Hayati, Vita Noer (2010) Evaluasi Koridor Jalan Sulawesi - Jalan Kertajaya Indah Sebagai Jalan Arteri Sekunder. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
3104100014-Undergraduate_thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (102MB) |
Abstract
Jalan Sulawesi–Jalan Kertajaya Indah diklasifikasikan sebagai jalan arteri sekunder. Jalan arteri sekunder adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk yang dibatasi seefisien mungkin, serta memiliki peranan dalam pelayanan jasa distribusi bagi masyarakat di dalam kota. Kriteria jalan arteri sekunder meliputi jalan yang dirancang berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 30 (tiga puluh) kilometer per jam dan memiliki lebar badan jalan minimal 11 meter. Lalu lintas cepat pada jalan arteri sekunder tidak boleh terganggu oleh lalu lintas lambat. Persimpangan pada jalan arteri sekunder diatur dengan pengaturan tertentu yang disesuaikan dengan volume lalu lintasnya. Jalan arteri sekunder juga harus mempunyai kapasitas yang sama dengan atau lebih besar daripada volume lalu lintas rata-rata.Untuk mengetahui kesesuaian Jalan Sulawesi–Jalan Kertajaya Indah berdasarkan UU No. 38 Tahun 2004 dan PP No. 34 Tahun 2006, dilakukan survei lalu lintas yang meliputi survei volume lalu lintas, survei kecepatan, dan survei geometrik jalan. Analisis data dilakukan berdasarkan Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997 (MKJI 1997) untuk memperoleh volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan derajat kejenuhan.Berdasarkan hasil analisis yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 34 Tahun 2006, lebar badan jalan dan kecepatan pada Jalan Kertajaya Indah–Sulawesi telah sesuai dengan klasifikasi yang disyaratkan. Namun, volume lalu lintas pada beberapa arah dan waktu tertentu belum sesuai dengan klasifikasi yang disyaratkan. Pada Jalan Kertajaya Indah arah Kertajaya–Sulawesi, volume lalu lintas pada pagi hari mencapai 4.257 smp/jam, lebih besar daripada kapasitas jalan sebesar 3.734 smp/jam, sehingga tidak memenuhi persyaratan. Pada sore hari, volume lalu lintas mencapai 4.279 smp/jam, melebihi kapasitas jalan sebesar 3.734 smp/jam, sehingga juga tidak memenuhi persyaratan. Sementara itu, pada arah Sulawesi–Kertajaya Indah pada sore hari, volume lalu lintas mencapai 4.719 smp/jam, lebih besar daripada kapasitas jalan sebesar 3.734 smp/jam, sehingga tidak memenuhi persyaratan.
=================================================================================================================================
Sulawesi–Kertajaya Indah Road is classified as a secondary arterial road. A secondary arterial road is a road that serves major transportation needs, characterized by long-distance travel, high average speeds, and a limited number of access points, with the function of providing distribution services to communities within urban areas. The criteria for a secondary arterial road include a minimum design speed of 30 (thirty) kilometers per hour and a minimum carriageway width of 11 meters. Fast-moving traffic on secondary arterial roads must not be disrupted by slow-moving traffic. Intersections on secondary arterial roads must be regulated through specific arrangements according to traffic volume. Secondary arterial roads must also have a capacity equal to or greater than the average traffic volume.To determine whether Sulawesi Road–Kertajaya Indah Road complies with Law No. 38/2004 and Government Regulation No. 34/2006, traffic surveys were conducted, including traffic volume surveys, speed surveys, and road geometric surveys. Data analysis was based on the Indonesian Highway Capacity Manual 1997 (MKJI 1997) to determine traffic volume, road capacity, and degree of saturation.
Based on the analysis conducted in accordance with Government Regulation No. 34/2006, the carriageway width and vehicle speed on Kertajaya Indah–Sulawesi Road comply with the required classification. However, the traffic volume does not meet the specified classification requirements in several directions and time periods. On Kertajaya Indah Road in the Kertajaya–Sulawesi direction, the morning traffic volume reaches 4,257 pcu/hour, exceeding the existing road capacity of 3,734 pcu/hour (not compliant). In the afternoon, the traffic volume reaches 4,279 pcu/hour, exceeding the road capacity of 3,734 pcu/hour (not compliant). Meanwhile, in the Sulawesi–Kertajaya Indah direction during the afternoon, the traffic volume reaches 4,719 pcu/hour, exceeding the road capacity of 3,734 pcu/hour (not compliant).
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSS 625.794 Hay e |
| Uncontrolled Keywords: | Koridor Jalan, Arteri Sekunder |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications > HE355 Traffic engineering |
| Divisions: | Faculty of Civil, Environmental, and Geo Engineering > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Theses |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 07:26 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 07:26 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/145900 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
