Studi Penataan Kawasan Pantai Timur Surabaya Sebagai Waterfront

Prakasa, Darmansjah Tjahja (2000) Studi Penataan Kawasan Pantai Timur Surabaya Sebagai Waterfront. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 3298203003-Master_Thesis.pdf] Text
3298203003-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15MB)

Abstract

Wilayah pesisir menandai tepian Surabaya yang menjadikan kota ini sebagai kota pesisir. Oleh karena itu, karakter kota pesisir semestinya menjiwai Kota Surabaya. Fenomena tersebut semakin pudar dengan tidak adanya kejelasan fungsi wilayah pesisir Surabaya, termasuk Kawasan Pantai Timur Surabaya. Menurut Master Plan 2000, kawasan Pantai Timur Surabaya pada dasarnya diarahkan sebagai area konservasi. Kondisi ini menjadi bias karena pada kecamatan tertentu direncanakan sebagai area pemukiman, rekreasi, dan pelayanan umum. Kondisi lebih rinci termaktub pada Rencana Tata Ruang Wilayah 2005 dan Rencana Detail Tata Ruang Kota Unit Pengembangan Pantai Timur Surabaya 1991. Seiring dengan itu, ada usaha mengembalikan pada arahan semula sebagai area konservasi dengan munculnya Review Rencana Detail Tata Ruang Kota Unit Pengembangan Pantai Timur Surabaya tahun 1999-2000. Kawasan konservasi dapat menimbulkan kecenderungan munculnya lost-space. Terdapatnya lost-space akibat privatisasi ruang publik dan perubahan penggunaan lahan. Fenomena ini terjadi di kawasan Pantai Timur Surabaya. Di sisi lain, kawasan tersebut mempunyai potensi yang dapat dikembangkan sebagai milik publik. Kondisi ini memberi pemahaman bahwa area konservasi tidak harus identik dengan area yang dibiarkan, melainkan dapat dikembangkan berdasar potensi yang ada. Tinjauan dari potensi alam setempat dan perilaku sosial memunculkan tuntutan akan eksploitasi kawasan Pantai Timur Surabaya sebagai kawasan yang berorientasi kepada area perairan. Kondisi ini sangat bertepatan dengan wacana waterfront. Fenomena ini merupakan hal yang menarik untuk dijadikan kajian. Adapun pendekatan lebih lanjut menguraikan teori dari Paul D. Spreiregen (1965) mengenai alternatif pengembangan kawasan, Roger Trancik (1986) mengenai cara penataan kawasan kota, teori konservasi serta psikologi lingkungan dan perilaku sebagai dasar penataan, dan terakhir Ann Breen dan Dick Rigby (1994) mengenai pemahaman perletakan waterfront. Penelitian ini sangat spesifik pada suatu kawasan tertentu, dengan mempelajari secara mendalam keadaan lapangan beserta latar belakang kondisi yang ada. Oleh karena itu, jenis penelitian ini disebut sebagai penelitian kasus dan penelitian lapangan. Tujuan dari jenis penelitian ini adalah mempelajari secara intensif tentang latar belakang keadaan sekarang dan interaksi lingkungan suatu unit sosial. Hasil akhir penelitian ini berupa panduan serta model rancangan penataan bangunan dan lingkungan dengan terlebih dahulu mengadakan proses analisis. Analisis dilakukan dengan pendekatan fungsi dasar kawasan sebagai area konservasi dengan kecenderungan psikologi lingkungan dan perilaku masyarakatnya. Selain itu, analisis didasari oleh pertimbangan dari studi lain yang pernah dilakukan serta kebijakan Pemerintah Daerah yang ada sekarang. Hasil dari analisis tersebut memunculkan arahan akan pengembangan kawasan sebagai area publik di mana area perairan sebagai pusat orientasinya. Pemahaman karakter semacam ini menurut Ann Breen dan Dick Rigby (1994) disebut sebagai waterfront.
=====================================================================================================================================
There are coastal areas in Surabaya that define it as a coastal city; therefore, a coastal character should naturally embody the soul of the city. Ironically, this identity has faded due to the lack of clear functional zoning along Surabaya's coastline, including the Surabaya East Coast area. According to the Master Plan 2000, the Surabaya East Coast area was originally designated as a conservation area. However, this designation became blurred as certain sub-districts were reallocated for residential, recreational, and public service utility development. These details are further outlined in the 2005 Spatial Plan (RTRW) and the 1991 Detailed Spatial Plan (RDTRK) for the Surabaya East Coast Development Unit. Fortunately, subsequent efforts were made to restore its original function through the 1999–2000 Review of the Detailed Spatial Plan for the Surabaya East Coast Development Unit. Generally, conservation zoning can lead to the emergence of lost space, often caused by public space privatization and land-use changes—a phenomenon observed in the Surabaya East Coast area. Conversely, this area possesses inherent potential to be developed for public benefit, demonstrating that conservation need not mean abandonment, but rather development aligned with existing assets. Evaluating the local natural potential and social behavior underscores the demand to leverage the Surabaya East Coast into a water-oriented public area, directly aligning with waterfront concepts. To explore this phenomenon, the study draws upon Paul D. Spreiregen's (1965) theories on alternative spatial development, Roger Trancik's (1986) urban design methods, conservation and environmental-behavioral psychology theories as design foundations, and Ann Breen and Dick Rigby's (1994) frameworks on waterfront placement. Given its focus on an in-depth analysis of field conditions and background context, this study is categorized as a case study and field research. The primary objective is to intensively examine current conditions and environmental interactions within a social unit. The ultimate outcome of this research is a set of design guidelines and models for building and environmental arrangement derived through comprehensive analytical processes. The analysis adopts the core function of the area as a conservation zone while integrating environmental psychology, community behavior, prior studies, and current local government policies. The resulting framework directs spatial development toward a public domain centered on its water features—a spatial character defined by Ann Breen and Dick Rigby (1994) as a waterfront.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RT 711.4 Pra s
Uncontrolled Keywords: Kawasan Pantai Timur Surabaya, Konservasi, Psikologi Lingkungan dan Perilaku, Waterfront, Penataan Kawasan, Surabaya East Coast Area, Conservation, Environmental Psychology and Behavior, Waterfront, Spatial Design.
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA9053 City planning
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Architechture > 23101-(S2) Master Theses
Depositing User: magang .
Date Deposited: 24 Sep 2026 07:21
Last Modified: 24 Sep 2026 07:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144882

Actions (login required)

View Item View Item