Ramdlani, Subhan (2005) Revitalisasi Ruang Kota Kawasan Stasiun-Tugu Malang. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3203203002-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Kawasan Stasiun-Tugu merupakan salah satu lingkungan yang penting dalam sejarah Kota Malang. Di kawasan inilah Kota Malang dikembangkan dengan konsep kota Barat, bukan sebagai kota tradisional Jawa. Konsep kota taman (garden city) menjadi inspirasi awal dalam perencanaan kawasan ini dengan mempertimbangkan kondisi iklim dan geografis Kota Malang. Perencanaan diawali dengan pembangunan Alun-Alun Bunder sebagai penyeimbang keberadaan alun-alun kota, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan poros yang kuat antara Alun-Alun Bunder dan Stasiun Kota melalui boulevard sebagai sumbu utama (Bouwplan II, 1920), sekaligus menjadikannya sebagai pusat pemerintahan baru Kota Malang. Selain didukung oleh keberadaan taman kota, ruang terbuka, dan ruang publik, potensi alam di sekitar kawasan juga dimanfaatkan untuk mendukung keberadaan ruang-ruang kota sejak awal perencanaannya. Namun, saat ini potensi ruang kota tersebut belum dikelola dengan baik dan cenderung mengalami penurunan, bahkan memudarkan citra serta mengurangi kekuatan potensi kawasan. Permasalahan yang muncul akibat konflik antara kebutuhan masyarakat pengguna yang terus meningkat dan potensi ruang kota, serta adanya pandangan dan tindakan yang cenderung merugikan keberadaan taman kota dan ruang publik di kawasan bersejarah tersebut, mendasari perlunya penelitian lebih lanjut mengenai penyikapan baru terhadap ruang perkotaan di kawasan ini. Sebagai pendekatan dalam penyelesaian masalah, penelitian ini menggunakan metode yang mengkaji kondisi aktual berdasarkan konsep awal (garden city), disertai penilaian berdasarkan parameter fisik ruang kota menurut Roger Trancik dan karakteristik pengalaman ruang kota menurut Currant, serta mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, dirumuskan skenario revitalisasi yang meliputi konsep, strategi, dan rencana revitalisasi untuk mendukung keterhubungan potensi ruang kota secara visual, struktural, dan fungsional guna meningkatkan vitalitas kawasan tanpa menghilangkan karakter dan citra kawasan.
=====================================================================================================================================
The Stasiun-Tugu area is one of the important urban environments in the history of Malang City. This area was developed based on a Western urban concept rather than the traditional Javanese city concept. The garden city concept became the initial inspiration for planning the area, taking into consideration the climatic and geographical conditions of Malang City. The development began with the establishment of Alun-Alun Bunder as a counterbalance to the existing city square, followed by the creation of a strong axis connecting Alun-Alun Bunder and the City Railway Station through a boulevard as the main axis (Bouwplan II, 1920), while also establishing the area as the new civic center of Malang. In addition to being supported by city parks, open spaces, and public spaces, the natural potential surrounding the area was utilized to support the development of urban spaces from the beginning of the planning process. However, these urban spatial potentials are currently not properly managed and have tended to deteriorate, resulting in the fading of the area’s image and the decline of its potential. Problems arising from the conflict between the increasing needs of users and the potential of urban spaces, as well as perceptions and actions that tend to undermine the existence of city parks and public spaces in this historic area, have prompted the need for further research into new approaches to urban space in the area. As an approach to addressing these issues, this research examines existing conditions based on the initial garden city concept and evaluates the area using physical urban-space parameters proposed by Roger Trancik and urban experience characteristics proposed by Currant, while also considering the needs of the community. This approach produces a revitalization scenario consisting of concepts, strategies, and revitalization plans that support the visual, structural, and functional connectivity of urban spatial potentials in order to enhance the vitality of the area without compromising its character and image.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTA 711.4 Ram r |
| Uncontrolled Keywords: | Ruang Kota, Potensi, Kebutuhan Masyarakat, Urban Space, Potential, Community Needs. |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 02:54 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 02:54 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144815 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
