Hunandika, Anggra (2011) Analisa Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas di Kabupaten Lamongan Berdasarkan Klasifikasi Jalan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
3107100623-Undergraduate_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (11MB) |
Abstract
Jaringan jalan di Kabupaten Lamongan sangat kompleks. Laju perkembangan lalu lintas yang cukup tinggi setiap tahunnya menyebabkan terjadinya peningkatan angka kecelakaan di ruas jalan Kabupaten Lamongan, terutama pada ruas jalan arteri dan kolektor primer. Berdasarkan klasifikasi fungsi dan karakteristiknya, jalan arteri dan kolektor di Lamongan memiliki perbedaan tingkat kecelakaan. Untuk mengetahui perbedaan tingkat kecelakaan sekaligus karakteristik kecelakaan di kedua jenis jalan tersebut, maka dilakukan studi ini melalui pengolahan data kecelakaan tahun 2007, 2008, dan 2009, data volume kendaraan tahun 2007, 2008, dan 2009, serta data panjang jalan. Sebagai informasi tambahan, dilakukan pula perhitungan nilai ekonomi akibat kecelakaan yang melibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka di Kabupaten Lamongan, dengan perhitungan berdasarkan metode Gross Output Human Capital. Hasil studi memperlihatkan bahwa kecelakaan lalu lintas di jalan arteri dan kolektor primer di Kabupaten Lamongan mengakibatkan korban luka ringan rata-rata sebesar 48,46%, korban luka berat rata-rata sebesar 30,41%, dan korban meninggal dunia rata-rata sebesar 11,09%. Angka kecelakaan tertinggi di Lamongan untuk kelas meninggal dunia terdapat di jalan kolektor primer, yaitu sebesar 1,175 orang per satu juta kendaraan kilometer. Sementara itu, untuk kelas luka berat terdapat di jalan kolektor primer, yaitu sebesar 1,301 orang per satu juta kendaraan kilometer. Untuk kelas luka ringan, angka kecelakaan tertinggi juga terdapat di jalan kolektor primer, yaitu sebesar 4,170 orang per satu juta kendaraan kilometer. Dari hasil analisis didapatkan nilai ekonomi akibat kecelakaan yang melibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka berdasarkan metode Gross Output Human Capital di Kabupaten Lamongan. Pada tahun 2007, nilainya sebesar Rp3.071.469.339 per tahun untuk korban meninggal dunia, Rp283.016.896 per tahun untuk korban luka berat, dan Rp64.377.250 per tahun untuk korban luka ringan. Pada tahun 2008, nilainya sebesar Rp8.021.955.240 per tahun untuk korban meninggal dunia, Rp530.125.992 per tahun untuk korban luka berat, dan Rp95.081.190 per tahun untuk korban luka ringan. Pada tahun 2009, nilainya sebesar Rp4.897.403.676 per tahun untuk korban meninggal dunia, Rp152.558.490 per tahun untuk korban luka berat, dan Rp68.410.405 per tahun untuk korban luka ringan. Nilai tersebut dapat digunakan untuk menghitung peningkatan nilai ekonomi akibat menurunnya jumlah korban kecelakaan yang meninggal dunia, yang akan digunakan dalam analisis kelayakan perbaikan fasilitas jalan raya.
============================================================================================================================================
The road network in Lamongan Regency is very complex. The rapid growth of traffic each year has caused an increase in the number of accidents on roads in Lamongan Regency, particularly on arterial roads and primary collector roads. Based on their functional classification and characteristics, arterial roads and primary collector roads in Lamongan have different accident rates. To determine the differences in accident rates and accident characteristics on these two types of roads, this study processes accident data from 2007, 2008, and 2009, vehicle volume data from the same years, and road length data. As additional information, the economic costs of accidents involving fatalities and injuries in Lamongan Regency are also calculated using the Gross Output Human Capital method. The study results show that traffic accidents on arterial roads and primary collector roads in Lamongan Regency resulted in an average of 48.46% minor injuries, 30.42% serious injuries, and 21.09% fatalities, according to the figures stated in the English source. The highest accident rate for fatalities in Lamongan occurred on primary collector roads, at 1.275 people per one million vehicle-kilometers. For serious injuries, the highest rate also occurred on primary collector roads, at 1.302 people per one million vehicle-kilometers. For minor injuries, the rate on primary collector roads was 4.170 people per one million vehicle-kilometers. The economic costs of accidents involving fatalities and injuries were calculated using the Gross Output Human Capital method. In 2007, the costs were Rp3,071,469,469 per year for fatalities, Rp283,016,896 per year for serious injuries, and Rp64,377,250 per year for minor injuries. In 2008, the costs were Rp8,021,955,240 per year for fatalities, Rp530,125,992 per year for serious injuries, and Rp95,087,790 per year for minor injuries. In 2009, the costs were Rp4,897,403,676 per year for fatalities, Rp152,558,490 per year for serious injuries, and Rp68,410,405 per year for minor injuries. These values can be used to calculate the economic benefits resulting from a reduction in traffic fatalities and can support the feasibility analysis of road facility improvements.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Additional Information: | RSS 363.125 Hun a |
| Uncontrolled Keywords: | kecelakaan lalu lintas, jalan arteri, jalan kolektor, kabupaten lamongan, ttraffic accident, protoccol internode, primary collect roadd, lamongan |
| Subjects: | H Social Sciences > HE Transportation and Communications > HE5614.3.N5 Traffic accidents |
| Divisions: | Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | magang . |
| Date Deposited: | 29 Oct 2026 03:59 |
| Last Modified: | 29 Oct 2026 03:59 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/145998 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
