Variabel Internal yang Mempengaruhi Kesenjangan Ekonomi Wilayah di Gerbangkertosusila

Ummah, S Maslachatul (2008) Variabel Internal yang Mempengaruhi Kesenjangan Ekonomi Wilayah di Gerbangkertosusila. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3603100006-Undergraduate_thesis.pdf] Text
3603100006-Undergraduate_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (27MB)

Abstract

Strategi Gerbangkertosusila tidak terlepas dari permasalahan kesenjangan ekonomi wilayah. Studi ini menganalisis variabel yang mempengaruhi kesenjangan ekonomi wilayah di Gerbangkertosusila. Variabel yang dianalisis dibatasi pada variabel internal, yaitu variabel yang terkait dengan potensi sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing kabupaten/kota. Hasil akhir yang didapatkan adalah variabel yang perlu diprioritaskan pengembangannya dalam upaya mengurangi kesenjangan serta pengembangan masing-masing variabel prioritas di tiap kabupaten/kota.
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif gabungan kuantitatif dan kualitatif. Metode deskriptif kuantitatif digunakan pada saat menjelaskan hasil analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif yang dilakukan meliputi indeks kesenjangan, analisis korelasi dan analisis faktor. Berdasarkan generalisasi dari analisis kuantitatif dijelaskan secara kualitatif upaya terkait untuk mengurangi kesenjangan ekonomi wilayah di Gerbangkertosusila.
Berdasarkan pengukuran indeks kesenjangan, indikator yang menunjukkan kesenjangan tinggi di Gerbangkertosusila adalah indikator PDRB perkapita (indeks kesenjangan = 0.87), indikator investasi (indeks kesenjangan = 0.997) dan indikator indeks kemiskinan (indeks kesenjangan = 0.82). Terdapat dua variabel prioritas, atau variabel yang secara umum mempengaruhi indikator kesenjangan ekonomi wilayah di Gerbangkertosusila. Variabel tersebut yaitu variabel produktivitas sektoral dan jangkauan pelayanan jalan tol. Masing-masing daerah memiliki kemampuan yang berbeda di tiap indikator.
Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, produktivitas sektor industrinya sedang. Untuk meningkatkan produktivitas sektor industri di kedua daerah tersebut, dilakukan dengan mengintegrasikan kawasan industri dua daerah tersebut dengan kawasan industri di Kota Surabaya. Rendahnya produktivitas sektor pertanian (subsektor perikanan dan tanaman pangan) di Kabupaten Bangkalan dapat diupayakan peningkatannya dengan promosi potensi pengembangan sektor pertanian untuk menarik investor menanamkan modalnya pada industri pertanian. Sektor pertanian di Kabupaten Mojokerto produktivitasnya tinggi, terutama didukung oleh berkembangnya subsektor kehutanan. Kabupaten Lamongan, upaya peningkatan terhadap produktivitas sektor pertanian (subsektor tanaman pangan dan perikanan) yang rendah dilakukan dengan meningkatkan kualitas teknologi, terutama teknologi dalam pemasaran. Hal tersebut mengingat tingginya produksi hasil pertanian di Kabupaten Lamongan. Kota Mojokerto, memiliki produktivitas sektor pengangkutan dan komunikasi yang tinggi.
=====================================================================================================================================
Strategy Gerbangkertosusila is not apart from regional economic disparity. This study analyzes variables which affect the regional economic disparity in Gerbangkertosusila. Variable that analyzed is limited by internal variable, which has relationship with potential resources in each regency. The result are the variable needs to be priorited it's development to reduce the regional economic disparity and the development of each priorited variable in every regency.
The method is descriptive method, which combined quantitative and qualitative method. Quantitative descriptive method is used for explaining the result of quantitative analyzed. Quantitative analyzed include index of disparity, correlation analyzed and factor analyzed. Based on generalization of quantitative analyzed, it is explained the effort to reduce regional economic disparity in Gerbangkertosusila.
Based on measuring index of disparity, indicators that show high disparity in Gerbangkertosusila are indicator of GDRP percapita (disparity index = 0.87), indicator of investment (disparity index = 0.997), indicator of poverty index (disparity index = 0.82). There are two priorited variables, or variabel which is influenced regional economic disparity in Gerbangkertosusila generally. These variable consists of sectoral productivity variable and servicing range in toll road variable. Each regency has different capability in every priorited variable.
Sidoarjo and Gresik regencies, the productivity of industrial sector is medium. Improving the productivity of industrial sector in those area, it is supposed to integrate those industrial estate with Surabaya's industrial estate. The productivity of agricultural sector (sub sector of fishing and food cropping) in Bangkalan Regency, can be solved by promoting the potential development of to make attractiveness for investor. Agricultural sector in Mojokerto Regency has a high productivity, mainly from the developing of forestry sub sector. Lamongan Regency, increasing the productivity of agricultural sector (sub sector of food cropping and fishing) which is low, can do with increasing the quality of technology, especially marketing technology. It is caused by a highly number of production in agricultural sector. Mojokerto City, has a high productivity in transportation and communication sector.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSPW 338.9 Umm v
Uncontrolled Keywords: kesenjangan ekonomi wilayah, variabel internal, regional economic disparity, internal variable
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions > HC79.I5 Income distribution
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Regional and Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 19 Oct 2026 01:53
Last Modified: 19 Oct 2026 01:53
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145659

Actions (login required)

View Item View Item