Pengembangan Industri Dan Pendidikan Yang Sesuai Di Kabupaten Bangkalan Pasca Jembatan Suramadu

Rudiansyah, Alifin (2008) Pengembangan Industri Dan Pendidikan Yang Sesuai Di Kabupaten Bangkalan Pasca Jembatan Suramadu. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 3206205701-Master_thesis.pdf] Text
3206205701-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (24MB)

Abstract

Pembangunan Jembatan Suramadu diharapkan dapat mempercepat proses pertumbuhan ekonomi di Pulau Madura yang ditandai dengan kemudahan sektor transportasi yang akan mendongkrak sektor lainnya. Industri sebagai salah satu aktivitas ekonomi yang memberikan nilai tambah besar dan keterkaitan ekonomi yang cukup luas diharapkan mampu menjadi sektor yang tumbuh pesat pascapembangunan Jembatan Suramadu. Munculnya industri akan terkait erat dengan penyediaan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri. Faktor lokalitas dalam pembangunan akan menjadi perhatian utama untuk menghindari termarginalisasinya penduduk asli oleh tenaga kerja dari luar daerah. Peningkatan sumber daya manusia melalui pendidikan akan secara langsung mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah Madura. Hal inilah yang mendasari penelitian ini, dengan tujuan menentukan sektor atau jenis industri potensial yang akan dikembangkan serta kecenderungan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Metode penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan analisis deskriptif komparatif dan superimpose terhadap kebijakan dalam rencana tata ruang, aspek daya dukung lingkungan fisik, dan pengembangan industri. Selanjutnya, dilakukan analisis deskriptif untuk menggali dan menganalisis permasalahan serta harapan yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan yang ada di Kabupaten Bangkalan. Untuk mencari keterkaitan dan relevansi dengan sektor pendidikan, digunakan teknik triangulasi antara industri, tenaga kerja, dan pendidikan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: lokasi potensial untuk industri meliputi wilayah Kecamatan Labang, Tragah, Klampis, dan Arosbaya, dengan titik berat pada pengembangan jenis industri yang berkelanjutan; karakteristik tenaga kerja yang dibutuhkan dunia usaha dan industri adalah tenaga kerja yang memiliki pemahaman, pengalaman, keahlian, pelatihan, dan kemampuan tata kelola industri; tipologi sumber daya manusia lokal yang agraris, agamis, paternalistik, dan mayoritas tenaga kerja masih berada pada tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah; serta kecenderungan pendidikan yang sesuai adalah pendidikan yang menekankan pada kondisi tenaga kerja, sosial budaya masyarakat lokal, dan kebutuhan dari jenis industri yang dikembangkan.
=====================================================================================================================================
The development of the Suramadu Bridge is expected to accelerate economic growth on Madura Island through improved transportation infrastructure, which will subsequently stimulate other economic sectors. Industry, as an economic activity that generates significant added value and has extensive economic linkages, is expected to become one of the sectors that will grow rapidly following the construction of the Suramadu Bridge. The emergence of new industries will be closely related to the provision of labor that meets industrial requirements. Locality factors in development will be a major consideration to prevent local residents from being marginalized by workers from other regions. Human resource development through education will directly support economic growth in the Madura region. This condition provides the basis for this research, which aims to identify potential industrial sectors or types of industries to be developed and determine educational trends that are relevant to industrial needs. The research method employed a comparative descriptive approach and superimposition of spatial planning policies, physical environmental carrying capacity, and industrial development aspects. Subsequently, descriptive analysis was conducted to explore and analyze problems and expectations related to labor conditions in Bangkalan Regency. To identify the linkages and relevance to the education sector, a triangulation technique involving industry, labor, and education was applied. The results indicate that potential locations for industrial development include Labang, Tragah, Klampis, and Arosbaya Districts, with priority given to the development of sustainable and resource-based industries. The characteristics of labor required by businesses and industries include knowledge, experience, skills, training, and an understanding of industrial management. The characteristics of local human resources are predominantly agrarian, religious, and paternalistic, with most workers still having relatively low levels of education and skills. Furthermore, appropriate educational development should consider local labor conditions, the socio-cultural characteristics of the local community, and the requirements of the industries being developed.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTA 711.57 Rud p
Uncontrolled Keywords: Industri, karakteristik tenaga kerja, pendidikan yang sesuai, labor characteristic, relevant educations, sector and location of industry
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses
Depositing User: magang .
Date Deposited: 23 Sep 2026 04:21
Last Modified: 23 Sep 2026 04:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144827

Actions (login required)

View Item View Item