Model Kerentanan Pantai Terhadap Kenaikan Muka Air Laut Dengan Memanfaatkan Teknologi Penginderaan Jauh

Basir, Noerdin (2010) Model Kerentanan Pantai Terhadap Kenaikan Muka Air Laut Dengan Memanfaatkan Teknologi Penginderaan Jauh. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3108204002-Master_thesis.pdf] Text
3108204002-Master_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (82MB)

Abstract

Rata-rata kenaikan muka air laut dalam 100 tahun terakhir berkisar antara 1 hingga 2.5 mm per tahun (Gornitz et al, 1994). Efek dari naiknya muka air laut (Sea level rise) ini sangat dirasakan di kawasan-kawasan pesisir, termasuk kawasan pesisir pulau Bengkalis. Untuk itu diperlukan model kerentanan pantai terhadap kenaikan muka air laut (Sea level rise), sehingga kedepannya dapat meminimalisir dampak negatif yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang serta menyiapkan suatu rancangan manajemen pantai (coastal management) sebagai upaya penanggulangan bencana. Metodologi yang digunakan untuk membuat model kerentanan pantai menggunakan regresi logistik ordinal, pemilihan model ini di karenakan variabel-variabel independennya berbentuk kategori. Untuk mengkaji bentuk penaksir parameter serta model kerentanan pantai, digunakan variabel penentu yakni perubahan garis pantai, pengamatan kerusakan, kerentanan struktur litologi atau material pembentuk pantai, tinggi gelombang, jarak pasang surut, pengaruh angin (wind rose), tingkat kemiringan pantai dan penggunaan lahan.Teknologi penginderaan jauh digunakan untuk menganalisis variabel perubahan garis pantai dengan memanfaatkan data Citra satelit Landsat ETM+ dan TM tahun 1991, 2002 dan 2004, dengan tampilan komposit warna semu (false colour composite) band 521, akan memunculkan perbedaan warna yang tegas antara daratan dan lautan sehingga mempermudah dalam pembuatan polygon garis pantai, persamaan phitagoras digunakan dalam menghitung perubahan garis pantai tahun 1991 sampai tahun 2004 di Pulau Bengkalis. Berdasarkan analisis data dan pembahasan dengan menggunakan aplikasi minitab ver.14 diperoleh model kerentanan pantai $Y = -2,32 + 0,585 X_1 + 0,3450 X_2 + 0,3910 X_3 - 0,1275 X_4 + 0,071 X_5 + 0,2419 X_6 + 0,0161 X_7 - 0,00131 X_8$ dari model ini jumlah daerah penelitian yang termasuk kategori rendah berjumlah Dua lokasi, berkategori sedang Sebelas lokasi, berkategori tinggi Dua lokasi dan berkategori sangat tinggi Satu lokasi. Perubahan garis pantai yang terbesar berada di lokasi Perapat tunggal yang mencapai 41,08 m/tahun dan yang terkecil di Desa Kanjau yakni sebesar 2,24 m/tahun. Kata
===================================================================================================================================

The average of sea level rise in last 100 years increased between 1 to 2.5 mm a years (Gornitz et al, 1994).the affect couses by sea level rise is impact to the seashore area including Bengkalis coastal, need a model of coastal vulnerability toward sea level rise to minimalize the negative affect that could be heaven. And prepare for coastal management plan. The method wich use to built coastal vulnerability is regretion of ordinal logistic, it is because all of the independent variable form categories.To research the form of parameter predicted and coastal vulnerability model, use variable such as seashore line change, damage observatition, litology structure, wave, tydal, wind rose and land use. Sattelite image of Landsat ETM + and TM 1991,2002 and 2004 in false colour composite view band 521, will shown strike different colour between land and ocean, so easy to draw polygon of seashore line change, phytagoras equation is use to count the seashore line change. According to data analys and the conclusion with the minitab ver.14 aplication the result model of coastal vulnerability is $Y = -2,32 + 0,585 X_1 + 0,3450 X_2 + 0,3910 X_3 - 0,1275 X_4 + 0,071 X_5 + 0,2419 X_6 + 0,0161 X_7 - 0,00131 X_8$ from this model sum of the research area in lower category is two location, middle category is Eleven location, high category is two and very high category is one location. The highest seashore line change is at Perapat tunggal village wich is up to 41,08 m/year and the lowest is in Kanjau village wich is 2,24 m/year.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Sea level rise, penginderaan jauh, Kerentanan, Bengkalis, perubahan garis pantai
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC530 Flood control
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 23 Sep 2026 06:32
Last Modified: 23 Sep 2026 06:32
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144831

Actions (login required)

View Item View Item