Rahmayanti, Ade Esti (2009) Manajemen risiko terhadap bencana erosi di wilayah Pesisir kabupaten Tegal. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
4107205009-46211-rahmayanti.pdf Restricted to Repository staff only Download (76MB) |
Abstract
Kawasan pantai Kabupaten Tegal merupakan kawasan dengan pemanfaatan ruang yang relatif tinggi, terutama sebagai jalur utama transportasi darat di jalur pantai utara Pulau Jawa (Pantura). Kondisi eksisting kawasan pesisir Kabupaten Tegal telah mengalami degradasi/kerusakan fisik yang ditandai dengan terjadinya erosi di sepanjang pesisir tersebut. Bahaya erosi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap daya dukung pantai yang kemudian akan mengganggu dan mengurangi fungsi pantai apabila dibiarkan berlangsung terus-menerus tanpa suatu langkah pencegahan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari bahaya tersebut.
Manajemen Risiko merupakan suatu proses yang dinamis, terpadu, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas langkah-langkah dalam menyikapi ancaman bahaya erosi yang terjadi. Melalui manajemen risiko, dapat diketahui tingkat risiko di kawasan pesisir Kabupaten Tegal dalam menghadapi bencana erosi yang lebih buruk di kemudian hari. Manajemen Risiko terhadap bencana erosi melalui tahap penentuan Profil Risiko (_Risk Profile_) dan Penilaian Risiko (_Risk Assessment_). Pesisir Kabupaten Tegal dibagi menjadi beberapa _sub-cell_ untuk mempermudah penelitian. Hasil dari penilaian risiko dilakukan dengan memplotkan hasil dari valuasi ekonomi dengan pendekatan _Total Economic Value_ (TEV) dan hasil perhitungan intensitas bahaya ke dalam suatu bagan yang menunjukkan tingkat risiko. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Warureja dan Suradadi (Sub-Cell 1a), Kecamatan Kramat (Sub-Cell 2b), Desa Purwahamba dan Maribaya (Sub-Cell 1c) merupakan kecamatan dengan tingkat risiko “Tinggi”, ditunjukkan dengan kerusakan yang terjadi pada sarana/prasarana akibat erosi pantai. Sedangkan Kecamatan Kramat Desa Maribaya (Sub-Cell 2a) dan Kecamatan Suradadi Desa Purwahamba (Sub-Cell 1b) merupakan kecamatan dengan tingkat risiko “Sedang”. Hasil penilaian risiko tersebut digunakan untuk menentukan tingkat prioritas sehingga dapat ditentukan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melindungi aset yang paling bernilai.
Beberapa upaya mitigasi struktural dan nonstruktural diidentifikasi untuk menekan risiko bencana erosi yang terjadi di sepanjang kawasan pesisir Kabupaten Tegal yang merupakan bagian dari manajemen bencana. Upaya mitigasi struktural dilakukan dengan penambahan pasir (_sand nourishment_), penanaman _green belt_, rekonstruksi bangunan, dan pengembangan sistem peringatan dini. Sedangkan upaya nonstruktural dilakukan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar sejalan dengan upaya mitigasi struktural yang dilakukan.
=================================================================================================================================
Tegal District's coastal area is a region with relatively high land use, especially as the main land transportation route along the North Coast of Java (Pantai Utara/Pantura). The existing physical condition shows that the area has experienced degradation and physical damage caused by coastal erosion along the coastline. This condition can place pressure on the coastal carrying capacity, which may disrupt and reduce the function of the coast if it continues without preventive measures to anticipate the impacts caused by coastal erosion.
Risk management is a dynamic, integrated, and continuous process to improve the quality of actions taken to address the erosion hazards that occur. Through risk management, the level of risk in Tegal District's coastal area in facing potentially more severe erosion disasters in the future can be determined. Risk management encompasses the determination of the Risk Profile and Risk Assessment.
The coastal area of Tegal District is divided into several sub-cells to facilitate the research. The results of the risk assessment were obtained by plotting the results of economic valuation using the Total Economic Value (TEV) approach and the calculated hazard intensity into a chart showing the risk level. The results of the analysis showed that Warureja and Suradadi Districts (Sub-Cell 1a), Kramat District (Sub-Cell 2b), and Purwahamba and Maribaya Villages (Sub-Cell 1c) are areas with a "High" risk level, as indicated by damage to infrastructure caused by coastal erosion. Meanwhile, Maribaya Village in Kramat District (Sub-Cell 2a) and Purwahamba Village in Suradadi District (Sub-Cell 1b) are areas with a "Medium" risk level. The results of the risk assessment are used to determine priority levels so that appropriate actions can be identified to protect the most valuable assets.
Several structural and non-structural mitigation measures were identified to reduce the risk of coastal erosion disasters occurring along the Tegal District coastal area, as part of disaster management. Structural mitigation measures can be carried out through sand nourishment, green belt planting, building reconstruction, and the development of early warning systems. Meanwhile, non-structural measures can be implemented by providing education to the surrounding community to increase public awareness and support the structural mitigation measures being implemented.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | 658.155 Rah m |
| Uncontrolled Keywords: | Kabupaten Tegal, erosi pantai, mitigasi, manajemen resiko, Tegal district, coastal erosion, mitigation, risk management. |
| Subjects: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD61 Risk Management |
| Divisions: | Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36101-(S2) Master Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 06 Oct 2026 07:17 |
| Last Modified: | 06 Oct 2026 07:17 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/145333 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
