Hendra, Failasuf Herman (2006) Strategi Bioklimatik Pada Rumah Indis Di Koridor Kampung Kemasan Gresik. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3204204005-Master_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (77MB) |
Abstract
Arsitektur kolonial Belanda dapat dikategorikan dalam tiga kelompok, yaitu bangunan yang belum beradaptasi, baru sebagian beradaptasi, dan sudah beradaptasi dengan iklim tropis lembap. Aspek adaptasi memegang peran penting dalam menentukan kinerja termal serta kenyamanan termal bangunan. Rumah Indis merupakan arsitektur kolonial Belanda di Jawa yang kala itu berada dalam semangat mencari wujud yang adaptif terhadap lingkungan, iklim, dan budaya setempat. Salah satu cirinya adalah massa bangunan tidak diidentifikasikan memiliki kekhususan pada sebuah fungsi, sehingga wujud bangunan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan dengan beragam isi atau makna. Penelitian ini pada dasarnya bertujuan untuk mengkaji aplikasi strategi bioklimatik dalam desain Rumah Indis di lingkungan kampung kota pesisir dengan kepadatan bangunan yang tinggi. Fokus penelitian adalah mengkaji kinerja termal, kenyamanan termal, serta peran elemen desain dalam mengukuhkan adaptasi bangunan. Strategi bioklimatik merupakan upaya menuju adaptasi bangunan dalam mewujudkan kenyamanan termal dengan memanipulasi pengaruh iklim setelah kajian dan keakuratan dalam mendefinisikan iklim diperoleh. Desain penelitian kasus ini diorientasikan untuk mengungkap fenomena dan ketetapan suatu wujud arsitektur yang spesifik. Pelaksanaan penelitian menggunakan metode observasi lapangan yang dibantu dengan simulasi komputer. Tinjauan komprehensif dilakukan melalui penalaran secara induktif dengan teknik analisis menggunakan statistik deskriptif. Sampel penelitian diambil dari tiga kategori populasi Rumah Indis dalam koridor Kampung Kemasan di Kota Lama Gresik, yaitu arsitektur Rumah Indis tipe detached, coupled, dan parallel. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Indis di Kampung Kemasan Gresik mempunyai kinerja termal yang baik dan mampu beradaptasi sepenuhnya dengan iklim dan lingkungan setempat. Model adaptasinya menghasilkan konfigurasi bangunan dua lantai semu untuk fungsi bangunan satu lantai guna mengoptimalkan perolehan aliran udara dan efek pembayangan matahari pada lingkungan dan bangunan. Wujud adaptasi bangunan yang tinggi merupakan bukti keberhasilan aplikasi strategi bioklimatik dalam desain arsitektur Rumah Indis di lokasi tersebut.
=====================================================================================================================================
Dutch colonial architecture can be categorized into three groups: unadapted buildings, partially adapted buildings, and fully adapted buildings to a warm-humid climate. Adaptation plays an important role in determining the thermal performance and thermal comfort of buildings. The Indis House is a Dutch colonial architectural style in Java that emerged from efforts to adapt buildings to the local environment, climate, and culture. One of its characteristics is that the building mass is not identified with a specific function; therefore, the building can accommodate various activities with diverse contents and meanings. This research aims to examine the application of bioclimatic strategies in the design of Indis Houses within a coastal urban kampong characterized by high building density. The research focuses on examining thermal performance, thermal comfort, and the role of design elements in strengthening building adaptation. A bioclimatic strategy is an approach to building adaptation that aims to achieve thermal comfort by manipulating climatic influences based on an accurate assessment and definition of the climate. This case study research was designed to reveal the phenomena and characteristics of a specific architectural form. The research was conducted through field observations supported by computer simulations. A comprehensive review was carried out through inductive reasoning, using descriptive statistical analysis techniques. The research samples were selected from three categories of Indis Houses along Kampung Kemasan in the Old Town of Gresik, namely detached, coupled, and parallel types. The findings indicate that the Indis Houses in Kampung Kemasan have good thermal performance and are capable of fully adapting to the local climate and environment. The adaptation model produces a pseudo-two-story building configuration for a one-story building function in order to optimize airflow and solar shading effects on the surrounding environment and building. The high level of building adaptation demonstrates the successful application of bioclimatic strategies in the architectural design of Indis Houses in Kampung Kemasan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Additional Information: | RTA 721.046 Hen s |
| Uncontrolled Keywords: | Rumah lndis, adaptasi, bioklimatik, kepadatan tinggi, kinerja termal, lndis House, climatic adaptation, bioclimatic, high density, thermal performance |
| Subjects: | H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT166 City Planning--Environmental aspects |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 04:01 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 04:02 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/144824 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
