Pengaruh Fasade Bangunantinggi Terhadap Energi Operasional Di Topis Lembab (Studi Kasus Bangunan Kantor Bertingkat Tinggi Di Surabaya)

Juniwati, Anik (2005) Pengaruh Fasade Bangunantinggi Terhadap Energi Operasional Di Topis Lembab (Studi Kasus Bangunan Kantor Bertingkat Tinggi Di Surabaya). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 3201204005-Master_Thesis.pdf] Text
3201204005-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (78MB)

Abstract

Setelah krisis energi, bangunan hemat energi menjadi suatu tuntutan dan bukan sekadar pilihan. Penghematan energi operasional dapat mencapai hingga 40% dari total energi bangunan. Penghematan energi operasional yang digunakan untuk sistem kontrol lingkungan dapat diperoleh melalui desain yang responsif terhadap iklim. Elemen fasade sebagai bagian dari selubung bangunan berperan besar dalam menjaga kenyamanan di dalam bangunan dan merupakan bagian dari sistem kontrol lingkungan. Namun, saat ini banyak desainer dan arsitek belum memahami pengaruh desain fasade terhadap kinerja energi operasional bangunan. Fenomena ini ditandai dengan banyaknya bangunan tinggi yang menggunakan fasade selubung kaca, yang diperkirakan dapat menyebabkan bangunan mengonsumsi energi secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan seberapa besar pengaruh desain fasade bangunan tinggi terhadap energi operasionalnya serta menyampaikan model fasade bangunan kantor bertingkat di daerah beriklim tropis lembap yang hemat energi. Penelitian dilakukan melalui simulasi energi terhadap empat kasus bangunan kantor bertingkat di Surabaya dan model optimasi. Simulasi kasus didasarkan pada pengaruh fasade terhadap penghematan energi pencahayaan melalui pencahayaan alami, serta pengaruh fasade terhadap beban pendinginan dan total energi operasional bangunan. Hasil simulasi kasus menunjukkan bahwa Graha Pangeran dengan fasade kaca tanpa pembayangan, tetapi dengan bidang kaca yang tidak terlalu luas dan ditempatkan secara tepat serta menggunakan jenis kaca yang sesuai, membutuhkan energi sebesar 138 kWh/m²/tahun. Wisma Dharmala dengan fasade yang menggunakan elemen pembayang membutuhkan energi sebesar 139,5 kWh/m²/tahun. Berdasarkan konsumsi energinya, kedua bangunan tersebut tergolong bangunan efisien. Sementara itu, Graha Pena dengan fasade selubung kaca tanpa pembayangan membutuhkan energi sebesar 208,9 kWh/m²/tahun dan tergolong sebagai bangunan standar. Gedung Ekonomi yang juga menggunakan selubung kaca tanpa pembayangan, tetapi memiliki orientasi kaca yang tidak tepat, membutuhkan energi sebesar 257,8 kWh/m²/tahun sehingga tergolong di antara bangunan standar dan bangunan boros energi. Hasil simulasi model menunjukkan bahwa apabila fasade bangunan tidak menggunakan pembayang, tetapi menggunakan kaca dengan nilai U sebesar 2,7 W/m²K dan SC sebesar 0,25 serta dinding berinsulasi dengan nilai U sebesar 0,6 W/m²K, maka WWR dapat mencapai 0,60. Sementara itu, untuk fasade bangunan yang menggunakan pembayang dengan jenis kaca yang sama, WWR dapat mencapai 0,80 meskipun menggunakan dinding bata konvensional. Model tersebut merupakan pedoman dasar dalam desain awal fasade bangunan ditinjau dari segi kinerja energi.
===================================================================================================================================
After the energy crisis, energy-efficient buildings have become a necessity rather than merely an option. Operational energy savings can account for up to 40% of a building's total energy consumption. Operational energy savings for environmental control systems can be achieved through climate-responsive design. As part of the building envelope, facade elements play an important role in maintaining indoor comfort and constitute an essential component of the environmental control system. However, many designers and architects still lack an adequate understanding of the influence of facade design on the operational energy performance of buildings. This phenomenon can be observed in the increasing number of high-rise buildings with glass-enclosed facades, which are considered likely to result in excessive energy consumption. This research aims to explore and explain the extent to which the facade design of high-rise buildings influences their operational energy consumption and to develop an energy-efficient facade model for multi-story office buildings in hot-humid tropical climates. The research was conducted through energy simulations of four multi-story office buildings in Surabaya and an optimization model. The case-study simulations examined the influence of facade design on lighting energy savings through daylighting, as well as its influence on cooling loads and total operational energy consumption. The simulation results showed that Graha Pangeran, which has an unshaded glass facade with a relatively limited glass area, appropriate orientation, and suitable glass specifications, requires 138 kWh/m²/year of energy. Wisma Dharmala, which uses a shaded facade, requires 139.5 kWh/m²/year. Based on their energy consumption, both buildings are categorized as energy-efficient buildings. Meanwhile, Graha Pena, which has a fully glazed facade without shading devices, requires 208.9 kWh/m²/year and is categorized as a standard building. Gedung Ekonomi, which also has an unshaded glass facade but with an inappropriate glass orientation, requires 257.8 kWh/m²/year and is categorized between a standard building and an energy-inefficient building. The simulation results of the model showed that an unshaded facade using glass with a U-value of 2.7 W/m²K and an SC of 0.25, combined with an insulated wall with a U-value of 0.6 W/m²K, can achieve a WWR of 0.60. Meanwhile, a facade using shading devices with the same type of glass can achieve a WWR of 0.80, even when conventional brick walls are used. The resulting model can serve as a basic guideline for the preliminary design of building facades from an energy-performance perspective.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTA 720.47 Jun p
Uncontrolled Keywords: Energi, Fasade, Bangunan Tinggi dan Tropis Lembab, energy, fa9ade, high-rise building and hot-humid climate.
Subjects: H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses
Depositing User: magang .
Date Deposited: 22 Sep 2026 08:28
Last Modified: 22 Sep 2026 08:28
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144800

Actions (login required)

View Item View Item