Kumiawati, Dian (2007) Analisa Kelayakan Jalan Tol Bunder-Krian. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
3102100008-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (17MB) |
Abstract
Kota Gresik merupakan salah satu pusat pergudangan terbesar di Jawa Timur. Untuk meningkatkan potensi Kota Gresik dalam sektor ekonomi, dibangun jalur penghubung antara Bunder dan Krian melalui akses Jalan Lamongan. Selain itu, terdapat jalan alternatif yang menghubungkan Bunder dan Krian melalui wilayah pinggiran Kota Gresik. Namun, beberapa ruas jalan penghubung Bunder–Krian atau jalan arteri tersebut sering dijumpai dalam kondisi rusak maupun mengalami kerusakan akibat dilalui kendaraan berat. Kondisi tersebut dapat mengurangi kenyamanan dan kelancaran berkendara serta menyebabkan kemacetan pada ruas-ruas jalan tersebut. Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah menganalisis lalu lintas pada rencana jalan tol Bunder–Krian serta melakukan analisis kelayakan ekonomi dengan menggunakan metode Jasa Marga sebagai dasar perhitungan biaya operasional kendaraan (BOK). Untuk menyelesaikan studi ini, dilakukan survei jalan, sedangkan data sekunder yang digunakan meliputi jumlah penduduk, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), PDRB per kapita, kondisi lalu lintas, dan data penunjang lainnya. Analisis kelayakan jalan tol secara ekonomi ditentukan berdasarkan rasio antara penghematan biaya operasional kendaraan (BOK) yang diperoleh dan biaya pembangunan jalan tol. Alternatif dinyatakan layak secara ekonomi apabila nilai Benefit Cost Ratio (BCR) lebih dari satu. Sementara itu, analisis kelayakan finansial ditentukan berdasarkan rasio antara pendapatan investor dan biaya pembangunan jalan tol, dengan kriteria kelayakan berupa nilai BCR lebih dari satu. Berdasarkan hasil analisis, nilai derajat kejenuhan (DS) pada kondisi eksisting tahun 2007 sebesar 2,255, lebih besar dari 1,0, sehingga menunjukkan bahwa ruas jalan tersebut telah mengalami kejenuhan. Hasil analisis ekonomi menunjukkan nilai BCR lebih dari satu dan Net Present Value (NPV) lebih besar dari nol. Sementara itu, alternatif 1 dinyatakan tidak layak secara finansial karena memiliki nilai BCR kurang dari satu dan NPV kurang dari nol. Pada alternatif 2, nilai BCR lebih dari satu dan NPV lebih besar dari nol, tetapi nilai Internal Rate of Return (IRR) kurang dari 12%, yaitu tingkat suku bunga yang relevan. Dengan demikian, alternatif 2 memenuhi kriteria kelayakan ekonomi, tetapi tidak memenuhi kriteria kelayakan finansial berdasarkan parameter yang digunakan dalam penelitian tersebut.
===================================================================================================================================
Gresik is one of the largest warehousing centers in East Java. To enhance the city's economic potential, a connection between Bunder and Krian was established via the Lamongan access road. An alternative route connecting Bunder and Krian also passes through the outskirts of Gresik. However, several sections of the Bunder–Krian connecting roads or arterial roads are frequently found to be damaged or deteriorating due to heavy vehicle traffic. These conditions reduce driving comfort and traffic flow efficiency and contribute to congestion along the affected road sections. The objective of this final project is to analyze traffic conditions on the proposed Bunder–Krian toll road and evaluate its economic feasibility using the Jasa Marga method as the basis for calculating vehicle operating costs (VOC). The study involves road surveys, while the secondary data include population figures, Gross Regional Domestic Product (GRDP), GRDP per capita, traffic conditions, and other supporting information. The economic feasibility of the toll road is assessed based on the ratio between vehicle operating cost (VOC) savings and toll road construction costs. An alternative is considered economically feasible if its Benefit–Cost Ratio (BCR) exceeds one. Meanwhile, financial feasibility is assessed based on the ratio between investor income and toll road construction costs, with a BCR greater than one serving as a feasibility criterion. The analysis indicates that the degree of saturation (DS) under existing conditions in 2007 was 2.255, exceeding 1.0 and indicating that the road section was operating under saturated conditions. The economic analysis yielded a BCR greater than one and a Net Present Value (NPV) greater than zero. Alternative 1, however, was found to be financially infeasible because its BCR was below one and its NPV was below zero. For alternative 2, the BCR exceeded one and the NPV was greater than zero, but the Internal Rate of Return (IRR) was below 12%, the relevant interest rate. Therefore, alternative 2 met the economic feasibility criteria but did not meet the financial feasibility criteria based on the parameters used in this study.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSS 625.7 Kar a 2007 |
| Uncontrolled Keywords: | jalan tol Bunder-Krian, kemacetan, layak secara ekonomi, layak secara finansial, toll way Bunder-Krian, traffic jam, fullfill economically, fullfill financial. |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications > HE355.4 Toll roads |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 28 Oct 2026 04:08 |
| Last Modified: | 28 Oct 2026 04:08 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/145958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
