Dampak Pembangunan Gedung Trade Center Mall terhadap Kondisi Lalu Lintas di Sekitar Bangunan

Rahmawanto, Rizali (2007) Dampak Pembangunan Gedung Trade Center Mall terhadap Kondisi Lalu Lintas di Sekitar Bangunan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3104109525-Undergraduate_thesis.pdf] Text
3104109525-Undergraduate_thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (49MB)

Abstract

Pembangunan gedung Trade Center Mall (TCM) di Jalan Raya Ngagel 121 Surabaya di awal tahun 2003, diperkirakan akan berpengaruh terhadap volume dan sistem pergerakan lalu lintas di beberapa persimpangan dan ruas jalan gedung TCM. Analisa persimpangan dan jalin ini bertujuan untuk mengetahui kinerja persimpangan dan jalin akibat adanya mall dan membuat manajemen lalu lintas untuk mengatasi permasalahan yang ada. Persimpangan yang dianalisa adalah simpang Jl. Dinoyo-Jl. Darmokali-Jembatan BAT, simpang Jl. Raya Ngagel-Jl. Bung Tomo-Jembatan BAT, dan simpang Jl. Lima Jiwa-Jl. Kutilang-Bung Tomo. Analisa yang dilakukan adalah analisa lalu lintas pada kondisi saat ini dan analisa lalu lintas pada saat Trade Center Mall dibuka (asumsi tahun 2003), analisa yang dilakukan adalah analisa kondisi alam serta tarikan perjalanan yang ditimbulkan akibat adanya Trade Center Mall. Data yang digunakan untuk analisa terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer didapat dari survei volume lalu lintas. Sedangkan data sekunder yaitu data denah lokasi dan luas lahan Trade Center Mall, data dan parkir Galaxy Mall, Golden City Mall, Supermall Pakuwon Indah dan Tanjungan Plaza, data geometrik simpang 1, 2 dan 3, volume parkir Galaxy Mall, Golden City Mall dan Supermall Pakuwon Indah, PDRB per kapita Kota Surabaya, jumlah penduduk Surabaya, jumlah sepeda motor Kota Surabaya, jumlah kendaraan ringan Surabaya, jumlah kendaraan berat Surabaya dan klasifikasi jaringan jalan pada simpang 1, 2 dan 3 didapatkan dari instansi yang terkait. Parameter yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja persimpangan yang ditinjau adalah nilai derajat kejenuhan (DS) yang dianggap normal jika lebih kecil dari 0,8. Dari hasil analisa didapatkan DS pada kondisi eksisting untuk simpang 1, 2 dan 3 umumnya masih dalam keadaan normal kecuali pada Jembatan BAT (simpang 1), Jl. Ngagel Jaya arah selatan, dan Jl. Bung Tomo (simpang 2) yang mengalami kejenuhan. Pada analisa tahap kedua didapatkan kinerja simpang 1, 2 dan 3 yang melebihi titik jenuh, sehingga diperlukan manajemen lalu lintas. Dari hasil manajemen lalu lintas didapatkan DS untuk simpang 1 adalah 0,818 (selatan) untuk puncak pagi; 0,828 (selatan) untuk puncak siang; 0,884 (selatan) untuk puncak parkir siang; 0,813 (selatan) untuk puncak sore; 0,697 (selatan) untuk puncak parkir malam. Simpang 2 adalah 0,975 (selatan), 0,788 (barat) pada puncak pagi; 0,963 (selatan), 0,911 (barat) pada puncak siang; 0,948 (selatan), 0,916 (barat) pada puncak parkir siang; 1,059 (selatan), 0,878 (barat) pada puncak sore; 0,962 (selatan), 0,681 (barat) pada puncak malam. Simpang 3 adalah 0,941 (timur), 0,956 (barat) pada puncak pagi; 0,807 (timur), 0,921 (barat) pada puncak siang; 0,807 (timur), 0,921 (barat) pada puncak parkir siang; 0,984 (timur), 0,989 (barat) pada puncak sore; 0,984 (selatan), 0,991 (barat) pada puncak malam. Dalam manajemen simpang 1, simpang 2, dan simpang 3 diusulkan adanya perubahan Cycle Times Traffic Light dan pelebaran jalur dengan pelebaran jalan pada masing-masing ruas jalan pada simpang 1, 2 dan 3. Selain itu, manajemen lalu lintas untuk Jalan Raya Ngagel sebagai jalan arteri adalah dengan melarang parkir di pinggir jalan, penempatan halte pada jarak 50 m setelah persimpangan Jl. Raya Ngagel-Jl. Lima Jiwa dan penempatan perhentian bus pada jarak 20 m setelah penempatan halte.
