Pra Desain Pabrik Pengolahan Minyak Bumi : Unit Pengolahan Minyak Mentah dan Pengolahan Heavy Gas Oil

Maulita, Firdia and Jannah, Afifatul (2019) Pra Desain Pabrik Pengolahan Minyak Bumi : Unit Pengolahan Minyak Mentah dan Pengolahan Heavy Gas Oil. Other thesis, Intitut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02211540000023-Undergraduate_Theses.pdf] Text
02211540000023-Undergraduate_Theses.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pada tahun 2011, kebutuhan energi fosil tercatat sebesar 10.668 juta Toe atau 82% dari total kebutuhan, dan meningkat menjadi sebesar 14.898 juta TOE pada tahun 2035 meskipun pangsanya turun menjadi sebesar 80%. (Indonesia Energy Outlook, 2014) Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebagai produk hasil olahan terus mengalami peningkatan. Sedangkan perkembangan produksi minyak bumi dari tahun 2005-2015 cenderung mengalami penurunan. Peningkatan konsumsi BBM di dalam negeri menyebabkan Indonesia peningkatan impor minyak bumi dan BBM. Cadangan minyak bumi nasional per 1 Januari 2015 mengalami penurunan sebesar 1,2% dari tahun 2014. (Handbook of Energy & Economic Statistic of Indonesia, 2018). Sedangakn tingkat konsumsi bahan bakar minyak fosil di Indonesia semakin meningkat. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut bahan baku diimpor dari Iraq yakni basrah light crude oil. Bahan baku diimpor dari Iraq karena potensi cadangan minyak bumi di Iraq masih cukup banyak dan tersedia hingga 90 tahin kedepan terhitung dari akhir 2017.Berdasarkan sejumlah proses yang tersedia untuk mengubah minyak mentah menjadi produk-produk yang diinginkan, petroleum refinery diklasifikasikan menjadi 4 konfigurasi. Konfigurasi pertama yaitu Topping refinery merupakan tipe konfigurasi oil refinery yang paling sederhana. Konfigurasi jenis ini hanya terdiri dari crude distillation unit (Atmospheric Distillation Unit (ADU) dan Vacuum Distillation Unit (VDU)) dan operasi-operasi dasar yang mendukung. Kemudian terdapat Hidroskimming refinery yang merupakan tipe konfigurasi oil refinery yang lebih kompleks dibandingkan dengan tipe konfigurasi topping refinery. Konfigurasi ini juga dilengkapi dengan beberapa proses seperti catalytic reforming, hydrotreating unit dan product blending. Conversion refinery merupakan tipe konfigurasi oil refinery yang lebih kompleks dibandingkan dengan dua tipe konfigurasi sebelumnya. Konfigurasi jenis ini tidak hanya terdiri dari semua proses yang ada pada tipe hydroskimming refinery saja, tetapi dilengkapi dengan proses-proses lain seperti catalytic cracking atau hydrocracking. Deep conversion (cokingrefinery) merupakan tipe konfigurasi oil refinery yang lebih kompleks lagi dibandingkan dengan tipe-tipe konfigurasi sebelumnya. Konfigurasi jenis ini tidak hanya terdiri dari semua proses yang ada pada tipe conversion refinery saja, tetapi dilengkapi dengan proses lain seperti coking (Bethesda, 2011) Karena kebutuhan bahan bakar minyak setiap tahunnya akan meningkat maka kapasitas pabrik dapat langsung ditentukan dari kekurangan suplai sebesar 132.000 barel atau disetarakan dengan 200 ribu barel perhari. Pendirian pabrik direncanakan di kawasan Jawa Timur tepatnya di daerah Tuban mempertimbangkan beberapa hal yaitu telah dilakukan Penandatanganan MoU tentang pemanfaatan Lahan Aset Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia antara PT. Pertamina dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. MoU tersebut yaitu menggambarkan dukungan atas pembangunan kilang minyak di daerah Jenu, Tuban. Pemerintah Kabupaten Tuban telah menyediakan lahan luas sekitar 389 Ha. Jawa Timur memiliki jumlah penduduk sekitar 38 juta penduduk, dimana rata rata memiliki kendaraan yang mengkonsumsi bahan bakar. Dan juga banyaknya industri di Jawa Timur yang menkonsumsi bahan bakar minyak dan gas. Sehingga kebutuhan akan bahan bakar minyak di daerah Jawa Timur dan daerah lainnya akan semakin tinggi. Selain itu dalam segi transportasi jalan untuk keperluan distribusi dan trasnportasi sangat reliable karena dekat dengan pantai utara jawa yang menyediakan sarana pelabuhan alami yang ideal. Berdasarkan analisis ekonomi, laju pengembalian modal (IRR) pabrik ini sebesar 37,63 % . Sedangkan untuk waktu pengembalian modal (POT) adalah 4,9 tahun dan titik impas (BEP) sebesar 35,09 %. Umur dari pabrik selama 10 tahun. Dengan melihat aspek penilaian analisis ekonomi dan teknisnya , maka pabrik Pengolahan Minyak Bumi Unit Pengolahan Minyak Mentah dan Pengolahan Heavy Gas Oil ini layak untuk didirikan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Minyak Bumi, Heavy Gas Oil
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP343 Liquid and gaseous fuel
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Firdia Maulita
Date Deposited: 22 Jul 2026 01:48
Last Modified: 22 Jul 2026 01:48
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/67117

Actions (login required)

View Item View Item