Studi Kelayakan Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Hibrid Pada Kapal Ikan 30 GT Dengan Sistem Propulsi Elektris

Putra, Dika Aryana (2018) Studi Kelayakan Penggunaan Sistem Pembangkit Listrik Hibrid Pada Kapal Ikan 30 GT Dengan Sistem Propulsi Elektris. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211240000097-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
04211240000097-Undergraduate_Thesis.pdf

Download (4MB) | Preview

Abstract

Permasalahan bagi nelayan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak disebabkan oleh berbagai kondisi antara lain ketiadaan SPBD (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Diesel Nelayan) di beberapa daerah, pengaturan jatah bahan bakar minyak yang kurang efisien, birokrasi yang rumit serta kelangkaan bahan bakar minyak. Hal ini yang menjadi dasar beberapa peneliti untuk melakukan penelitian terhadap pengurangan ketergantungan bahan bakar minyak pada kapal ikan. Solusi yang pernah ditawarkan salah satunya adalah mengganti dari sistem propulsi mekanis menjadi sistem propulsi elektris dengan baterai menjadi sumber utama pembangkit listrik pada kapal ikan. Namun dari solusi tersebut terdapat beberapa kekurangan yaitu pada segi densitas daya yang dimiliki oleh baterai jauh lebih kecil daripada densitas daya pada bahan bakar minyak. Kekurangan yang lain adalah dari segi lifetime baterai yang relatif lebih pendek daripada mesin diesel. Dari permasalahan tersebut peneliti melakukan penelitian terhadap studi kelayakan kapal ikan yang memiliki sistem pembangkit listrik hibrid yang bertujuan untuk mencari kombinasi sistem pembangkit listrik hibrid antara panel surya , baterai dan diesel generator yang paling tepat dan efisien. Penelitian ini mengkaji kapal ikan dengan ukuran 30 GT dari jenis kapal ikan purse seine. Pada studi kelayakan yang dianalisa adalah analisa teknik dan analisa ekonomis. Terdapat empat variasi kombinasi pembebanan listrik pada penelitian ini yaitu 50%:50%, 40%:60% , 30%:70 , 20%:80% yang artinya 50% beban listrik dibebankan pada panel surya dan baterai,50% beban listrik yang lain dibebankan pada diesel generator. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah kombinasi sistem pembangkit listrik hibrid yang tepat dan efisien adalah pada variasi ke tiga. Pada variasi tersebut kapal memiliki payload sebesar 32.88 ton dan BEP (Break Even Point) tercapai pada rentang tahun ke 8 sampai ke 9 dengan keuntungan sebesar Rp. 134,749.57 . Sehingga kapal ini dapat dikatakan layak karena pada tahun ke 9 sudah mencapai nilai impas antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan.
================================================================================================================================
Commonly the problem for fishermen in fulfill of fuel oil is caused by various conditions such as the absence of SPBD (Diesel Fuel Filling Stations) in some areas,inefficient fuel oil ration policy, complicated bureaucracy and fuel oil scarcity. This is the basis for some researchers to research about reducing the dependence of fuel oil on fishing vessel. One of the solutions offered is to change from a mechanical propulsion system to an electric propulsion system with batteries being the main source of electric power in fishing vessels. Meanwhile from the solution there is a weakness that is power density possessed by the battery is much smaller than the density of power in fuel oil. Another weakness is the battery lifetime which is relatively shorter than the diesel engine. From these problems, researchers conduct study on the feasibility study of a fishing vessel that has a hybrid power plant system that aims to find the best combination of hybrid power plant system between solar panels, batteries and diesel generators are the most appropriate and efficient. This study examines fishing vessels with size 30 GT from the type of purse seine fishing vessel. In the feasibility study analyzed are technical analysis and economical analysis. There are four variations of electrical load combinations in this study: 50%: 50%, 40%: 60%, 30%: 70, 20%: 80%, which means 50% of the electrical load is charged to solar panels and batteries, 50% other charged on diesel generator. The results obtained in this study is a combination of hybrid power plant system is appropriate and efficient is on the third variation. In that variation the ship has a payload of 32.88 tons and BEP (Break Even Point) reached in the 8th to 9th year with a profit of Rp. 134,749.57. So this ship can be considered feasible because break even value has in 9th year.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kapal Ikan, Sistem Pembangkit Listrik Hibrid , Sistem Propulsi Elektris , Studi Kelayakan
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery > TJ810.5 Solar energy
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM731 Marine Engines
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM773 Ship propulsion, Electric
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Dika Aryana Putra
Date Deposited: 22 Jul 2024 07:28
Last Modified: 22 Jul 2024 07:28
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49929

Actions (login required)

View Item View Item