Koryati, Ayi (2003) Dampak Penataan Kampung Terhadap Perubahan Permukiman Dan Sosial Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus Kampung Dulak Kambing Kota Tangerang). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3201205833-Master_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (42MB) |
Abstract
Permukiman kumuh merupakan akumulasi dari berbagai faktor yang saling terkait, meliputi kondisi lingkungan yang buruk, keterbatasan kemampuan ekonomi, rendahnya pendapatan, rendahnya tingkat pendidikan, kurang layaknya pekerjaan, serta berbagai permasalahan sosial dan budaya lainnya. Program Penataan Kampung Kumuh di Kampung Bulak Kambing yang diimplementasikan pada tahun 1999 merupakan program Pemerintah Kota Tangerang dalam rangka memperbaiki kondisi kampung. Program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kondisi kampung, termasuk masyarakat di dalamnya, baik secara fisik maupun nonfisik. Kampung Bulak Kambing memiliki luas ±20 ha dengan jumlah penduduk 1.274 jiwa yang terdiri atas 256 kepala keluarga (KK). Lokasinya berada di wilayah Kelurahan Jurumudi, Kecamatan Benda, dan berbatasan langsung dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebagian besar penduduknya bekerja sebagai buruh di sektor pertanian dan industri. Studi ini dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan penanganan permukiman kumuh setelah dilaksanakannya program penataan kampung serta mengkaji pengaruhnya terhadap aspek pengembangan permukiman dan lingkungan, kehidupan sosial masyarakat, dan kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ketidakberhasilan program penataan kampung serta memberikan alternatif penanganan dalam pelaksanaan program penataan kampung selanjutnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan pendekatan kualitatif. Analisis dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan populasi penelitian berupa kepala keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi Pemerintah Kota Tangerang melalui Program Penataan Kampung di Kampung Bulak Kambing memberikan dampak positif terhadap peningkatan kondisi lingkungan dan rumah serta kehidupan sosial masyarakat. Namun, terhadap kondisi ekonomi masyarakat, terutama dari aspek pendapatan, program tersebut belum memberikan pengaruh yang signifikan. Faktor-faktor yang memengaruhi ketidakberhasilan program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat antara lain kurangnya kesungguhan dalam memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat, adanya penyelewengan dana pendidikan Kejar Paket A dan B, kebijakan yang kurang tepat dalam pelaksanaan program, tidak adanya pendekatan secara personal kepada masyarakat, serta pembinaan yang tidak berkelanjutan. Strategi yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat Kampung Bulak Kambing meliputi pemberian pelatihan keterampilan yang dapat menjadi modal untuk berusaha dan mencari pekerjaan, pemberian bantuan modal usaha, serta pemberian akses terhadap pasar. Kegiatan tersebut merupakan alternatif yang realistis untuk diterapkan dalam program perbaikan kampung selanjutnya.
==================================================================================================================================
Slum settlements are the result of an accumulation of various interrelated factors, including poor environmental conditions, limited economic capacity, low income, low levels of education, inadequate employment opportunities, and other social and cultural problems. The Kampung Improvement Program in Bulak Kambing, implemented in 1999, was initiated by the Tangerang City Government to improve the condition of the settlement. The program was expected to have a positive impact on improving the physical and non-physical conditions of the settlement and its residents. Bulak Kambing covers an area of approximately 20 hectares, with a population of 1,274 people comprising 256 households. It is located in Jurumudi Urban Village, Benda District, and directly borders Soekarno-Hatta International Airport. Most of the residents work as laborers in the agricultural and industrial sectors. This study aims to assess the achievement of the objectives of the slum settlement improvement program and examine its impacts on housing and environmental conditions, the social life of the community, and the local economy. It also aims to describe and analyze the factors influencing the ineffectiveness of the program and to formulate alternative strategies for future kampung improvement programs. This research is a descriptive case study employing a qualitative approach. The data were analyzed using both qualitative and quantitative methods, with heads of households as the study population. The results indicate that the intervention implemented by the Tangerang City Government through the Kampung Improvement Program in Bulak Kambing had a positive impact on housing and environmental conditions as well as the social life of the community. However, the program did not have a significant impact on the economic conditions of the residents, particularly in terms of income. Factors contributing to the ineffectiveness of the program in improving community welfare included a lack of commitment to improving the local economic conditions, irregularities in the funding of the Kejar Paket A and B education programs, inappropriate policies in program implementation, the absence of a personal approach to the community, and discontinuous community development and guidance. Strategies to improve the economic conditions of the Bulak Kambing community should include skills training that can serve as a basis for entrepreneurship and employment, provision of business capital, and improved access to markets. These activities represent realistic alternatives that can be implemented in future kampung improvement programs.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kampung kumuh, program penataan kampung, kampung pasca program penataan, perkembangan sosial ekonomi masyarakat, Slum Kampung , Kamptmg Improvement Program, the condition of kampung after improvement program, the development of the people's socioeconomy. |
| Subjects: | H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN690.5 Slums |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 02:20 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 02:20 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144810 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
