Penerapan Sistem Bozem Pada Wilayah Kwangsan, Sidoarjo Sebagai Pengendali Banjir dan Penyedia Air Baku Dalam Rangka Rencana Perubahan Fungsi Lahan Dari Persawahan Menjadi Pemukiman

Areth, Yehezkiel (2019) Penerapan Sistem Bozem Pada Wilayah Kwangsan, Sidoarjo Sebagai Pengendali Banjir dan Penyedia Air Baku Dalam Rangka Rencana Perubahan Fungsi Lahan Dari Persawahan Menjadi Pemukiman. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 10111410000051-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
10111410000051-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (19MB) | Request a copy

Abstract

Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu daerah yang berbatasan dan memiliki akses langsung dengan Kota Surabaya. Daerah Sedati merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sidoarjo. Daerah Sedati memiliki berbagai potensi di wilayahnya seperti usaha kecil dan menengah serta pertanian yang berkembang cukup pesat. Salah satu kelurahan yang berada di lingkup Kecamatan Sedati adalah Kelurahan Kwangsan. Daerah Kwangsan ini memiliki kondisi eksisting lahan berupa persawahan dan diapit oleh dua buah sungai, yaitu Sungai Kwangsan dan Sungai Pepe. Daerah ini memiliki potensi penduduk yang cukup besar sehingga memungkinkan untuk dibangun sebuah permukiman guna memenuhi kebutuhan penduduk akan tempat tinggal ataupun untuk keperluan lain seperti industri, pariwisata, dan sebagainya. Seiring dengan berubahnya alih fungsi lahan dari persawahan menjadi permukiman, hal ini dapat menimbulkan kondisi lahan yang tidak mampu menampung limpasan air hujan sehingga menyebabkan terjadinya genangan. Selain dapat menimbulkan genangan pada daerah Kwangsan, limpasan air hujan juga dapat membebani kedua sungai dan menimbulkan luapan air sungai sehingga menyebabkan banjir. Oleh karena itu, dengan adanya perubahan fungsi lahan dari persawahan menjadi permukiman, perlu dibuat suatu sistem drainase yang baik yang mampu menampung limpasan air dengan baik. Jika sistem drainase yang telah dibuat ternyata tidak mampu menampung limpasan air, maka dibutuhkan bozem. Bozem merupakan bangunan air berupa suatu luasan wilayah yang berfungsi sebagai penampung air hujan dan penampung air dari berbagai badan air sehingga masalah genangan air yang terjadi karena tidak adanya tempat tampungan air dapat teratasi. Selain itu, konservasi air di lokasi studi juga dapat dilakukan melalui bozem. Kelebihan limpasan air yang ditampung pada bozem dapat digunakan kembali sebagai sumber air baku untuk permukiman yang nantinya akan dibangun di lokasi studi. Hasil dari tugas akhir terapan ini adalah debit rencana daerah pematusan Kwangsan dengan luas 20 hektar, sebelum dan sesudah terbangun kawasan permukiman masing-masing sebesar 2,0979 m3/detik dan 4,1958 m3/detik. Desain rencana saluran drainase adalah sebagai berikut: Saluran Qa dengan ukuran 1,5 m × 1,5 m; Saluran Qb dengan ukuran 2 m × 1,5 m; Saluran Qc1 dengan ukuran 1,2 m × 1,2 m; Saluran Qc2 dengan ukuran 1,2 m × 1,2 m; Saluran Qd dengan ukuran 2 m × 1,2 m; Saluran Qa+b dengan ukuran 2 m × 2 m; Saluran Qa+b+c1+c2 dengan ukuran 2 m × 2 m; dan Saluran Qa+b+c1+c2+d dengan ukuran 2 m × 2 m. Desain Bozem Kwangsan memiliki luas 9.440,6 m2 dan volume tampungan sebesar 15.105,02 m3. Bozem terletak di dalam wilayah Qd dengan saluran outlet yang mengarah ke Sungai Pepe. Tampungan bozem mampu menyirami tanaman di lokasi studi Kwangsan dengan luasan total 40.000 m2 dan volume penyiraman sebesar 800 m3. Untuk pengambilan air dari Sungai Pepe sebagai air baku penyiraman digunakan 1 buah pompa dengan kapasitas 0,05 m3/detik. Agar bozem dapat mengalirkan air untuk penyiraman tanaman digunakan 2 buah pompa dengan kapasitas masing-masing 0,095 m3/detik. Ketika musim hujan, untuk pengosongan bozem agar dapat kembali menampung limpasan air dari saluran digunakan 1 buah pompa pengosongan dengan kapasitas 0,5 m3/detik. Diharapkan para stakeholder ataupun pengembang yang nantinya akan membangun permukiman di daerah Kwangsan selalu memiliki kesadaran untuk merawat dan mengelola sistem drainase ini agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.
