Evaluasi Lokasi dan Jumlah Gudang Penyangga pada Sistem Distribusi Pupuk Petrokimia Gresik di Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan Pemodelan Mixed Integer Linear Programming (MILP)

Febrianto, Iwan (2021) Evaluasi Lokasi dan Jumlah Gudang Penyangga pada Sistem Distribusi Pupuk Petrokimia Gresik di Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan Pemodelan Mixed Integer Linear Programming (MILP). Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh November.

[thumbnail of 09211850015027-Master_Thesis.pdf]
Preview
Text
09211850015027-Master_Thesis.pdf

Download (6MB) | Preview

Abstract

PT Petrokimia Gresik merupakan salah satu produsen pupuk dibawah PT Pupuk Indonesia yang mempunyai total kapasitas produksi paling besar dibandingkan produsen pupuk yang lain dengan total produksi sebanyak 6,5 juta ton per tahun. Pupuk Indonesia mengeluarkan kebijakan mengenai perubahan penetapan penanggung jawab pengadaan dan penyaluran pupuk NPK subsidi yang berlaku mulai 1 Januari 2017. Penanggung jawab pengadaan dan penyaluran pupuk NPK yang sebelumnya dilakukan oleh PT Petrokimia Gresik dialihkan sebagian ke Pupuk Kujang Cikampek, Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Pupuk Kalimantan Timur. Terdapat Delapan Provinsi yang terkena dampak dari kebijakan. Provinsi Jawa Barat terkena dampak paling signifikan dari perubahan kebijakan turunnya alokasi subsidi dan perubahan kebijakan penanggung jawab pengadaan dan penyaluran pupuk NPK. Sedangkan Provinsi Jawa Tengah dikarenakan jumlah gudang serta total kapasitas dan biaya tetap termasuk yang terbesar, maka jumlah dan lokasi gudang penyangga di Provinsi Jawa Tengah juga perlu dievaluasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah dan lokasi gudang penyangga di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat berkaitan dengan adanya perubahan kebijakan alokasi subsidi, perubahan pengadaan dan distribusi pupuk NPK serta rencana pembangunan pabrik PHONSKA V dan juga evaluasi biaya minimum distribusi dengan metode Mixed Integer Linear Programming (MILP). Langkah-langkah dalam penelitian ini adalah (1) mengumpulkan dan mengolah data; (2) penentuan komponen model; (3) melakukan formulasi model; (4) pengembangan teknik solusi menggunakan MILP dan Forecasting; (5) validasi Model; (6) running model untuk data demand dan forecasting; (6) Analisis Hasil dan Interprestasi; (7) kesimpulan dan saran.
Dari hasil penelitian ini, dipilih 36 dari 75 gudang penyangga eksisting yang disewa PT Petrokimia Gresik sebagai gudang penyangga pupuk subsidi secara efektif. Biaya minimum yang dikeluarkan untuk mendistribusikan pupuk subsidi ke seluruh distributor melalui gudang penyangga terpilih adalah sebesar Rp18.956.520.000,00/bulan dan dapat menghemat biaya sebesar Rp2.209.788.928,00/bulan dari pengeluaran sebelumnya. Evaluasi gudang penyangga ini selanjutnya dapat dilanjutkan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan gudang mana yang lebih layak untuk dipilih berdasarkan variabel-variabel lainnya.
====================================================================================================
PT Petrokimia Gresik is one of the fertilizer producers under PT Pupuk Indonesia which has the largest total production capacity compared to other fertilizer producers with a total production of 6.5 million tons per year. Pupuk Indonesia issued a policy regarding changes in the determination of the person in charge of procurement and distribution of subsidized NPK fertilizers which took effect on January 1, 2017. The person in charge of procurement and distribution of NPK fertilizer previously conducted by PT Petrokimia Gresik was partially transferred to Kujang Cikampek Fertilizer, Palembang Fertilizer Fertilizer and East Kalimantan Fertilizer. There are eight provinces that are affected by the policy. The province of West Java was most affected by the policy change in the decrease in subsidy allocation and the change in policy in charge of procurement and distribution of NPK fertilizer. Whereas Central Java Province is due to the number of warehouses and total capacity and fixed costs including the largest, the number and location of buffer warehouses in Central Java Province also need to be evaluated.
This study aims to determine the number and location of buffer warehouses in Central Java and West Java provinces related to changes in subsidy allocation policies, changes in procurement and distribution of NPK fertilizer and PHONSKA V plant development plans and also evaluation of minimum distribution costs using the Mixed Integer Linear Programming method (MILP). The steps in this research are (1) collecting and processing data; (2) determination of model components; (3) formulating the model; (4) developing solution techniques using MILP and Forecasting; (5) Model validation; (6) running models for data demand and forecasting; (6) Results Analysis and Interpretation; (7) conclusions and suggestions.

From this research, 36 of 75 warehouses rent by PT Petrokimia Gresik are selected to be operated effectively. Minimum cost of subsidized fertilizer distribution through selected warehouse is Rp18.956.520.000,00/month, saving Rp2.209.788.928,00/bulan from previous expense. Analytical Hierarchy Process (AHP) method is suggested for the next evaluation method to select warehouse based on other important variables.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: jumlah dan lokasi gudang, distribusi pupuk, forecasting, mixed integer linear programming
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD38.5 Business logistics--Cost effectiveness. Supply chain management. ERP
Divisions: Faculty of Business and Management Technology > Management Technology > 61101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Iwan Febrianto
Date Deposited: 26 Feb 2021 08:27
Last Modified: 03 Jul 2024 19:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/82830

Actions (login required)

View Item View Item