Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG) Untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia

Adli, Aqil Wira Sakti (2021) Desain Rantai Pasok Gas Alam Cair (LNG) Untuk Kebutuhan Pembangkit Listrik di Indonesia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211740000013-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
04211740000013-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (7MB) | Preview
[thumbnail of 04211740000013-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
04211740000013-Undergraduate_Thesis.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Konsumsi bahan bakar minyak yang mencapai 800 ribu barrel perhari menunjukkan bahwa cadangan minyak di Indonesia akan habis dalam kurun 10 tahun. Dengan kondisi tersebut, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk melakukan peningkatan pemanfaatan gas untuk kebutuhan dalam negeri. Salah satunya dengan mengeluarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 13K/13/MEM/2020 tentang Penugasan Pelaksanaan Penyediaan Pasokan dan Pembangunan Infrastruktur LNG serta Konversi Penggunaan BBM dengan LNG dalam Penyediaan Tenaga Listrik untuk melakukan gasifikasi terhadap 52 pembangkit listrik di Indonesia. Maka dari itu, dibuatlah studi mengenai desain rantai pasok yang dapat mendukung proses gasifikasi dari 52 pembangkit listrik tersebut. Studi desain rantai pasok LNG ini dimulai dari hub menuju 52 pembangkit listik. Rantai pasok LNG yang optimal ditentukan dengan melakukan dianalisa terhadap komponen distribusi, fasilitas dan kajian ekonomi. Data pembangkit listrik digunakan untuk mengidentifikasi terminal penerima yang kemudian dikelompokkan menjadi 8 klaster dengan metode K-Means. Kilang LNG yang akan digunakan adalah Kilang Tangguh, Kilang Donggi, dan Kilang Bontang yang kemudian akan menuju hub untuk tiap klaster. Penentuan hub dilakukan melalui 2 tahapan, yaitu dengan mempertimbangkan faktor kelayakan terminal penerima yang akan digunakan sebagai hub dan dengan metode center of gravity. Ketika hub telah terpilih, maka rute yang mungkin (feasible route) dianalisis dari hub menuju tiap terminal penerima dalam klaster. Rute yang terbentuk dengan mempertimbangkan biaya investasi dan operasional akan dipilih yang paling optimal dengan metode Set Partitioning Problem (SPP). Proses optimasi mempertimbangkan beberapa jenis kapal dengan ukuran 1100 m3, 2500 m3, 4000 m3, 7500 m3, 10000 m3 dan 15600 m3 Selain itu, mode transportasi truk dengan menggunakan tangki ukuran 40 feet juga terpilih untuk klaster 7. Total biaya investasi yang dibutuhkan adalah sebesar $107,815,749.11 dan biaya operasionalnya mencapai $68,993,709.11. Hasil dari analisa keekonomian menyatakan bahwa distribusi LNG menuju 52 pembangkit akan mencapai payback period dalam waktu 10 tahun apabila penjualan harga gas menggunakan margin 1,75 USD
=======================================================================================================
The consumption of fuel oil which reaches 800 thousand barrels per day shows that oil reserves in Indonesia will run out within 10 years. With these conditions, the Indonesian government is committed to increasing the use of gas for domestic needs. One of them is by issuing the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 13K/13/MEM/2020 concerning the Assignment of the Implementation of the Supply and Development of LNG Infrastructure and the Conversion of the Use of BBM with LNG in the Provision of Electric Power to gasify 52 power plants in Indonesia. Therefore, a study was made on the supply chain design that can support the gasification process of the 52 power plants. This LNG supply chain design study starts from the hub to 52 power plants. The optimal LNG supply chain is determined by analyzing the distribution components, facilities and economic studies. Power plant data is used to identify receiving terminals which are then grouped into 8 clusters using the K-Means method. The LNG refineries that will be used are the Tangguh Refinery, Donggi Refinery, and Bontang Refinery which will then go to the hub for each cluster. The determination of the hub is carried out in 2 stages, namely by considering the feasibility factor of the receiving terminal to be used as a hub and by using the center of gravity method. Once the hub has been selected, the feasible routes are analyzed from the hub to each receiving terminal in the cluster. The route formed by considering the investment and operational costs will be chosen the most optimal using the Set Partitioning Problem (SPP) method. The optimization process considers several types of ships with sizes 1100 m3, 2500 m3, 4000 m3, 7500 m3, 10000 m3 and 15600 m3 In addition, the truck mode of transportation using a 40-foot tank was also selected for cluster 7. The total investment cost required was $107,815,749.11 and the operational cost was $68,993,709.11. The results of the economic analysis state that the distribution of LNG to 52 power plants will reach a payback period within 10 years if gas sales use a margin of 1,75 USD

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: center of gravity, distribusi LNG, k-means, optimization, set partitioning problem, vehicle routing problem.
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T57.74 Linear programming
V Naval Science > VK > VK358 Marine terminals
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM293 Shipping--Indonesia--Safety measures
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Aqil Wira Sakti Adli
Date Deposited: 31 Aug 2021 02:38
Last Modified: 25 Jul 2024 02:52
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/91087

Actions (login required)

View Item View Item