Ismadora, Oya (2020) Model Perhitungan Tarif Dinamis Pada Sektor Penyeberangan: Studi Kasus Lintas Penyeberangan Merak - Bakauheni. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Preview |
Text
04411540000045-Undergraduate_Thesis.pdf Download (4MB) | Preview |
Abstract
Saat ini tarif penyeberangan merupakan tarif tunggal, berbeda dengan tarif yang berlaku pada sektor penerbangan yang berubah sesuai dengan kondisi jumlah permintaan. Tarif yang berlaku harus dapat melindungi pengguna jasa maupun penyedia jasa agar jasa angkutan penyeberangan dapat berkelanjutan. Penentuan tarif yang berlaku didasarkan pada total produksi dan biaya operasional yang dikeluarkan oleh penyedia jasa. Namun sampai saat ini tarif yang berlaku untuk jasa angkutan penyeberangan masih merupakan tarif tunggal, dimana penerapan tarif tidak didasarkan pada perubahan jumlah permintaan berdasarkan waktu dari pengguna jasa yang seharusnya dapat menjadi peluang dalam optimalisasi tarif angkutan penyeberangan. Dengan jumlah permintaan penyeberangan yang fluktuatif dan ukuran kapal beroperasi yang bervariasi, penerapan tarif tunggal di lintas penyeberangan Merak – Bakauheni berpotensi mengurangi jumlah keuntungan yang didapat oleh penyedia dan pengguna jasa angkutan penyeberangan. Penentuan tarif dinamis dilakukan berdasarkan pengeluaran biaya transportasi oleh penyedia jasa layanan angkutan penyeberangan dan besar kemampuan dan kemauan membayar dari pengguna jasa. Metode yang digunakan adalah Required Freight Method, Household Budget Method, dan Stated Preference Method. Dari pengerjaan yang dilakukan diketahui bahwa nilai batas bawah tarif berlaku adalah sebesar 0.88 dari tarif normal atau sebesar Rp14,203.72 dan batas atas tarif adalah sebesar 1.30 dari tarif normal atau sebesar Rp20,854.59 dengan besar keuntungan 31% dan perubahan keuntungan setiap kapal antara 3% - 7% per tahun karena perubahan pola operasi dan penerapan besaran tarif.
==================================================================================================================================
The applicable tariff must be able to protect service users and service providers so that crossing transportation services can be sustainable. Determination of applicable tariffs is based on total production and operating costs incurred by service providers. However, to date the applicable tariff for crossing transport services is still a single tariff, where the application of the tariff is not based on changes in the number of requests based on the time of the service user which should be an opportunity in optimizing the crossing transport rates. With a fluctuating number of crossing requests and varying ship sizes, the application of a single tariff in the Merak - Bakauheni crossing has the potential to reduce the amount of profit gained by providers and users of crossing transportation services. Determination of dynamic tariffs is based on transportation costs incurred by ferry service providers and the ability and willingness to pay from service users. The methods used are Required Freight Method, Household Budget Method, and Stated Preference Method. From the work done, it is known that the lower limit of the applicable tariff is 0.88 of the normal tariff or Rp.14,203.72 and the upper tariff is 1.30 from the normal tariff or Rp20,854.59 with a profit of 31% and a change in profit for each ship between 3% - 7% per year due to changes in operating patterns and the application of tariff rates.
Item Type: | Thesis (Other) |
---|---|
Additional Information: | RSTrL 388.049 Ism m-1 |
Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Tarif, ability to pay, distribusi normal |
Subjects: | V Naval Science > V Naval Science (General) |
Divisions: | Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Sea Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis |
Depositing User: | Oya Ismadora |
Date Deposited: | 21 Mar 2025 00:41 |
Last Modified: | 21 Mar 2025 00:41 |
URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/74104 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |