakat yang saling berkaitan, yaitu masyarakat rumah tangga sebagai penghasil sampah, masyarakat pemulung sebagai pelaku daur ulang, dan masyarakat birokrasi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif berbentuk studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Analisis yang digunakan meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif. Pemilihan sampel masyarakat rumah tangga dilakukan dengan teknik cluster sampling (sampel wilayah), yang dilanjutkan dengan penentuan sampel individu secara acak. Sementara itu, penentuan sampel individu untuk masyarakat pemulung dan masyarakat birokrasi dilakukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat rumah tangga di wilayah studi secara umum masih cenderung berpola End of Pipe dalam pengelolaan sampah, baik secara individu maupun komunal. Berdasarkan analisis statistik crosstabulation, terdapat kecenderungan pengelompokan masyarakat rumah tangga berdasarkan kesiapan SDM dalam penerapan konsep CP, yaitu masyarakat rumah tangga yang bersedia memberikan kontribusi dan mampu membayar retribusi; masyarakat rumah tangga yang bersedia memberikan kontribusi tetapi tidak mampu membayar retribusi; masyarakat rumah tangga yang tidak bersedia memberikan kontribusi tetapi mampu membayar retribusi; serta masyarakat rumah tangga yang tidak bersedia memberikan kontribusi dan tidak mampu membayar retribusi. Sementara itu, masyarakat birokrasi menunjukkan kecenderungan positif dalam kesiapan mendukung penerapan konsep CP, sedangkan masyarakat pemulung juga menunjukkan indikasi positif dalam keterlibatannya pada penerapan konsep CP.
=================================================================================================================================
Sidoarjo City is currently experiencing rapid growth and development. This condition is influenced by the city's internal potential and its relatively close proximity to Surabaya as its hinterland. As a result, substantial development investment has entered Sidoarjo City. A further consequence is population migration to Sidoarjo to seek employment and to find alternative residential areas for workers in Surabaya who cannot afford to purchase houses in Surabaya. Along with the increase in population and urban activities, the volume of municipal solid waste has also increased. At the same time, the financial capacity of the Sidoarjo Regency Government to support waste management has declined. This has resulted in a decrease in the level of waste management services. This condition can be observed from the distribution of waste accumulation, which tends to follow the distribution of human activities. The condition is partly caused by limited funding for waste management, particularly transportation costs, the provision and maintenance of facilities and infrastructure, and waste processing at final disposal facilities. Thus, two requirements for effective waste management, namely environmental sustainability and economic sustainability, have not yet been achieved. These conditions indicate that the conventional waste management approach, or the End-of-Pipe concept, can no longer be maintained. A new paradigm has emerged, namely the Clean Production (CP) concept, which is a proactive approach to pollution prevention. People are increasingly aware that environmental problems, including solid waste, can be addressed more effectively and efficiently through the Clean Production (CP) approach. As an implementation of the CP approach in this study, the priority strategy focuses on recycling activities carried out as close as possible to the source of waste, namely households, by involving the informal sector as potential partners in recycling activities and the government as a facilitator and planner. This approach is considered necessary because household waste generation cannot be completely avoided and the waste management behavior of Sidoarjo residents still tends to follow the End-of-Pipe pattern. Based on these conditions and considering the five aspects that significantly influence the implementation of municipal solid waste management, namely regulations, funding, operational techniques, community participation, and the environment, this study focuses primarily on community participation. The shift in waste management strategy from the End-of-Pipe concept toward the CP concept depends largely on the readiness of human resources (HR) in Sidoarjo. The human resources referred to in this study consist of three interrelated community groups: households as waste generators, waste pickers as recycling actors, and the Sidoarjo Regency Government bureaucracy as the party responsible for waste management. This study uses a descriptive case study method with a qualitative approach. The analysis consists of qualitative and quantitative analyses. Household samples were selected using cluster sampling, followed by random selection of individual respondents. Meanwhile, individual samples from waste pickers and government bureaucracy were selected using purposive sampling. The results show that households in the study area generally tend to follow an End-of-Pipe pattern in waste management, both individually and communally. Based on cross-tabulation statistical analysis, household groups can be classified according to their human resource readiness to implement the CP concept into four categories: households willing to contribute and able to pay waste fees; households willing to contribute but unable to pay waste fees; households unwilling to contribute but able to pay waste fees; and households unwilling to contribute and unable to pay waste fees. Meanwhile, the government bureaucracy shows a positive tendency in its readiness to support the implementation of the CP concept, while waste pickers also show positive indications of their involvement in implementing the CP concept.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RT 628.44 Rus k
Uncontrolled Keywords: Konsep Clean Production, Pengelolaan, Peran Serta Masyarakat, Pola Daur Ulang, Clean production concept, management, people participation, recycling pattern.
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences > GE300 Environmental management
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses
Depositing User: magang .
Date Deposited: 22 Sep 2026 04:07
Last Modified: 22 Sep 2026 04:07
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144783

Actions (login required)

View Item View Item