Analisis Mikroplastik pada Kerang Darah (Tegillarca granosa) di Perairan Pesisir Surabaya

Hutami, Aisyah Septi (2019) Analisis Mikroplastik pada Kerang Darah (Tegillarca granosa) di Perairan Pesisir Surabaya. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 01311540000006-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
01311540000006-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Pelapukan sampah plastik oleh radiasi UV maupun gerakan abrasif gelombang laut dapat menyebabkan fragmentasi makroplastik menjadi mikroplastik, sehingga memungkinkan biota-biota laut dapat dengan mudah memakan mikroplastik terutama kerang, karena bersifat filter-feeder. Surabaya merupakan salah satu kota dengan timbunan sampah terbesar di Jawa Timur pada tahun 2017 dan akan terakumulasi di perairan laut. Sedangkan kerang darah (Tegillarca granosa) merupakan salah satu komoditas laut yang banyak dikonsumsi di Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah mikroplastik pada kerang darah (T. granosa) di kedua lokasi perairan pesisir Surabaya dan karakteristik visual serta tipe polimer mikroplastik. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan pengambilan sampel kerang darah (T. granosa), air laut, dan sedimen. Kemudian dilakukan preparasi mikroplastik pada kerang darah (T. granosa) menggunakan KOH 10% yang diinkubasi pada suhu normal selama 3 minggu; pada air laut menggunakan kertas saring dengan ukuran pori 2,5 µm; dan pada sedimen dengan pemisahan densitas menggunakan NaCl pekat. Lalu, dilakukan analisis karakteristik visual berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran menggunakan mikroskop stereo serta analisis polimer mikroplastik menggunakan FTIR. Data dianalisis dengan independent sample t-test untuk melihat beda nyata parametrik mikroplastik pada kerang darah (T. granosa) di kedua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan temuan mikroplastik pada kerang darah (T. granosa) di perairan pesisir Surabaya memiliki karakteristik: warna dominan adalah biru (47,75%), hitam (29,75%), merah (18,75%), transparan (2%), oranye (1%), ungu (1%), dan hijau (0,5%); bentuk dominan adalah fiber (98%) dan fragmen (2%); ukuran dominan adalah 100-500 µm (56,5%), 500-1000 µm (34%), >1000 µm (6%), 80-100 µm (1,25%), 20-40 µm (1%), 60-80 µm (1%), dan 40-60 (0,25%); tipe polimer yang ditemukan pada 3 dari 9 sampel yang teruji adalah polysiloxane. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan nilai p-value (0,00) < α (0,05), hal ini menandakan bahwa terdapat perbedaan perbandingan jumlah mikroplastik yang signifikan pada kerang darah (T. granosa) di kedua lokasi penelitian.
====================================================================================================================================
Weathering of plastic waste by UV radiation and ocean wave abrasive movements can cause macroplastic fragmentation become microplastic, allowing marine biota, especially benthic biota such as bivalve, to easily eat microplastic because its filter-feeder feeding habit. Surabaya is one of the cities with the largest landfill in East Java in 2017 and will accumulate in marine waters. While blood clams (Tegillarca granosa) is one of the marine commodities that are widely consumed in Surabaya. The purpose of this study was to compare the number of microplastic on blood clams (T. granosa) in coastal waters of Surabaya and the visual characteristics and types of microplastic polymers. The method was carried out by taking samples of blood clams (T. granosa), marine water, and sediments. Then microplastic preparation was performed on blood clams (T. granosa) using 10% KOH which was incubated at normal temperature for 3 weeks; in seawater using filter paper with a pore size of 2.7 µm; and in sediments with separation of densities using concentrated NaCl. Then, an analysis of visual characteristics based on color, shape, and size was carried out using a binocular microscope and microplastic polymer analysis using FTIR. Data were analyzed by independent sample t- test to see significant parametric microplastic differences in blood clams (T. granosa) in both locations. The results showed microplastic findings on blood clams (T. granosa) in the coastal waters of Surabaya had characteristics: dominant color was blue (47.75%), black (29.75%), red (18.75%), transparent (2 %), orange (1%), purple (1%), and green (0.5%); dominant shape was fibers (98%) and fragments (2%); dominant size was 100-500 µm (56.5%), 500-1000 µm (34%),> 1000 µm (6%), 80-100 µm (1.25%), 20-40 µm (1%) , 60-80 µm (1%), and 40-60 (0.25%); type of polymer found in 3 of the 9 samples tested was polysiloxane. The independent sample t-test results showed a p-value (0.00) < α (0.05), this indicates that there are significant differences in the comparison of the number of microplastic in blood clams (T. granosa) in the two study locations.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: mikroplastik, Surabaya, Tegillarca granosa
Subjects: Q Science > QH Biology
Q Science > QH Biology > QH541 Ecology
Divisions: Faculty of Natural Science > Biology > 46201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Aisyah Septi Hutami
Date Deposited: 20 Jul 2026 07:16
Last Modified: 20 Jul 2026 07:16
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/68173

Actions (login required)

View Item View Item