Analisa Perbandingan Secant Pile Dan Diaphragm Wall Sebagai Struktur Penahan Tanah Dinding Basement Ditinjau Dari Aspek Teknis, Waktu Dan Biaya (Studi Kasus: Proyek HI-Tech Center Surabaya)

Zentya, Virda Akmalia (2007) Analisa Perbandingan Secant Pile Dan Diaphragm Wall Sebagai Struktur Penahan Tanah Dinding Basement Ditinjau Dari Aspek Teknis, Waktu Dan Biaya (Studi Kasus: Proyek HI-Tech Center Surabaya). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3102100043-Undergraduate_thesis.pdf] Text
3102100043-Undergraduate_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)

Abstract

Pembangunan gedung Hi-Tech Surabaya direncanakan terdiri dari 10 lantai di atas dan 2 lantai di bawah (basement) sampai kedalaman 7,5 m. Struktur bawah pada proyek ini menggunakan secant pile yang berfungsi sebagai struktur penahan tanah dan dinding basement pada gedung tersebut. Alternatif lain yang dapat digunakan sebagai struktur penahan tanah dinding basement adalah diaphragm wall. Pada prinsipnya secant pile dan diaphragm wall mempunyai fungsi yang sama yaitu sebagai struktur penahan tanah dan dinding basement pada gedung, tetapi kedua jenis struktur penahan tanah ini juga mempunyai perbedaan pada saat pengerjaan dan selama proses konstruksinya Penelitian ini mencoba membandingkan kedua jenis struktur penahan tanah dinding basement ditinjau dari aspek teknis, waktu, dan biaya. Aspek teknis meliputi metode pelaksanaan pengerjaan struktur penahan tanah dinding basement, merencanakan kebutuhan sumber daya (material, alat berat, dan tenaga kerja) yang dibutuhkan, dan menghitung produktivitas (alat berat dan tenaga kerja). Aspek waktu meliputi menghitung total waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan struktur penahan tanah dinding basement tersebut, dengan memperhatikan urutan pekerjaannya. Aspek biaya meliputi membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pekerjaan struktur penahan tanah dinding basement tersebut. Setelah dilakukan analisa teknis, waktu, dan biaya dari masing-masing jenis struktur penahan tanah dinding basement (secant pile dan diaphragm wall), kemudian membandingkan kedua hasil analisa tersebut menggunakan matriks keputusan AHP, maka didapat struktur penahan tanah dinding basement yang terbaik. Hasil analisa data dan perencanaan untuk kedua struktur penahan tanah dinding basement tersebut didapat untuk secant pile total waktu pelaksanaannya 92 hari dengan biaya Rp 4.017.7198.728,00 serta dari segi alat berat dan metode pelaksanaannya lebih mudah untuk dikerjakan. Sedangkan untuk diaphragm wall total waktu pelaksanaannya 38 hari dengan biaya Rp 5.519.098.626,00 serta dari segi alat berat dan metode pelaksanaannya lebih salit untuk dikerjakan. Berdasarkan pembobotan menggunakan matriks keputusan AHP didapat total nilai secant pile 0,80 dan diaphragm wall 0,20. Schingga alternatif terbaik struktur penahan tanah dinding basement proyek Hi-Tech Center Surabaya yaitu secant pile.
===================================================================================================================================
Hi-Tech Center Surabaya building was planned consist of 10 floor up-ground and 2 floor under ground (basement) until -7,5 m depth. The ground structure in this project is designed for using secant pile which is functioned as retaining wall structure and basement wall in the building. Another alternative can be used as basement retaining wall is diaphragm wall. In the principle, secant pile and diaphragm wall have the same function as retaining wall and basement wall in building. Anyway both of the structure having difference in working time and construction process. This study is trying to compare both of retaining wall structure based on tochnical aspect, time and cost. Technical aspect include basement retaining wall structure method, planning resources needed (material, machine, and human resources), and counting productivity (machine and human resources). Time aspect include counting of total time which is used for construction, with considering of sequence activities. Cost aspect include making Cost Estimate of this structure. After technical aspect, time and cost from cach kind of hasement retaining wall structure (secant pile and diaphragm wall) was calculated. The selection of the alternative is done by AHP to find the best basement retaining wall structure. The result of this study shows that secant pile is better than diaphragm wall. Total working time for secant pile is 92 day with cost Rp 4.017.198.728,00 while diaphragm wall needs 38 day with cost Rp 5.519.098,626,00. Based on machine and construction method, secant pile is easier to construct than diaphragm wall. Based on decision matrix (AHP), analysis result: total value for secant pile is 0,80 and diaphragm wall is 0,20. So, the best alternative for basement retaining wall Hi-Tech Center project Surabaya is secant pile

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSS 690.52 Zen a 2007
Uncontrolled Keywords: secant pile, diaphragm wall, dinding basement, secant pile, diaphragm wall, basement wall.
Subjects: T Technology > TH Building construction > TH880 Sustainable buildings. Sustainable construction. Green building
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 28 Oct 2026 08:09
Last Modified: 28 Oct 2026 08:09
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/145983

Actions (login required)

View Item View Item