=====================================================================================================================================
Development of Trade Center Mall (TCM) building at 121 Ngagel, Surabaya, starts in early 2003. It is estimated that it will influence both the volume and movement system of traffic at some intersections and some parts of roads near the TCM building. Analysis about the intersections and roads is mainly purposed to understand its effectiveness. Therefore, suitable management will solve any problems. The intersections that are analyzed are the intersection of Dinoyo Street-Darmokali Street-BAT Bridge, intersection of Raya Ngagel Street-Bung Tomo Street-BAT Bridge, and intersection of Upa Jiwa Street-Raya Street-Bung Tomo Street. The analysis is made for the present time and when TCM is opened (assumed at 2007). The specific analysis is the natural condition and pulling journey (tarikan perjalanan) which occurs because of the appearance of TCM. Both primary and secondary data are used. The source of primary data is from traffic volume surveys, meanwhile the secondary data consist of data below, namely data of location sketch and area of TCM; building area and Galaxy Mall parking place, Golden City Mall, Supermall Pakuwon Indah and Tunjungan Plaza; geometric data of Simpang 1, 2 & 3; Galaxy Mall parking volume, Golden City Mall & Supermall Pakuwon Indah; PDRB per capita of Surabaya, population of Surabaya, total of motorcycles in Surabaya, total of light vehicles in Surabaya, total of heavy vehicles in Surabaya and classification of highway network at Simpang 1, 2, & 3 which are acquired from related institutes. Parameter to evaluate effectiveness of the intersection is the degree of saturation (DS). It is assumed normal if it is smaller than 0.8. From the result of analysis, DS for existing conditions for Simpang 1, 2 and 3 generally is still in normal condition, except at BAT Bridge (Simpang 1), Ngagel Jaya Street, southern direction, and Bung Tomo Street (Simpang 2), which become saturated. In the second step of analysis, effectiveness of Simpang 1, 2 and 3 is higher than the saturation point, so traffic management is needed. From traffic management result, we got DS for Simpang 1: 0.818 (south) for morning peak; 0.828 (south) for noon peak; 0.884 (south) for noon parking peak; 0.813 (south) for afternoon peak; 0.697 (south) for morning parking peak. Simpang 2: 0.975 (south), 0.788 (west) at morning peak; 0.963 (south), 0.911 (west) at noon peak; 0.948 (south), 0.916 (west) at noon parking peak; 1.059 (south), 0.878 (west) at noon peak; 0.962 (south), 0.681 (west) at night peak. Simpang 3: 0.941 (east), 0.956 (west) at morning peak; 0.807 (east), 0.921 (west) at noon peak; 0.807 (east), 0.921 (west) at noon parking peak; 0.984 (east), 0.989 (west) at afternoon peak; 0.984 (south), 0.991 (west) at night peak. In managing Simpang 1, Simpang 2, and Simpang 3, it is proposed to change the cycle times of traffic lights and to widen the traffic lanes of Simpang 1, 2 and 3. Meanwhile, traffic management for Raya Ngagel Street as an arterial road is by forbidding parking at the edge of the road. Also, by placing a halte at 50 m away after the intersection of Raya Ngagel Street-Upa Jiwa Street, and by placing a bus stop at 20 m after placing the halte.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSS 690.521 Rah d
Uncontrolled Keywords: Dampak Lalu Lintas, manajemen lalu lintas, tarikan perjalanan, derajat kejenuhan, Effect of Traffic, Traffic Management, Pulling Journey, Degree of Saturate.
Subjects: H Social Sciences > HE Transportation and Communications > HE355 Traffic engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: magang .
Date Deposited: 29 Oct 2026 07:57
Last Modified: 29 Oct 2026 07:57
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/146010

Actions (login required)

View Item View Item