Studi perilaku perambatan retak cabang dengan variasi sudut menggunakan metode elemen hingga

Subekti, Bimo (2008) Studi perilaku perambatan retak cabang dengan variasi sudut menggunakan metode elemen hingga. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 4102100044-33959-subekti.pdf] Text
4102100044-33959-subekti.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (35MB)

Abstract

Tugas Akhir ini disusun untuk menganalisa pengaruh besarnya sudut retak pada retak cabang. Analisa juga dilakukan pada pengaruh perbedaan panjang retak terhadap besarnya SIF. Pada tugas kali ini analisa dilakukan dengan menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan menggunakan perangkat lunak MSC Nastran 4.5. Pemodelan dilakukan dengan menggunakan material High Tensile Steel dengan pembebanan konstan yang mengalami retak cabang dengan variasi sudut retak cabang (2θ) = 40°, 60°, 80°, dan 130° dengan perbandingan panjang retak cabang c_0/b_0 = 0.6, 0.7, 0.8, 0.9, dan 1.0.

Dari pemodelan yang telah dilakukan diketahui bahwa semakin kecil sudut retak cabang maka harga SIF akan semakin besar. Pada retak bagian bawah (b_0) ketika sudut retak cabang 40° terjadi SIF paling besar yaitu sebesar 93273.24 "kN"⋅"m" ^(-3/2) dengan laju penjalaran retak (da/dN) sebesar 2.56×10^(-7) m/cycles. Sedangkan pada retak bagian atas (c_0) nilai SIF terbesar adalah 85106.61 "kN"⋅"m" ^(-3/2) dengan laju penjalaran retak (da/dN) sebesar 2.09×10^(-7) m/cycles yang terjadi pada sudut 40°. Nilai SIF terkecil terjadi pada saat sudut retak cabang 130° yaitu sebesar 77515.53 "kN"⋅"m" ^(-3/2) dengan laju penjalaran retak (da/dN) sebesar 1.69×10^(-7) m/cycles untuk retak bagian atas (c_0). Sedangkan untuk retak bagian bawah (b_0) nilai SIF terkecil adalah sebesar 81050.57 "kN"⋅"m" ^(-3/2) dengan laju penjalaran retak (da/dN) sebesar 1.87×10^(-7) m/cycles yang terjadi pada sudut 130°.
====================================================================================================================================
This final project is intended to explain the influence of crack angle variation and crack length variation to crack branching behaviour. To do the analysis, Finite Element software named MSC Nastran 4.5 is used. For the simulation, High Tensile Steel is used. Constant loadings are applied to the material which has crack branching with crack angle variation (θ) = 40°, 60°, 80°, and 130°, and crack length ratio (c/a) = 0.6, 0.7, 0.8, 0.9, and 1.0. According to the simulation, the smaller the crack angle of the crack branching, the bigger the value of SIF at the tip of the crack. As a result, at the tip of the lower crack (b_0), 40° crack branching has the highest value of SIF, the value is 93273.24 "kN"⋅"m" ^(-3/2) and has a crack growth rate (da/dN) of 2.56×10^(-7) m/cycles. While, at the tip of the upper crack (a_0), the highest value of SIF also happens in 40° crack branching, the value is 85106.61 "kN"⋅"m" ^(-3/2) and has a crack growth rate (da/dN) of 2.09×10^(-7) m/cycles. 130° crack branching has the smallest value of SIF at the tip of the upper crack (a_0), the value is 77515.53 "kN"⋅"m" ^(-3/2) and has a crack growth rate (da/dN) of 1.69×10^(-7) m/cycles. While, at the tip of the lower crack (b_0), the smallest value of SIF also happens in 130° crack branching, the value is 81050.57 "kN"⋅"m" ^(-3/2) and has a crack growth rate (da/dN) of 1.87×10^(-7) m/cycles.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: 620.112 6 Sub s
Uncontrolled Keywords: fatigue, retak cabang dan intensitas tegangan, fatigue, retak cabang dan intensitas tegangan
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM163 Hulls (Naval architecture)
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 08 Oct 2026 03:58
Last Modified: 08 Oct 2026 03:58
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145431

Actions (login required)

View Item View Item