Kurniawan, Rukama Martha Ali (2009) Studi Interoperabilitas Infrastruktur Data Spasial Antar Instansi Pemerintahan dalam Menunjang Pembangunan Nasional Studi Kasus Peta Dasar Pendaftaran Kantor Pertanahan Kabupaten Pasuruan 2008 dan Peta Blok Pajak Bumi Bangunan Kabupaten Pasuruan 2008. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.
|
Text
3503100013-Undergraduate_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (46MB) |
Abstract
Kepentingan pembangunan di daerah menuntut keberadaan data spasial yang memiliki beragam manfaat penggunaan. Di sisi lain, kesinambungan data spasial sering terabaikan. Selain itu, perbedaan kepentingan serta wewenang setiap instansi sering menimbulkan konflik kepentingan dalam penyediaan data spasial. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya tumpang tindih dan ketidakteraturan infrastruktur data spasial, khususnya di daerah berkembang.
Kajian dan penelitian ini pada dasarnya menggunakan konsep overlaying sederhana. Dalam penelitian ini ditunjukkan berbagai ketidaksesuaian elemen penyusun infrastruktur data spasial, khususnya di daerah studi. Konsep pembandingan ini secara tidak langsung menunjukkan betapa sulitnya koordinasi dalam kebijakan daerah yang berkaitan dengan pembangunan.
Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi infrastruktur data spasial, terutama peta dasar di daerah studi, belum memungkinkan dilakukannya interoperabilitas atau integrasi dengan kebutuhan pembangunan daerah di bidang lain. Oleh karena itu, diharapkan adanya rekomendasi yang logis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dari sudut pandang akademis, sehingga dapat mendukung terwujudnya interoperabilitas data spasial.
===================================================================================================================================
Regional development needs require the availability of spatial data with diverse applications. On the other hand, the continuity of spatial data is often neglected. Differences in the interests and authority of each institution often lead to conflicting priorities in the provision of spatial data. This situation results in overlapping and disorganized spatial data infrastructure, particularly in developing regions.
This study basically uses a simple overlaying concept. It demonstrates numerous inconsistencies among the components of spatial data infrastructure, particularly in the study area. This comparative approach indirectly illustrates the difficulties of coordinating regional policies related to development.
The results provide clear evidence that the condition of spatial data infrastructure, particularly base maps in the study area, does not adequately support interoperability or integration with development needs across other regional sectors. Therefore, logical recommendations for addressing these problems are expected, particularly from an academic perspective, to help achieve spatial data interoperability.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSG 526 Kur s |
| Uncontrolled Keywords: | Interoperabilitas Data Spasial, Peta Dasar, Peta Pendaftaran Kantor Pertanahan, Peta Blok PBB, Interoperability Spatial Data, Base Map, Map of Registration Kantor Pertanahan, Map of Block PBB. |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.217 Geospatial data |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 13 Oct 2026 07:57 |
| Last Modified: | 13 Oct 2026 07:57 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/145535 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
