PRA DESAIN PABRIK PROPILEN GLIKOL DARI GLISEROL

Cahyasani, Rensi Dwi and Dewi, Kufana (2019) PRA DESAIN PABRIK PROPILEN GLIKOL DARI GLISEROL. Other thesis, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER.

[thumbnail of 02211646000043_02211540000128-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02211646000043_02211540000128-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Propilen glikol (1,2-propadienol, 1,2-dihydroxypropane atau 1,2-propilen glikol) merupakan suatu senyawa organic yang banyak sekali digunakan dalam industri makanan, kosmetik dan farmasi, baik sebagai pelarut, pelembut pada kosmetik maupun sebagai absorber untuk menghilangkan excess air. Senyawa ini juga dapat dijadikan sebagai wetting agent yang sempurna untuk natural gum dan dapat menjadi katalis dalam proses penyederhanaan persenyawaan sitrus dan emulsi perasa lainnya. Saat ini Indonesia masih melakukan impor propilen glikol rata-rata sebesar 30 ribu ton per tahun untuk kebutuhan industri kosmetik, makanan dan lainnya.

Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi propilen glikol adalah gliserol dari hasil produk samping industri biodiesel yang saat ini sedang dikembangkan di Indonesia. Hasil yang melimpah dari byproduct biodiesel ini sebagian besar di ekspor dengan rata-rata pertahun sebesar 139.752.204 kg atau sekitar 140 ribu ton per tahun. Proyeksi kenaikan kebutuhan biodiesel di Indonesia diperkirakan sekitar 5% tiap tahunnya, sedangkan pertumbuhan propilen glikol sebesat 4%, sehingga pada tahun produksi pabrik 2022 diperkirakan pabrik ini akan tetap mendapat supply yang cukup untuk memenuhi pertumbuhan produksi.

Propilen glikol (PG) dapat diproduksi melalui 2 metode yaitu proses dehidrasi – hidrogenasi dan proses hidrogenasi secara langsung. Dalam pemilihan proses ini, diperlukan beberapa pertimbangan aspek seperti bahan baku, konversi, dan kondisi operasi. Pemilihan proses sangat penting dilakukan untuk memperoleh produk bernilai jual tinggi dengan bahan baku yang murah dan biaya produksi yang relatif rendah. Berdasarkan pertimbangn tersebut proses yang dipilih adalah proses dehidrasi-hidogenasi, karena konversi dari produk yang dihasilkan sebesar 90,62% dan produk samping berupa air, sedangkan untuk proses hidrogenasi langsung konversi hanya sebesar 70% dan menghasilkan produk samping berupa Air, metanol, n-propanol, isopropanol.

Pabrik propilen glikol ini direncanakan akan berlokasi di Osowilangon, Surabaya, Jawa Timur dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku yang dekat, Transportasi untuk pemasaran produk maupun bahan baku, Utilitas yang dekat dengan sungai, dan Tenaga Kerja. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 50.000 ton./tahun dengan pertimbangan nilai data impor dan ekspor produk maupun bahan baku.

Proses pembuatan propilen glikol pada parik ini ada 3 tahapan utama, yaitu pre-treatment, reaksi dan pemurnian. Proses pre-treatment bertujuan untuk menghilangkan kandungan garam organik dan metanol yang terdapat pada crude gliserol. Sedangkan pada tahapan reaksi gliserol murni di hidrogenasi pada reaktor fixbed hingga terbentuk propilen glikol. Untuk tahapan pemurnian, propilen glikol dipisahkan dari gas hydrogen, sisa acetol sebagai produk intermediet dan propanol sebagai produk samping menggunakan metode distilasi hingga kemurnian propilen glikol mencapai 99%.

