Analisis sistem antrian kapal di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggunakan metode simulasi Monte Carlo

Akbar, Tabah Alvian (2022) Analisis sistem antrian kapal di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menggunakan metode simulasi Monte Carlo. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 10611810000009-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
10611810000009-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya merupakan salah satu pelabuhan yang memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian di Indonesia. Hal tersebut terlihat dari arus kapal, peti kemas, dan nonpeti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada tahun 2020 yang mencapai total 74.862 unit kapal dan mengalami waktu tunggu kapal untuk sandar atau tambat (waiting time) hingga 5 hari. Kesibukan terbesar mencapai 70% sehingga berakibat pada kinerja pelabuhan yang kurang maksimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meminimalkan waktu tunggu kapal serta menurunkan utilitas sistem antrian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai sistem antrian di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan menggunakan simulasi Monte Carlo guna meminimalkan waktu tunggu kapal dengan mempertimbangkan penambahan server pelayanan dan mengalokasikan beberapa jenis kapal demi terciptanya pelayanan yang maksimal. Sistem antrian kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menerapkan First In First Out (FIFO). Selain itu, kapasitas sistem antrian dan jumlah populasi kapal tidak terbatas, dengan struktur antrian yang diterapkan adalah Multi Channel-Single Phase. Hasil simulasi Monte Carlo perbaikan memberikan solusi berupa penambahan server dan pengalokasian beberapa jenis kapal ke dermaga lain pada periode September sampai Desember sehingga dapat menekan kesibukan aktivitas bongkar muat di dermaga, yang pada akhirnya menurunkan utilitas dan waktu tunggu kapal. Penggabungan Dermaga Jamrud Selatan dengan Jamrud Barat menghasilkan penurunan utilitas menjadi 0,476 dan waktu tunggu kapal menjadi 0,001 hari atau hampir tidak ada kapal yang menunggu. Untuk Dermaga Jamrud Utara, setelah ditambah satu server, terjadi penurunan utilitas menjadi 0,473 dan waktu tunggu kapal menjadi 0,088 hari atau 2 jam. Sedangkan pada Dermaga Jamrud Utara Penumpang, setelah dikurangi satu server pelayanan, utilitas menjadi 0,506 dan waktu tunggu menjadi 0,002 hari atau 0,051 jam. Dengan menambah satu server, Dermaga Mirah mengalami penurunan utilitas menjadi 0,447 dan waktu tunggu kapal menjadi 1,24 hari.
===============================================================================================================================
Tanjung Perak Port of Surabaya is one of the ports that has a major influence on the Indonesian economy. This can be seen from the flow of ships, containers, and non-containerized cargo at Tanjung Perak Port of Surabaya in 2020, which reached a total of 74,862 ships. The waiting time for ships to dock or berth reached 5 days, while the highest utilization reached 70%, resulting in less-than-optimal port performance. Therefore, it is necessary to minimize ship waiting time and reduce the utilization of the queuing system. The purpose of this study is to provide an overview of the queuing system at Tanjung Perak Port of Surabaya using Monte Carlo simulation to minimize ship waiting time by considering the addition of service servers and the allocation of several types of ships to achieve optimal service. The ship queuing system at Tanjung Perak Port of Surabaya applies the First In First Out (FIFO) principle. In addition, the capacity of the queuing system and the ship population are unlimited, with a Multi-Channel Single-Phase queuing structure. The results of the improved Monte Carlo simulation provide solutions in the form of adding servers and allocating several types of ships to other berths during the period from September to December, thereby reducing the workload of loading and unloading activities at the berths and consequently lowering system utilization and ship waiting time. By combining the South Jamrud and West Jamrud berths, the utilization decreased to 0.476 and the ship waiting time decreased to 0.001 days, meaning that there were almost no ships waiting. At the North Jamrud Berth, after adding one server, the utilization decreased to 0.473 and the ship waiting time decreased to 0.088 days or approximately 2 hours. Meanwhile, at the North Jamrud Passenger Berth, after reducing one service server, the utilization decreased to 0.506 and the waiting time decreased to 0.002 days or 0.051 hours. By adding one server, the Mirah Berth experienced a decrease in utilization to 0.447, while the ship waiting time decreased to 1.24 days.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: 519.82 Akb a-1
Uncontrolled Keywords: Monte Carlo, Simulasi, Sistem Antrian, Utilitsas, Waktu Tunggu, Monte Carlo, Simulation, System Antrian, Utility, Waiting Time
Subjects: Q Science > QA Mathematics > QA274.8 Queuing theory
Divisions: Faculty of Vocational > 49501-Business Statistics
Depositing User: magang .
Date Deposited: 05 Oct 2026 04:20
Last Modified: 05 Oct 2026 04:20
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145251

Actions (login required)

View Item View Item