===========================================================================================================================
Sidoarjo City is one of the bordering areas with direct access to Surabaya. Sedati is one of the sub-districts in Sidoarjo Regency. Sedati has various potentials, including rapidly growing small and medium enterprises and agriculture. One of the villages in Sedati is Kwangsan Village. Kwangsan has existing land conditions in the form of rice fields and is flanked by two rivers, namely the Kwangsan River and the Pepe River. This area has considerable population potential, making it suitable for the development of residential areas to meet housing needs as well as other purposes such as industry, tourism, and others. As land use changes from rice fields to residential areas, the land may no longer be able to accommodate rainwater runoff, resulting in inundation. In addition, the increased runoff can burden both rivers and cause river overflow, leading to flooding. Therefore, with the conversion of agricultural land into residential areas, a proper drainage system is required to accommodate runoff effectively. If the drainage system is unable to handle the runoff, a bozem is required. A bozem is a water storage facility that functions as a reservoir for rainwater and water from surrounding water bodies, thereby reducing inundation caused by the lack of storage capacity. In addition, water conservation at the study area can also be achieved through the bozem. The excess runoff stored in the bozem can be reused as a raw water source for the residential area to be developed. The results of this applied final project show that the design discharge for the Kwangsan drainage area, covering 20 hectares, is 2.0979 m3/s before development and 4.1958 m3/s after residential development. The proposed drainage channel dimensions are as follows: Channel Qa: 1.5 m × 1.5 m; Channel Qb: 2 m × 1.5 m; Channel Qc1: 1.2 m × 1.2 m; Channel Qc2: 1.2 m × 1.2 m; Channel Qd: 2 m × 1.2 m; Channel Qa+b: 2 m × 2 m; Channel Qa+b+c1+c2: 2 m × 2 m; and Channel Qa+b+c1+c2+d: 2 m × 2 m. The Kwangsan Bozem is designed with an area of 9,440.6 m2 and a storage volume of 15,105.02 m3. It is located within the Qd area with an outlet channel flowing into the Pepe River. The bozem is capable of supplying irrigation water to a planting area of 40,000 m2 with a total irrigation volume of 800 m3. Water is taken from the Pepe River using one pump with a capacity of 0.05 m3/s. To distribute water from the bozem for irrigation, two pumps are used, each with a capacity of 0.095 m3/s. During the rainy season, one pump with a capacity of 0.5 m3/s is used to empty the bozem so that it can again accommodate runoff from the drainage channels. It is expected that stakeholders and future developers in the Kwangsan area will maintain and properly manage this drainage system to prevent undesirable conditions in the future.

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: RSIS 627.54 Are p-1 2019
Uncontrolled Keywords: Keywords: Floods, Kwangsan Region, Reservoir, Pumps, Hydrograph, Channels, Stakeholders
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD395 Reservoirs (water supply)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD491 Spillways
Divisions: Faculty of Vocational > 22401-Civil Infrastructure Engineering (D3)
Depositing User: Areth Yehezkiel
Date Deposited: 06 Aug 2026 02:34
Last Modified: 06 Aug 2026 02:34
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/68355

Actions (login required)

View Item View Item