Untuk dapat mendirikan pabrik propilen glikol dari gliserol berkapasitas 50.000 ton/tahun diperlukan total capital investment sebesar Rp.751.197.155.070,- total production cost sebesar Rp.460.371.688.125,- dengan estimasi hasil penjualan per tahun sebelum kena pajak yaitu sebesar Rp.1.059.674.989.403,-. Dengan estimasi umur pabrik 10 tahun dan waktu pengembalian pinjaman selama 10 tahun, dapat diketahui Return Of Investment (ROI) sebesar 39,79%, Pay Out Time (POT) selama 2,77 tahun dan break even point (BEP) sebesar 22,74%, sehingga pendirian pabrik propilen glikol dari gliserol ini layak untuk direalisasikan pembangunannya
=================================================================================================================================
Propylene glycol (1,2-propanediol, 1,2-dihydroxypropane, atau 1,2-propylene glycol) merupakan senyawa organik yang banyak digunakan dalam industri makanan, kosmetik, dan farmasi. Senyawa ini umumnya digunakan sebagai pelarut, bahan tambahan dalam bahan baku kosmetik, serta sebagai penyerap untuk menghilangkan kelebihan air. Propylene glycol juga dapat digunakan sebagai agen pembasah untuk gum alami dan sebagai katalis. Bahan baku yang digunakan untuk memproduksi propylene glycol adalah gliserol yang merupakan produk samping industri biodiesel. Melimpahnya produk samping biodiesel menyebabkan sebagian besar gliserol diekspor dengan rata-rata tahunan sebesar 139.752.204 kg atau sekitar 140 ribu ton per tahun. Peningkatan permintaan biodiesel di Indonesia diproyeksikan sekitar 5% per tahun, sedangkan pertumbuhan kebutuhan propylene glycol mencapai 4% per tahun, sehingga pada tahun 2022 diperkirakan pabrik ini masih memperoleh pasokan bahan baku yang cukup untuk mendukung pertumbuhan produksi. Propylene glycol (PG) dapat diproduksi melalui dua metode, yaitu jalur asetol dan jalur gliseraldehida. Pemilihan proses tersebut memerlukan beberapa pertimbangan, seperti ketersediaan bahan baku, konversi, dan kondisi operasi. Pemilihan proses sangat penting untuk memperoleh produk bernilai tinggi dengan bahan baku yang murah dan biaya produksi yang relatif rendah. Berdasarkan pertimbangan tersebut, proses yang dipilih adalah jalur asetol karena konversi produk yang dihasilkan berkisar antara 90–100% dan menghasilkan produk samping berupa air, metanol, *n*-propanol, dan isopropanol. Pabrik propylene glycol direncanakan berlokasi di Osowilangon, Surabaya, Jawa Timur, dengan pertimbangan ketersediaan bahan baku yang dekat, kemudahan transportasi untuk pemasaran produk dan pengangkutan bahan baku, ketersediaan utilitas yang dekat dengan sungai, serta tenaga kerja. Pabrik dirancang dengan kapasitas produksi sebesar 50.000 ton/tahun berdasarkan pertimbangan data impor dan ekspor produk serta bahan baku. Proses pembuatan propylene glycol di pabrik ini terdiri atas tiga tahap utama, yaitu *pre-treatment*, reaksi, dan pemurnian. Proses *pre-treatment* bertujuan untuk menghilangkan kandungan garam organik dan metanol yang terdapat dalam gliserol kasar (*crude glycerol*). Pada tahap reaksi, gliserol murni dihidrogenasi dalam reaktor *fixed-bed* untuk membentuk propylene glycol. Pada tahap pemurnian, propylene glycol dipisahkan dari gas hidrogen, sisa asetol sebagai produk antara, dan propanol sebagai produk samping menggunakan metode distilasi hingga diperoleh propylene glycol dengan kemurnian mencapai 99%. Untuk mendirikan pabrik propylene glycol dari gliserol dengan kapasitas 50.000 ton/tahun, diperlukan total investasi modal sebesar Rp751.197.155.070 dan total biaya produksi sebesar Rp518.592.011.378, dengan estimasi hasil penjualan per tahun sebelum pajak sebesar Rp1.059.674.989.403. Dengan estimasi umur pabrik selama 10 tahun dan periode pengembalian pinjaman selama 10 tahun, diperoleh nilai Return on Investment (ROI) sebesar 17,22%, Pay Out Time (POT) sebesar 4,99 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 36,35%. Berdasarkan hasil analisis tersebut, pendirian pabrik propylene glycol dari gliserol dinilai layak untuk direalisasikan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Propilen glikol,hidrogenasi, seleksi proses, acetol pathway
Subjects: Q Science > QD Chemistry > QD471 Chemical compounds - Structure and formulas
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Cahyasani Rensi Dwi
Date Deposited: 21 Jul 2026 06:21
Last Modified: 21 Jul 2026 06:21
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/67301

Actions (login required)

View Item View Item