Pra Desain Pabrik Metanol dari Gas Alam Blok Masela sebagai Konsep Desain Gas-to-Chemical

Cahya, Bachtiar Adi and Susanto, Tri Widhio (2019) Pra Desain Pabrik Metanol dari Gas Alam Blok Masela sebagai Konsep Desain Gas-to-Chemical. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02211745000001_02211745000010-Undergraduate_Theses.pdf] Text
02211745000001_02211745000010-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Methyl alcohol atau yang dikenal dengan methanol (CH3OH) telah banyak digunakan di berbagai industri sebagai pelarut, bahan baku industri turunan metanol, sebagai antifreeze dan gas hydrate inhibitor pada industri migas. Penggunaan metanol didominasi oleh dua sektor, yaitu dalam industri formaldehyde sebanyak 25% dan sektor MTO (Methanol-to-Olefin) dan MTP (Methanol-to-Propylene) sebanyak 22%, sedangkan sisanya digunakan pada industri lainnya seperti bahan baku asam asetat, MTBE (methyl tertiary-butyl ether), gasoline/fuel, dan sebagainya. Penggunaan metanol terbesar di Indonesia, sebanyak 60% adalah industri formaldehyde yang menghasilkan adhesives untuk plywood dan industri wood processing lainnya.
Kebutuhan methanol di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Saat ini hanya ada 1 pabrik methanol di Indonesia, yaitu KMI. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kementrian Perindustrian, jumlah impor metanol di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 400 ribu ton dan akan meningkat setiap tahunnya.
Cadangan gas alam di Indonesia masih sangat melimpah, pada tahun 2018 jumlah cadangan gas yang ada mencapai 142.72 Trilliun Standard Cubic Feed (TSCF), dimana cadangan gas sebesar 100.37 TSCF telah proven dan cadangan sebesar 42.35 TSCF masih potensial. Dengan faktor kebutuhan methanol yang semakin meningkat dan ketersediaan bahan baku yang melimpah, maka terdapat peluang untuk mengembangkan proyek pabrik metanol di Indonesia.
Gas alam sebagai bahan baku dengan tekanan 28 bar dan temperatur 30°C terlebih Gas alam dikompresi pada kompresor (G-111) hingga mencapai tekanan 42 bar guna menyesuaikan kondisi operasi di desulphurizer (D-110) yang memiliki kondisi operasi 42-43 bar dengan suhu 350-400°C. Setelah itu gas alam dimasukkan ke preheater (E-112) sampai suhu 400 °C. Untuk memanaskannya digunakan panas dan unit rerformer. Setelah itu gas alam masuk ke desulphurizer (D-110) untuk mengilangkan sulfur.
Gas alam yang sudah bebas dari sulfur kemudian dicampurkan dengan saturated steam (mixing point) dan dipanaskan dalam steam reformer pre-heater (E-211) hingga suhu 500°C dengan media pemanas syngas outlet authothermal reformer (R-220). Gas yang sudah dipanaskan selanjutkan dimasukkan ke dalam steam reformer (R-210) dengan system bypass sebagian alirannya masuk kedalam autothermal reformer. Gas dari steam reformer dialirkan menuju autothermal reformer. Autothermal reformer (R-220) yang sebelumnya terlebih dahulu dipanaskan (E-212) hingga suhu 850°C.
Selanjutnya syn gas diekspansikan di ekspander pada (G-311) hingga tekanan nya menjadi 22 bar, lalu didinginkan dengan HE E-312 dengan pendingin cooling water hingga suhu mencapai 50°C. Syngas perlu didinginkan karena selanjutnya syngas tersebut akan dimasukkan ke dalam flash drum (D-313) untuk memisahkan H2O . Pemisahan dilakukan agar nantinya saat reaksi di reaktor (R-310) reaksi tidak bergeser ke kiri.
Selanjutnya metanol yang masih mengandung air dan gas-gas terlarut yang masih sisa, dialirkan melewati pressure valve (G-414) untuk menurunkan tekanan nya dari 20 bar menjadi 1 bar. Kemudian metanol dipanaskan dengan heat exchanger (E-415) dengan media pemanas berupa steam. Pemurnian metanol ini digunakan dua kolom distilasi yakni (D-410) dan (D-420). Dimana produk atas yang diinginkan adalah metanol dengan kernurnian 99.85% berat, dan metanol yang terikut pada produk bawah tidak lebih dari 1% berat. Produk methanol kemudian akan dialirkan menuju tangki penampung methanol.
Sumber dana investasi berasal dari modal sendiri sebesar 20% biaya investasi dan pinjaman jangka pendek sebesar 80% biaya investasi dengan bunga sebesar 10 % per tahun. Dari analisa perhitungan ekonomi didapat hasil-hasil sebagai berikut:

•Investasi : USD 210.154.999
•IRR : 31,81%
•POT : 2,5 Tahun
•BEP : 29,61%

Dari paramater-parameter ekonomi tersebut, pabrik ini layak didirikan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP350 Natural gas--Drying.
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Tri Widhio Susanto
Date Deposited: 21 Jul 2026 07:44
Last Modified: 21 Jul 2026 07:44
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/65054

Actions (login required)

View Item View Item